
Tiba-tiba saat Sonya masuk kedalam lubang hitam itu dia tak sadarkan diri namun seketika...
"Uh!..aku dimana"
__ADS_1
Tembok putih serta langit langit yang putih seputih salju, bau obat semerbak memenuhi seisi ruangan segiempat itu.Sonya tersadar dan terbangun badannya terasa begitu kaku dan pegal pegal saat merenggangkan badannya Sonya terkejut dengan suara pintu yang terbuka dan......
"Prang!... "
__ADS_1
Sebuah mangkok dan alat makan yang terbuat dari kaca tebal itu tumpah dan pecah begitu saja bagaikan sebuah drama empat pasang mata itu membulat besar dari sudut matanya ada buliran airmata begitu bening.Badan yang bergetar begitu hebat seolah tak percaya apa yang dilihatnya itu segera berlari dan memeluk erat sahabatnya yang telah lama tak sadarkan diri sudah dua tahun berlalu sonya terbaring layaknya mayat yang siap dimakamkam.
Sonya juga tersadar akan dirinya yang harus kuat ini untuk bisa melawan mati-matian bahkan mungkin nyawanya taruhannya itu, untuk melawan musuh bebuyutan terkuatnya itu dengan cara apapun.Namun Sonya kembali terpikir bagaimana mencari tau siapa musuhnya yang sebenarnya dan sekuat apa bahkan sampai memiliki bunga penghancur jiwa dan Sonya dibuat merinding karena musuhnya itu terniat sekali merebut keluasanya dengan cara apapun sampai cara licik dan kotorpun dilakukannya.
__ADS_1
Tetapi jika dipikir lagi tak peduli jika jiwa dirinya hancur lebur dan tak bisa bereankarnasi lagi asalkan satu tujuan dan harapannya satu-satunya yaitu menghancurkan musuh sisi gelap yang menggeroti sedikit demi sedikit menghancurkan keseimbangan dan menelan kebaikan itu terwujud rasanya sonya puas akan hasilnya.Dan mungkin pengorbanannya akan menjadi berharga dan bernilai untuk semua mahluk hidup.Untuk dirinya sekarang yang bereankarnasi yang kedua kalinya ini Sonya tak akan pernah membiarkan siapapun menghancurkan kedamaian ketenangan serta keseimbangan dunia jagat raya ini.Dan takkan pernah membiarkan dunia gelap menguasai martabat dan tahta keadilan untuk dunia.
Sonya mengelap airmatanya dan tersenyum simpul dan kembali memeluk erat tubuh kedua sahabatnya itu dengan penuh rasa bahagia.Tak akan pernah sonya menyia-nyiakan nyawanya untuk hal tak penting.Tak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh sehelai rambutpun apalagi menyentuh kulitnya sampai terluka orang yang sonya cintai dan sayangi adalah sebuah telur yang dijaga.
__ADS_1