
Tidak ada persahabatan murni antara perempuan dan laki-laki, pasti salah satu dari mereka mempunyai perasaan lebih terhadap satu sama lainnya, itulah yang sedang terjadi di antara sepasang bocah remaja yang sebentar lagi akan lulus dari senior high school dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,
berawal dari sebuah paksaan karena orang tua mereka adalah teman seperjuangan, berakhir dengan saling tak terpisahkan, tidak ada yang tidak tahu tentang kebiasaan masing-masing, mereka sudah sangat hafal seolah-olah itu adalah makanan mereka sehari-hari,
manis dan dengki, itulah gambaran perasaan orang-orang disekitar mereka terhadap hubungan mereka berdua, siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa kalau tuhan begitu tidak adilnya kepada mereka, sepasang orang tua yang harmonis, kekayaan yang berlimpah, tampan dan cantik, semua impian setiap orang sudah di rampas oleh mereka berdua, walaupun begitu, mereka tidak pernah memendam perasaan benci sedikit pun kepada dua sejoli yang selalu terlihat bahagia itu, alasannya simpel sekali, mereka baik hati dan tidak pernah membeda-bedakan status sosial, karenanya, dua sejoli itu selalu dikelilingi oleh banyak orang.
***
...Lover 1...
__ADS_1
Seperti di sengaja, entah kenapa setiap hari Senin matahari selalu bersinar dengan terangnya, karena sinarnya yang tak kunjung redup, berhasil membuat seorang gadis berulang kali mengibas-ngibaskan tangannya untuk mendapatkan sedikit hawa dingin dari gerakan tangannya tersebut, rambut yang tadinya gadis itu gerai, kini ikatan asalanlah yang menghiasi kepala mungil itu, topi kebesaran yang biasanya ia eluhkan, kini rasa syukurlah yang sedari tadi gadis itu panjatkan, karena benda tersebut, wajah mungilnya itu bisa terlindungi dari teriknya sinar matahari,
Rasa pegal mulai terasa di kedua kaki jenjangnya, sudah 40 menit upacara sakral di depannya berlangsung, bahkan telinganya sudah gatal mendengarkan ocehan pembina upacara didepan sana yang sedari tadi tak kunjung juga selesai, entah apa yang sedang disampaikan guru dengan kepala plontos dan perut buncit itu, ia terlalu malas mendengarkan karena ujung-ujungnya ia akan melupakannya juga,
sepertinya bukan hanya dirinya sajalah yang merasa kalau upacara ini terlalu menyiksa jiwa dan raga, karena samar-samar telinganya bisa mendengar gerutuan-gerutuan pelan atau sumpah serapah yang keluar dari mulut para siswa-siswi yang untung saja jauh dari tempat para guru berbaris, jika saja para guru galak itu mendengarnya, sudah dipastikan mereka akan ikut berbaris di samping pembina upacara itu, betapa memalukannya jika sampai hal itu terjadi, tapi mungkin itu hanya berlaku jika dirinya yang ada di posisi itu, ia yakin para siswa itu malah merasa kesenangan jika berbaris di depan sana,
Saat gadis itu sedang sibuk menggerutu dan sibuk menyembunyikan wajahnya dari paparan sang surya, sosok bertubuh tinggi dan tegap datang entah darimana, karena kedatangan sosok itu, membuat jeritan-jeritan kecil keluar dari mulut para siswi-siswi disekitarnya, tapi gadis yang masih sibuk menggerutu itu tak kunjung juga menyadari kehadiran sosok tersebut walaupun keadaan jadi lebih berisik dari biasanya, sampai bayangan yang dihasilkan sosok itu berhasil membuat gadis itu mendongakkan kepalanya yang semula ia tundukkan, rasa terkejut dan panikpun tidak bisa gadis itu sembunyikan begitu tau siapa sosok yang berdiri di sampingnya,
