Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat

Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat
BAB 9. Botol Vitalitas


__ADS_3

Angin sore ini bertiup semilir, hembusannya pelan menyentuh rambut bagian depan dari Alfie yang terlihat sedang menempatkan bola di area rumput tendangan bebasnya dengan secara seksama, matanya memicing mengarah ke benda berkulit bundar yang ada di hadapannya.


Setelah yakin dengan posisi penempatan bolanya, Alfie lalu mundur beberapa langkah ke belakang menyesuaikan jarak untuk dirinya mengambil ancang-ancang.


Terlihat dihadapannya sekumpulan pemain lawan yang berjejer membentuk pagar betis untuk membuat sebuah benteng pertahanan di depan gawang, di kejauhan juga Alfie melihat kiper lawan yang sedang memberi instruksi kepada temannya agar lebih ketat lagi dalam bertahan.


Priiit!


Tak lama kemudian, suara peluit terdengar, sebuah tanda bahwa Alfie saat ini sudah bisa melakukan tendangan bebas ke arah gawang. Seketika suara di stadion yang ramai menjadi sunyi, yang terdengar suara hembusan angin yang bergerak bebas di atas lapangan hijau.


Tatapan semua orang tertuju pada Alfie, sosok anak laki-laki bertubuh kurus yang tampak berdiri dengan penuh ketegangan. Mereka tidak mengira Leo sang kapten yang biasanya mengambil tendangan bebas sendiri ini justru memberikan kesempatannya mencetak gol kepada seseorang yang hanya memiliki kemampuan di bawah rata-rata seorang penyerang sepak bola di saat timnya telah tertinggal 0 - 1 dari lawannya.


Terlihat Alfie menarik nafas dalam-dalam, walaupun ia telah mengaktifkan kartu Beckham-nya, namun ia tetap tidak percaya diri dan tampak sekali di wajahnya aura kekhawatiran karena ini adalah tendangan bebas pertamanya selama hidupnya, dan juga yang akan membantu timnya untuk menyamakan kedudukan di babak pertama ini.


Alfie mulai mengambil langkah pertamanya untuk menendang, matanya sangat fokus menatap bola, dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya sebelum akhirnya ia mengayunkan kakinya ke belakang untuk memaksimalkan kekuatan dan


Dhuus!


Tendangan keras dari hempasan kakinya membuat bola itu terbang di udara, meluncur dengan deras ke arah gawang. Namun, tampaknya lesakan bola itu terlalu jauh melebar dari gawang lawan.


***


3 hari sebelum pertandingan.


“Akhirnya aku bisa memasukkan bola ke arah sasaran di gawang virtual itu. Yeay!”


Akhirnya Alfie bisa memasukkan bola ke dalam sasaran yang berbentuk bulatan yang berada di pojok kanan atas gawang virtual tersebut. Setelah sebelumnya dalam 3 hari berlatih bersama Virtual Beckham, ia tidak pernah memasukkan bola ke arah sasarannya.


“Selamat Tuan, anda berhasil melakukan tendangan tepat sasaran pertama. Anda akan mendapatkan 1 koin emas yang akan bertambah di dalam Sistem Tuan,” ucap Virtual Beckham yang dengan wajah cerianya memberikan hadiah koin emas kepada Alfie.


“Aku dapat 1 koin emas! Yeay!”


Waktu 2 jam berlatih bersama Virtual Beckham pun telah habis hari ini, Alfie kembali masuk ke dalam portal, saat ini sudah berada di dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


“Sistem, aktifkan!”

__ADS_1


Setelah sistem aktif, Alfie melihat di dalam hologram, pada fitur kios tampak berkelap-kelip, “Kenapa kios nya kedap-kedip seperti itu yah?’ gumamnya.


“Sistem pilih fitur Kios.”


Ketika Sistem membuka fitur kios, seketika saja muncul tampilan sebuah botol berwarna kuning dengan latar belakang meriah berwarna-warni.


[Selamat Tuan, Botol Phoenix Eliksir sudah terbuka]


“Sistem. A-apa itu botol phoenix?”


[Botol Phoenix Eliksir adalah minuman penambah vitalitas tubuh]


“Penambah vitalitas? Sistem. Apa fungsinya?”


