
Sonya mencoba menetralkan mantra nya dia mencoba untuk terus mengikat roh ningsih dan membawanya kesini butuh perjuangan yang sedikit menghabiskan waktu untuk bisa menarik dan melepaskan rantai jerat gelap yang dipasang itu,kini disamping sonya berdiri seorang ningsih dengan kebaya berlumuran darah bau amis semerbak menuju lubang hidung sonya.Sonya sedikit berdecak karena kesal dengan penampilan hantu satu ini yang dikiranya akan menyeramkan nyatanya dimata sonya hanya hantu kecil yang menyebalkan dengan dandanan yang sosoan sangat menyeramkan.
Sonya dan Ningsih memperhatikan acara tumbal itu sampai selesai,setelah selesai kedua pria gila itu segera bersujud dan memohon pada setan itu.Setan itu menggeram dan mengeluarkan sebuah kristal dan pedang lalu memberikannya pada kepala desa,dia kemudian merogoh kedalam mulutnya dan mengeluarkan sebuah jimat delima merah dengan sinar dan hawa spritual gaib yang begitu kuat mencekam roh ningsih hampir hilang terbakar jika tidak segera diberi penghalang surga oleh sonya.
Saat dua laki laki gila itu selesai memuja pada setan itu mereka segera membersihkan tempat kejadian tumbal itu lalu setan yang mengerikan itu duduk diatas kursi ritual layaknya seorang raja yang sudah menemui suatu peperangan yang dimenangkan dengan mudah penuh senyum licik dan kebengisan yang luar biasa.
__ADS_1
Ningsih tak bisa menahan rasa dendam dan emosi yang begitu kuat dia memecahkan dinding kaca penghalang surga dan segera menyerang sang kepala desa.Sonya terkejut dengan kelakuan Ningsih yang menghancurkan semua rencananya begitu saja.Sonya segera berlari dan membaca mantra aji halimunan dan memperkuat dirinya.
Tiba tiba setan yang duduk dikursi ritual menghantam kepala sonya yah karena aji halimunan hanya bisa menutupi penglihatan setan berkelas rendah sonya lupa itu.Darah mengucur dari pelipis sonya,sonya mencoba terbang dan membaca mantra kuno gaib pencipta dunia setan. Saat selesai membaca kini mereka berlima telah masuk ke sebuah lapangan dengan dinding dan sekelilingnya tak ada lubang sedikitpun sonya tersenyum sedangkan kepala desa dan dukun itu sedikit gugup dan kaget.
Saat setan itu bermutasi untuk mengeluarkan dan mengerahkan semua kekuatanya lalu menyerap jiwa dan kekuatan si dukun dengan sekali hisap dukun itu mati kering layaknya mayit yang sudah bertahun tahun lamanya.Setan itu kini menjadi semakin menjijikan dan bentuknya tak karuan saat akan menyerang sonya dia sudah terlambat sonya sudah menjadi dewa kematian untuknya.
__ADS_1
Rambut panjang sonya terkibas angin dengan kencang matanya merah taring yang tajam muncul serta kuku panjang dan sebuah sinar merah yang berubah menjadi sebuah pedang besar malaikat penabut nyawa muncul sonya dengan mode dewa kematian muncul semuanya sudah terlambat.
Kepala desa yang kini sudah tak ada dukungan dari siapapun kalah oleh Ningsih dengan tancapan kristal dimata kanannya dan pedang menembus mulutnya dan masuk ketubuhnya senjata makan tuan Ningsih tersenyum dengan bangga.Sedangkan pertarungan antara setan menjijikan dengan sonya berlangsung dengan begitu lama saling hantam saling tusuk sonya sudah berlumuran darah pinggang dahi dan kakinya sudah terkena serangan gaib setan itu.Sonya mulai kesal dan menumpukkan semua aji setan angkara dengan murka sonya melemparkan pedang pencabut nyawanya dengan sebuah cahaya merah yang menyilaukan dengan berkombinasi oleh kekuatan gaib yang begitu kuat saat setan itu ingin melawan semuanya sudah terlambat akhirnya setan itu pecah berkeping keping dengan jiwanya yang hancur dan tak bisa berreankarnasi lagi.
Kini Ningsih berubah dengan mode cantik gaib nya dia tersenyum dan memeluk sonya lalu berterima kasih Ningsih memberikan tusuk konde dengan hiasan bunga angkar yang indah tak lupa dengab ukiran pohon angkar yang dikelilingi naga sonya tersenyum dan menerima hadiah dari Ningsih.Dengan ini dinyatakan bahwa dendam Ningsih dan derita roh para gadis penari sudah terbalaskan dan terlampiaskan.
__ADS_1