" Aezar?!!, Apa yang kau lakukan disini, kembali ke barisan mu, cepat sana!! " Usir gadis itu sembari mengibas-ngibaskan tangannya seperti sedang mengusir seekor ayam, bukannya menuruti ucapannya, laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut hitam legamnya itu malah semakin mendekatkan tubuhnya kearahnya, yang mana membuat gadis dengan rambut acak-acakannya itu hampir saja menggeplak bahu yang lebih tinggi darinya itu, " nanti ketahuan!!, kau mau dihukum?! " Lanjutnya sambil mencoba untuk tetap terlihat tenang, padahal didalam sana, jantungnya sudah seperti mau melompat keluar dari tempatnya,
__ADS_1
" Tidak akan "
" Lihat saja nanti " ucapnya sembari mulai memperhatikan isi siraham rohani pembina upacara di depan sana, ia tidak perlu repot-repot menyembunyikan dirinya lagi karena tubuh tinggi dan tegap di sampingnya itu sudah lebih dari cukup untuk menutupi tubuhnya dari sengatan sinar matahari, sebuah senyuman manis tidak bisa gadis itu tahan saat tahu apa tujuan laki-laki itu menghampirinya, dengan berani ia genggam tangan yang ukurannya mungkin 2kali lipat dari miliknya itu sambil tetap menghadap ke arah depan, ia semakin tersenyum manis saat mendapat sebuah balasan dari tangan kekar itu, untung saja dirinya tinggi, jadi tidak ada yang akan tahu tentang apa yang sedang dilakukannya sekarang, karena ia mendapat barisan paling belakang,
Aeleasha azalea dan aezar ganindra, itulah nama sepasang couple goals yang selalu di dambakan oleh setiap orang, akhir Juli ini hubungan mereka akan menginjak usia 3 tahun, dan sebentar lagi mereka juga akan lulus dari sekolah menengah atas ini yang juga menjadi saksi kisah cinta sepasang bocah yang sedang di mabuk kasmaran itu, aeleasha azalea, gadis berambut hitam legam dengan sepasang manik berwarna cokelat keemasan itu memiliki kepribadian periang dan suka berbaur, berbeda sekali dengan laki-laki yang sudah 10 tahun bersamanya itu, aezar ganindra, sepasang manik berwarna hitam legam ditambah dengan tinggi badannya yang diatas rata-rata penduduk pribumi itu menjadi ciri khasnya selama ini, bukan hanya karena tinggi badan, tapi wajahnya juga sangat tampan sehingga mudah dikenali oleh banyak orang terutama para siswi-siswi di SMA Garuda ini, selain itu, ia juga cucu pemilik sekolah internasional ini, yang mana membuatnya semakin terkenal dan juga disegani oleh sebagian orang, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti dari pria pemilik manik hitam legam itu, ia baik dan juga suka membantu jika ada yang membutuhkan, tapi karena sifat sedikit bicara dan wajah datarnya itu, membuat para siswa dan siswi menjadi segan walau untuk sekedar mengajak bicara kepadanya.
Akhirnya upacara sakral yang sedari tadi aeleasha tunggu-tunggu selesai, dengan langkah lebar ia mulai berjalan meninggalkan lapangan upacara sambil tetap menggenggam erat tangan kekar di genggamannya, ia tidak berniat melepaskannya karena kelas mereka bersebelahan, lagipula semua orang juga sudah tahu tentang hubungan mereka berdua, jadi tidak ada alasan bagi aeleasha untuk menyembunyikannya,
" Seharusnya aku yang di depan " ucap aezar sambil mempercepat langkahnya agar ia bisa berada didepan gadis berambut acak-acakan itu, bukannya terlihat jelek, justru penampilan seorang aeleasha Azalea terlihat semakin cantik di kedua manik hitam legamnya, mungkin ini yang disebut kebanyakan orang sebagai the power of love, " jangan tidur di kelas, aku akan menjemputmu nanti, selamat belajar "
__ADS_1