Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat

Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat
BAB 7. Menjadi seperti Inzaghi


__ADS_3

Ding!


Alfie membuka sistemnya, ia melihat kartu bintangnya, lalu bergumam, "Pertandingan masih 60 menit lagi, kalau aku pakai kartu bintangku sekarang, yang hanya bisa dipakai selama 15 menit ini, maka di 45 menit tersisa nanti akan sangat berbahaya. Aku harus memakai di saat yang tepat."


Kartu bintang dengan 3 bintang hanya bisa dipakai selama 15 menit, oleh karena itu Alfie harus bisa memanfaatkannya pada momen yang penting. Ia memutuskan untuk menyimpan kartu tersebut hingga babak kedua dimulai, ketika pertandingan semakin mendekati menit-menit penentuan.


Pertandingan terus berlanjut, dan pada menit ke 40 Carlos kembali mencetak gol untuk P-High School yang membuat Regina High School tertinggal 2-1, meningkatkan tekanan pada tim untuk mencari cara untuk menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir.


Namun, sampai babak pertama berakhir pertandingan masih 2-1 untuk kemenangan P-High School yang membuat tim Regina High School semakin termotivasi untuk melakukan perubahan strategi dan memberikan penampilan terbaik mereka di babak kedua demi meraih kemenangan.


Pada babak kedua, Leo dan Carlos sama-sama mencetak 2 gol tambahan yang meningkatkan tensi pertandingan dan menjadikan skor menjadi 3-4, menciptakan momen seru hingga 15 menit terakhir pertandingan.


Melihat waktu yang sudah 10 menit lagi akan berakhir, Alfie mengaktifkan kartu bintangnya, Filippo Inzaghi. Seketika, dia merasakan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa mengalir melalui tubuhnya. Dia tahu bahwa dia sekarang bisa melakukan apa saja.


Kartu bintang Filippo Inzaghi adalah kartu yang bisa membuat kemampuan Alfie menjadi seperti Filippo Inzaghi, yaitu meningkatkan kemampuannya dalam mencari posisi untuk mencetak gol dan menambahkan kekuatan dan akurasi tembakan. Filippo Inzaghi adalah salah satu striker paling mematikan dalam sejarah sepak bola. Dia memiliki insting gol yang luar biasa dan kemampuan untuk selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dia juga memiliki tembakan yang kuat dan akurat. Kartu bintang Filippo Inzaghi akan memberikan Alfie semua kemampuan yang dimiliki oleh Filippo Inzaghi. Alfie akan menjadi striker yang lebih mematikan dan akan lebih mudah untuk mencetak gol. Dia juga akan menjadi ancaman yang lebih besar bagi lawan-lawannya.


Terlihat Alfie yang sedang berlari di sisi kiri lapangan menuju kotak penalti lawan, di kejauhan sisi kanan lapangan ia melihat Leo yang sedang menggiring bola dengan lihainya melewati beberapa pemain P-High School.


Tiba-tiba dirinya merasakan sebuah dorongan di tubuhnya yang seolah memaksanya untuk berlari ke arah dalam kotak penalti kiri dekat gawang dari P-High School, ia merasakan insting mencetak gol yang kuat.


Di sisi kanan lapangan, terlihat Leo terus masuk ke dalam pertahanan lawan dengan giringan dan gocekan bola yang sangat cepat, setelah sampai di dekat garis luar kotak penalti ia melihat ke arah gawang dan langsung melakukan tembakan ke arah gawang.

__ADS_1


Lesakan bola hasil tendangan dari Leo terlihat sangat cepat dengan akurasi tinggi terus melaju ke arah gawang, kiper P-High School tampak berusaha melompat untuk menghalaunya, tetapi bola terlalu cepat dan melengkung menjauh dari jangkauan tangannya.


Bola melambung tinggi di udara dan mengarah ke langit, dan Alfie yang berdiri di dalam kotak penalti melihat bola tersebut dengan penuh harapan. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatannya untuk mencetak gol dan dia tidak akan menyia-nyiakannya.