[Dapat memulihkan kembali energi yang hilang setelah lelah berlatih]


“Oh begitu. Botol ini sepertinya masih level 1 yah? Dan ada harganya pula, 1 koin emas. Kira-kira kapan aku bisa mempergunakannya yah?” gumam Alfie dalam hati.


***


Kembali ke pertandingan.


"Ha ha ha! Tendangan yang buruk sekali Alfie," ucap Leo mengejek dengan lantang.


Para pemain dan penonton pun mulai mengeluarkan tawanya melihat bola yang sepertinya melebar dari gawang.


Namun, tiba-tiba luncuran bola dengan putaran yang cepat itu berbelok ke kiri bawah menuju pojok atas tiang dalam gawang dengan lesakan yang sangat cepat. Ternyata putaran bola yang cepat itu menghasilkan efek yang membelokkan bola dan,


Gool!!!


Alfie mencetak skor dengan tendangan bebasnya yang berkelas, sangat mirip dengan gol yang biasa dilesakan oleh David Beckham, membuat para pemain dan penonton terhenyak.


Terlebih apabila melihat ekspresi dari Leo yang melihat gol dari Alfie. Wajahnya terlihat sangat penuh dengan rasa heran dan bingung, matanya terbelalak sangat lebar dengan rahangnya yang jatuh seperti ingin terlepas dari wajahnya.


"Ba-bagaimana dia bisa menendang bola dengan cantik seperti itu," gumam Leo dalam hati.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan Alfie yang terlihat sedang berlari merayakan gol nya dengan wajah yang sangat bahagia sekali, ia telah mencetak gol keduanya di tim Regina High School ini setelah pada pertandingan sebelumnya melawan P-High School, ia juga mencetak satu gol.


Setelah perayaan gol berakhir, pertandingan pun dimulai kembali.


Beberapa menit berlalu tim O-High School mendapatkan kesempatan untuk menyerang kembali melalui pergerakan yang cepat dari si kembar Denny dan Donny.


"Donny! Cepat oper kepadaku!"


Dengan gesit dan cekatan Donny langsung memberi umpan langsung ke arah depan dan diterima dengan kontrol yang baik juga oleh Denny.


Denny sejenak berhenti, menahan bola dengan telapak kakinya, matanya menatap ke arah gawang dari lawannya untuk mengukur sejauh apa jarak dan dimana sasaran dari gawang yang akan diarahkan olehnya.


"Terimalah tembakan ku ini!"


Setelah melihat ada celah, ia langsung menembakkan bola dengan kekuatan kakinya dan,


Traang!


Bola itu membentur tiang gawang dan pantulannya mengarah kepada bek dari Regina High School.


"Woi! Aku kosong cepat oper ke arahku!"


Leo berteriak kepada rekan beknya, meminta agar diberikan umpan langsung kepada dirinya yang sedang dalam posisi bebas di depan.


"Ah tendangan ku kenapa membentur tiang! Cepat langsung hadang si nomor 10 itu, Leo!" teriak Denny setelah tendangannya gagal membobol gawang lawan.


Bek dari Regina High School pun dengan cepat langsung memberi umpan lambung yang langsung mengarah kepada Leo yang sedang berlari tanpa kawasan menuju pertahanan lawan.


Setelah mendapatkan bola hasil umpan lambung tadi, Leo langsung berlari menggiring bolanya dengan cepat melewati 1 hadangan pemain lawan dan setelah sedikit lagi mencapai kotak penalti lawan,


Priiit!


Kembali terjadi pelanggaran di daerah berbahaya dari O-High School. Leo tampak tergeletak memegang kakinya yang kesakitan akibat tekel keras dari bek lawan, yang akhirnya diberikan kartu kuning itu.


Namun, ketika sudah melihat lawannya diberi kartu kuning, Leo dengan segera bangkit dan dengan santai mengambil bola sembari bergumam, "Ha ha sebenarnya aku hanya diving, berpura-pura jatuh saja."

__ADS_1


Dengan menggenggam bola di tangannya, Leo menghampiri Alfie kembali dan menjulurkan tangannya yang sedang memegang bola itu.


"A-apa Leo memberikan bola itu lagi? Kebetulan kartu Beckham ku masih aktif," gumam Alfie dalam hati.


__ADS_2