
Sonya segera terlelap karena malam mulai larut...
Pagi harinya Sonya terbangun dan segera mandi,saat mandi Sonya dipermainkan oleh setan wanita gundul.Sonya hanya tersenyum saja dia tau setan wanita gundul hanyalah setan kecil yang amatir menakuti dan mencelakai musuhnya dengan trik trik kecil.Bagi Sonya itu bukan apa apa mungkin dimasa mendatang akan banyak menemui para setan yang lebih kuat lagi untuk saat ini dia harus melatih kekuatan supernatural nya dulu Sampai memcapai tingkat Penguasa segalanya.Sonya segera membereskan permainan menjijikan setan wanita gundul itu, Sonya segera mandi dan memakai bajunya.Sonya memakai kaos panjang yang langgar dan jeans putihnya rambutnya dia ikat dengan kencang dia malas dengan rambut tergerainya itu membuatnya agak terganggu.
Ayahnya didapur sedang menyiapkan beberapa makanan untuk sarapan namun bagi Sonya itu adalah hal membosankan karena jika Sonya yang memasak dia hanya tinggal duduk lalu menjetikkan jarinya dannnn... akhirnya makanan pun siap.
"Ayah,ayah duduk saja diruang makan biar Sonya yang memasak untuk ayah"
"Jangan nanti tanganmu bisa kotor,duduklah dulu sebentar lagi makanan siap"
__ADS_1
"Ayah apakah ayah tak mau anakmu ini bisa memasak?lalu mengandalkan ayahnya setiap hari dan membuat ayah seperti pembantu?"ucap sonya
Ayahnya tertegun lalu dia melepaskan celemek dan menunda pekerjanya,dia mencuci tangan dan segera mengeringkan tangannya.Tangannya menggapai kepala Sonya dan mengelusnya perlahan..
"Baiklah gadis ayah sudah besar dan mempunyai keinginannya jadi ayah serahkan saja dapur ini untuk gadisku.. "kata ayah sambil terkekeh
Sonya tersenyum senang ayahnya sudah tua tapi tetap saja bisa membuat Sonya tersenyum dan terhibur dengan senyuman dan tawanya.
Sonya pergi kearah belakang rumah untuk menuju gudang ditaman,dia ingin mengambil ember dan gayung untuk mrnyiram tanaman.Ketika sampai digudang tiba tiba pintu terkunci dengan suara bantingan yang kencang.Sonya hanya tersenyum geli dengan kelakuan setan wanita gundul itu, ketika hendak mengambil ember kaki setan wanita gundul itu menginjak kepala Sonya.
__ADS_1
Sonya yang benci dengan perbuatan seperti itupun mukanya memerah,matanya yang hitam berubah menjadi merah menyala seakan akan itu adalah darah mendidih layaknya serigala lapar yang mulai menerkam mangsanya.Kuku Sonya memanjang dan cahaya berbagai warna mendominasi Sonya layaknya dewa penguasa kematian turun dari langit dan akan mencabik cabik targetnya.
Setan wanita gundul itu terkejut dengan kemarahan dan perubahan Sonya dia begitu menyesal dengan perbuatanya melawan gadis gaib dan mempermainkannya.
Sonya membaca mantra lalu muncul rantai dari dalam tanah dan mulai mengikat kaki dan merambat keseluruh tubuhnya setan wanita gundul.Setan wanita gundul mengerahkan segala kekuatanya tetapi yang ada kekuatanya terhisap habis oleh rantai.
Tetapi ketika tubuhnya akan melebur Sonya kembali tenang dan melepaskan rantainya yang membelenggu erat tubuh setan wanita gundul itu.Dia juga kasihan dengan kisah dan kematian nya setan wanita gundul,sonya membuka gerbang pintu reankarnasi dan memilih roh suci milik setan wanita gundul dan meleyapkan roh dendam sesat yang tak bisa dimaafkan semua perbuatannya.
Ditempat lain ayahnya Nona merah yang sedang duduk santai bersam empat wanita muda itu tiba tiba tubuhnya meleleh dan terbakar dengan sadis para wanita itu terkena cairan dari tua bangka itu lalu meleleh bersama tua bangka itu setiap perbuatan akan dibalas dan ada karmanya jadi jangan gegabah dengan segala tindakkan dan perbuatan yang dilakukan, apa yang ditaman itu yang kita tuai.
__ADS_1
Sonya dihampiri dengan Nona merah dan diberikan sejumput benih bunga kamboja putih,nona merah sangatlah berterima kasih pada Sonya karena sudah membebaskannya dan membantunya apalagi ditambah untuk bisa berreankarnasi Nona merah sangat berterima kasih dia tak mampu berkata apapun lagi hanya bisa mengucapkan akan membalas budi dikehidupan selanjutnya.
Sonya tersenyum bahagia kisah misteri Nona merah sudah selesai tanpa mengotori tangannya.Sonya bergegas bekerja lagi dan melupakan dulu tentang hal gaib..