
Sonya Anderson itulah namanya,sonya terlahir dengan keluarga sederhana dia lahir dimalam jum'at kliwon dimana malam itu adalah pembantaian satu desa.Sonya dan ayahnya adalah orang yang selamat dari pembantaian satu desa itu.Malam jum'at kliwon penuh darah itu adalah peristiwa perampokan terbesar dikota Bunga.Kota bunga yang penuh keindahan hancur dalam semalam.
Flashback ke hari dimana lahirnya Sonya......
Malam itu Sumirah istri dari Sunar sedang berjuang melawan antara hidup dan mati.Sunar yang begitu gelisah terus mondar mandir diluar.Suara sumirah yang sedang berjuang itu membuat Sunar semakin gelisah.Hujan begitu deras petir menggelegar seolah akan ada bencana besar akan tiba auman serigala digunung begitu menggema yang membuat malam itu semakin mencekam.Tangis bayi terdengar sesaat setelah ada guntur menggelegar menyengat sebuah pohon beringin diujung jalan.
Sunar segera masuk kedalam,saat masuk kedalam terlihat istrinya sedang terkulai lemas dan seorang dukun beranak yang sedang mengurusnya.
"Den,istrinya biar mbok yang urus kamu urus bayi itu kebelakang jangan lupa bismilah.. "ucap simbok
__ADS_1
"Nggih mbok.."Jawab Sunar sebari berlalu..
Bayi berjenis kelamin perempuan itu begitu rupawan melebihi sang ibu.Sunar tersenyum bangga,dia pergi ke arah sumur yang dibelakang rumahnya hanya beberapa meter saja jauhnya.Sunar segera membersihkan bayi mungilnya, diterangi dengan lampu patromax dia terus mengeluarkan doa doa.
Saat sibuk mengurus si bayi dari arah rumah terdengar suara wanita berteriak histeris dan meminta tolong memanggil nama Sunar.Sunar begitu kaget segera didibalutkannya kain merah kepada sibayi.Sunar segera beranjak menuju rumahnya..
Tiba tiba dari arah belakang pintu sebuah tangan penuh darah menggapai punggung Sunar.Sunar membalikkan badannya dia begitu kaget dengan keadaan istrinya,dia menangis histeris saat melihat sebuah tanduk rusa pajangan yang tertancap didada istrinya.Dia begitu terpukul melihat kondisi saat ini.
"Mas... jaga anak kita cepatlah bersembunyi sepertinya desa kita dirampok secara masal..."rintih lirih sumirah.
__ADS_1
"Dek,mas akan menjaga anak kita tapi tetaplah bertahan mas akan cari tabib untuk adek.. "lirih sunar tak kuat menahan tangis airmatanya mengalir begitu deras,tangan sumirah yang menyentuh wajah bayi mungilnya berganti menggenggam erat tangan Sunar.Sunar semakin histeris tangan sumirah terlepas dan terkulai hembusan nafas terakhirnya dia lepaskan.Tiba tiba dari tubuh sumirah muncul sinar putih silau masuk kedua mata sang bayi,sunar yang penuh dengan airmata hanya mengira itu hanyalah cahaya ilusi nya saja.
Diluar teriakan jerit tangis warga dan para anak anak suara bayi yang mengoar menahan perihnya tiap hujaman pukulan dan tebasan dari para perampok.Malam yang mencekam penuh dengan jerit dan teriakan menderita kebencian dan rasa penuh kecewa serta rasa yang begitu kacau.
Sunar hanya bisa bersembunyi dibelakang lemari dan ditutupinya dengan sebuah meja.Suara langkah kaki kuda dan tawa jahat para perampok terdengar begitu mencekam...
Sunar hanya bisa menangis memeluk erat tubuh mungil bayi kecilnya.
Flashback berakhir....
__ADS_1