
Disebuah rumah sederhana dengan taman bunga kecil didepannya.Seorang remaja perempuan berusia 17tahunan duduk diayunan bersama beberapa orang remaja lainnya sedang berbincang.
"Hey kamu tau tidak katanya desa sebrang itu dulu ada pembantaian masal yah?"ucap gadis berambut keriting yang bernama Joselyn itu sambil menunjuk puing puing yang runtuh disebrang sungai itu.
"Oh katanya ada dua orang yang selamat tapi tak tau itu siapa.. "jawab Regan remaja pria bertubuh tinggi berkulit putih ditambah rambut kuning itu menjawab pertanyaan Joselyn.
"Sudah sudah jangan bahas lagi desa bunga darah itu.. oh iya lagian aku lebih penasaran dengan rumah yang banyak bunga kambojanya itu.. "ucap Sonya.
Mata jos dan regan langsung mengikuti tunjukan jari dari Sonya.Mereka tertegun sejenak karena yang mereka tau rumah itu sudah tak berpenghuni lagi.
"Hey maksudmu rumah kosong bekas nyonya merah yah?" jos kata.
"Iya itu bekas nyonya merah remaja yang bunuh diri iyakan?"tambah regan
__ADS_1
"Bunuh diri?kalian yakin nyonya merah itu bunuh diri? aku tak yakin.. "ucap Sonya.
"Memangnya kamu udah komunikasi dengan hantunya?"tanya jos
Regan bergidik ketika jos berkata soal hantu meski dia bertubuh kekar jika urusan mistis regan selalu malas membahasnya.Jos dan regan adalah teman Sonya sejak umur 3tahun,dulu Sonya dibawa pergi kedesa sekarang ini desa bangunkarya setelah kejadian pembantaian didesa kelahirannya desa bunga yang sekarang sering dibilang desa bunga darah.
Sonya mengerutkan alisnya....
"Aku hanya merasakan hawa dendam yang begitu besar tersembunyi mungkin ada rahasia misteri dirumah itu,itu mungkin hanya hal kecil yang mampu ku tangani.. "
"Hey sudahlah jangan bahas tentang mistis ngeri sekali aku dengarnya.."regan bergidik.
"Ngomong ngomong nanti sore sepertinya aku akan mampir ke rumah itu aku ingin liat ada apa saja disana... "ucap Sonya sembari berlalu.
__ADS_1
Regan dan jos hanya saling pandang dan mengangkat bahu mereka,mereka sudah terbiasa dengan sifat kepo dan ikut andil mistis Sonya sudah menjadi hal biasa baginya.Regan dan jos mengikuti Sonya pergi kedalam rumah mereka duduk diruang tamu.Sonya pergi ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan,saat Sonya akan menutup kulkas tiba tiba sebuah tangan putih pucat menggapai pundak Sonya.Sonya membalikan badan melihat sosok yang memegang pundaknya dengan tatapan dingin Sonya yang begitu biasa sosok itu terperangah.
"K-kamu kenapa tidak takut aku?"ucap sosok itu.
"Jangan pernah menyentuhku sembarangan lagi kamu ini hantu gembel sudah kucel dekil bau pula".
"A-apa? sikap apa itu kenapa malah membuatku begitu kesalah! "teriak sosok itu.
Sonya melirik sosok itu dengan tatapan malas Sonya mendengus kesal.Sonya sangat tidak suka dengan para hantu muncul seenaknya dan menampakan muka dan fashion kucel menjijikan mereka.Hantu perempuan yang didepan Sonya tiba tiba menghilang sepertinya dia kesal dengan reaksi dari Sonya yang tak ada takut takutnya pada hantu.Sonya terhenyak ketika ada bunga kamboja putih berserakan didekat pintu dapur.Sonya berjalan perlahan dan memungut bunga itu,sonya menggenggam bunga itu dan menciumnya..
"Dia meminta tolong?sepertinya benar ada yang janggal dikasus bunuh diri perempuan ini apalagi kasusnya tak diselidiki dengan lanjut seperti ditutupi begitu saja oleh seseorang,menarik!semakin banyak tantangan semakin seru.. " gumam Sonya.
Bunga kamboja itu menghilang seketika semerbak bau nya menyebar keruangan Sonya mendengus dan tersenyum kecil dia tak peduli dengan permintaan hantu itu yang ingin cepat cepat diurus.Baginya ngumpul bersama sahabatnya sambil makan popcorn dan minum minum ditambah nonton film itu lebih penting.Sonya berlalu ke ruang tamu.
__ADS_1
Mereka bertiga sibuk dengan acaranya sampai Tak sadar disebrang jalan dirumah kosong itu tiba tiba ada lengkingan dan jerit tangis wanita seperti sedang disiksa.Bunga kamboja putih tiba tiba berjatuhan dari langit memenuhi rumah itu bau amis memenuhi pekarangan rumah itu.Tiba tiba suasana kembali berubah sekejap seperti sedang menonton film saja bunga yang tadi berserakan hilang tanpa bekas sedikitpun.