
Sonya dan kakek melanjutkan pencarian clue,sonya tiba tiba menempelkan tangannya dipohon angkar yang bernoda sedikit darah.Tiba tiba sebuah potongan potongan masalalu terlihat jelas disini..
Flashback..
Hari itu Ningsih baru bersiap siap akan pergi ke hiburan dibale kampung.Tiba tiba kakek dari belakang memeluk Ningsih.
"Ning saatnya kamu berbakti untuk kakek,kamu harus menikah dengan pak kepala desa dia sangat mencintaimu loh.. " ucap kakek
"Kek jangan memaksa aku untuk menikah dengan pria brengsek itu! " ucap Ningsih sebari melepaskan pelukkan kakek.
__ADS_1
"Cukup Ningsih kamu berani melawan kehendak ku aku sudah membesarkan mu tapi mana balas budimu?tak ada hanya makan nasi dan tempe setiap hari karena kamu cuma hanya bekerja jadi penari saja! " bentak kakek sambil menampar pipi Ningsih.
Ningsih menangis dan berlari kearah pohon angkar dan duduk termenung disana.Pohon angkar yang belum tinggi menutupi keberadaan Ningsih dengan daunnya layaknya seorang ibu yang sedang melindungi sang anak pohon itu seperti segaja menutupi Ningsih.Bunganya jatuh pada tangan Ningsih harum semerbak mengelilingi tubuh Ningsih.
"Kenapa selalu seperti ini?hanya demi uang aku disiksa dan dipaksa untuk mau menikahi laki-laki yang begitu bejad kasar dan brengsek! " lirih Ningsih
Dia melantunkan lagu tembang dengan lirih dan tiba tiba bunga angkar yang masih kuncup bermekaran namun meneteskan setetes cairan bening sebening kristal sepertinya bunga angkar meneteskan airmata juga pohon angkar mengerti apa yang dirasakan Ningsih.
Setelah acara menari Ningsih pergi kearah belakang panggung untuk segera mencuci kaki dan tangan karena merasa pegal.Saat sedang asik mencuci kaki tiba tiba Ningsih dibekap tanggannya diikat kakinya pun sama diikat dia dipanggul seseorang dan berjalan berkilo kilo meter jauhnya.
__ADS_1
Orang itu yang tak lain adalah kepala desa menurukan badan Ningsih dia membawa kerimbunan pohon angkar.Dia mulai menggerayangi tubuh Ningsih dengan paksa dan penuh hasrat.Ningsih hanya menangis dan menggerak gerakkan badan saja dia ingin melepaskan diri.Kepala desa menampar Ningsih berkali kali dan menyobek kebaya putih Ningsih dia menyedot kedua payud*ra Ningsih dengan begitu kasar.
Kepala desa mulai memasukan ancang ancangnya pada milik Ningsih dan memaksanya masuk.Ningsih menjerit jerit kesakitan dia tak bisa menahan perihnya.
"Tenanglah setelah ini aku akan membayar kakekmu dengan uang yang banyak,aku memakanmu karena kakekmu sudah meminta ratusan juta uang padaku.Sekarang kamu adalah milikku! " ucap kepala desa sambil tertawa
Ningsih yang begitu sedih mendengar dirinya dijual kakeknya sendiri pun pasrah begitu saja Ningsih sudah lelah hidup didunia.Tiba tiba mata Ningsih berubah menjadi putih semua nyawanya melayang begitu saja bersama kesedihan dan dendam membara yang terbawa mati.
Kepala desa tersadar jika Ningsih sudah terlepas nyawanya,dia kebingungan mau bagaimana membuang mayatnya.Tiba tiba dia terpikir dengan menggantung tubuh Ningsih dipohon angkar dan menguliti tubuh Ningsih.Setelah menguliti dan menggantung tubuh Ningsih kepala desa menancapkan tusuk konde kekepala Ningsih.
__ADS_1
Malam yang sunyi dan gelap gulita tak ada orang satupun hanya ada satu saksi bisu yaitu pohon angkar sang ibu pengganti untuk Ningsih.Bunga berterbangan dan tiba tiba tembang yang selalu dinyanyikan Ningsih terdengar sayup sayup begitu pilu memilukkan jiwa seolah-olah rasa sakit hati yang Ningsih rasakan juga terbagi untuk yang mendengarnya...
flashback selesai..