Alfie melompat tinggi ke udara dan menendang bola dengan keras ke arah gawang. Bola melambung tinggi di udara dan melewati kiper P-High School, dan kemudian masuk ke gawang dengan keras.


Gool!!!


Terlihat wajah Alfie yang terpaku, matanya terbuka lebar dengan tatapan kosong ke arah bola yang ada di dalam gawang lawan. Ia tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya, seolah ia sedang berada di alam mimpi.


“A-apakah benar aku mencetak gol?”


Sistem kartu Filippo Inzaghi yang telah ia pakai, benar-benar telah mengubahnya menjadi seorang penyerang handal dengan tehnik tinggi.


“Kamu hanya beruntung saja Alfie, akulah yang bekerja keras menembus pertahanan lawan.”


Leo menatap sinis kepada Alfie, ia menganggap kalau gol yang dicetak Alfie hanya sebuah keberuntungan saja dan tak akan bisa Alfie ulangi lagi. Ia juga menganggap bahwa dirinyalah yang lebih layak menjadi bintang dari tim Regina High School.


“Akulah yang lebih pantas menjadi bintang dari tim ini, akulah yang lebih berbakat darimu.”


Leo berkata dengan angkuh, ia tidak mau mengakui bahwa Alfie telah menjadi pahlawan bagi tim Regina High School. Ia masih menganggap bahwa dirinyalah yang lebih baik dari Alfie. Namun, Alfie tidak menghiraukan perkataan Leo, ia hanya tersenyum dan berlari dengan santai menuju garis tengah lapangan untuk melanjutkan pertandingan yang 5 menit lagi akan segera berakhir.

__ADS_1


Langit sore tampak berubah menjadi gelap dengan awan hitam yang mulai bergerak perlahan menutup cahaya matahari yang masuk ke dalam stadion. Dengan pertandingan yang telah memasuki perpanjangan waktu, terlihat Leo yang sedang berlari dengan menyisir lapangan sisi kanan, setelah sebelumnya Carlos gagal melewati bek dari Regina High School.


Alfie juga turut berlari dari sisi kiri untuk membantu penyerangan, namun kali ini ia tidak dapat merasakan insting golnya kembali, tidak ada dorongan ataupun perasaan yang mengarahkannya harus berlari ke titik mana di kotak penalti.


“Hah! Kenapa tidak ada insting lagi? Bukan kah masih ada menit tersisa di kartu sistem ini?”


Leo secara mengejutkan melepaskan tendangan dari jarak jauh, tendangannya melesat sangat kencang bagai peluru yang tajam menusuk ke arah gawang, tampak juga jejak udara dari belakang bola yang timbul akibat tendangannya itu, dan


Gool!!!


Leo mencetak gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh yang tidak mampu dihalau oleh kiper P-High School. Semua pemain dan penonton merayakan kemenangan Regina High School dengan berteriak dan melompat kegirangan. Mereka tidak menyangka bahwa Leo bisa mencetak gol dari jarak jauh, dan mereka sangat bangga dengan dirinya. Mereka semua berlari ke arah Leo dan memeluknya erat-erat.


Ia pun menghampiri Alfie lalu berkata, “Kamu lihat gol itu. Itulah yang dinamakan gol penentu kemenangan yang datang dari seorang penyerang asli yang berbakat, bukan seperti dirimu yang hanya memanfaatkan keberuntungan saja!” Wajahnya tampak angkuh dan sombong.


Alfie hanya terdiam tanpa berkata apa-apa, namun dalam hatinya ia bergumam, “Akan kubuktikan suatu saat nanti aku akan menjadi penyerang hebat”


Leo terus menatap Alfie dengan tatapan sinis. Ia tahu bahwa Alfie masih belum menyerah, dan ia tahu bahwa Alfie akan terus berusaha untuk menjadi pemain yang lebih baik. Namun, Leo tidak peduli. Ia tahu bahwa dirinyalah yang terbaik, dan ia akan membuktikannya kepada semua orang.


Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan yang mengejutkan dari Regina High School dengan skor 5-4.


***

__ADS_1


Ding!


[Misi selanjutnya]


__ADS_2