
Sonya regan dan jos segera pulang namun mereka tetap saja akhirnya kembali menginap divilla diatas gunung karena kelelahan mereka meninggalkan rumah kakek ningsih karena mereka tak tau kemana perginya kakek tua itu.
Sonya segera mandi sedangkan jos dan regan sudah mandi dari awal datang mereka berdua sibuk dengan benda pipih mereka dan terus stay diikon hijaunya itu.Sonya yang dikamar mandi setelah beres mandinya dia segera menyembuhkan lukannya terasa perih bekas dari serangan serangan setan menjijikan itu.
Sonya segera memakai baju dia memakai baju tidur kimono warna putih dengan pita merah membalut pinggang rampingnya dengan rambut basah yang segera kering karena Sonya menggunakan ilmu gaib nya untuk mengeringkannya,dengan malas Sonya duduk bersandar disofa dan mencoba melihat benda pipihnya dan melihat siaran komedi dengan camilan ringan miliknya berhasil membuat kedua sahabatnya bangun dan segera menyerbu kearahnya Sonya menggelengkan kepala lalu tersenyum melihat kedua sahabatnya ini bertingkah seolah sedang berada didekat orang tuanya.
Regan dan jos menindih paha Sonya dengan kepalanya Sonya hanya bisa tersenyum saja melihat mereka begitu manja padahal kan Sonya juga masih seumuran mereka.
"Son kau tak lelah kah terus berhadapan dengan mistis?" ucap regan
__ADS_1
"Iya kau tak jemu kah dan tak takut aku saja mendengar suara aneh sudah merinding"
"Kalian ini penakut sekali untukku sudah biasa biasa saja"
"Ffft.. dasar"
"Ckck Sonya Sonya" jos menggelengkan kepala.
Jos bangun dan segera pergi kedapur memasak sedangkan regan tertidur disofa Sonya yang menegangkan badannya dibalkon rumah tinggi itu begitu menikmati pemandangan luas yang berhampar kebun bunga dimana mana.
__ADS_1
Sonya duduk dan bergumam...
"Istirahat dulu atuh ah cape.. " Sonya senyum sendiri mengingat kata itu yang terlontar mulut regan.
Sonya duduk dikursi goyang kayu yang begitu nyaman menurutnya Sonya menghirup udara segar bau bunga dari bawah sangat harum menambah kedamaian tempat itu.
Sonya berpikir dia ingin segera menemukan jiwa ibunya yang terpecah dan menghilang entah dimana jiwa ibunya berada sonya ingi. menyatukan jiwa ibunya dan membuatnya bereankarnasi kembali lalu membalas dendam pada orang yang membuat pemberontakan dan membunuh orang orang desa dan juga menghilangkan nyawa ibunya.
Sonya mengepalkan tangan dan bertekad akan segera membalaskan dendam satu desa yang belum terbalaskan hanya dirinya dan ayahnya yang tersisa dan hidup diantara lautan darah dengan berbagai penderitaan dan kepedihan itu, dengan pikirannya saat ini Sonya semakin kesal darahnya mendidih bergejolak dan rasa dendamnya tentu begitu besar.
__ADS_1
Belum juga melampiaskan amarahnya Sonya dipanggil oleh jos dan regan untuk segera makan,sonya segera menuju meja makan dan makan bersama dua sahabatnya itu.Dengan lahap Sonya makan ya kalian tahu Sonya mengeluarkan begitu banyak tenaga wajar sekarang mengisi energi tenaganya dengan makan banyak.
Sehabis makan mereka kembali merebahkan diri dikasur masing masingnya diruangan itu kasur ada tiga dan terpisah kasur kecil dengan kelembutan dan kenyamanan lumayan sudah cukup untuk tempat istirahat mereka bertiga.Hari mulai gelap mereka bertiga sudah lelap dengan mimpinya masing masing.