
" ae, jadi kau sudah menyiapkan gaun pesta untuk prom night bulan depan? " Tanya Rachel, sahabat satu-satunya yang aeleasha punya sejak ia duduk di bangku kelas 10, bukan karena dirinya yang tidak mau berteman, banyak teman yang ia punya, tapi hanya satu yang ia anggap sebagai sahabat dan hanya satu pula yang membuatnya merasa nyaman saat mengobrol atau menghabiskan waktu bersama,
" Namaku aeleasha bukan ae, kebiasaan deh...perasaan kemarin kau sudah menanyakan ini, baiklah akan aku jawab sekali lagi... Awas kalau masih nanya-nanya setelah ini, belum...aku belum menyiapkan gaunnya, oke " jawab aeleasha sambil mencoba menahan perasaan kesalnya karena sahabatnya itu memang suka sekali menguji batas kesabarannya,
" Hhhe....maafken, ini yang terakhir...janji "
Prom night ( malam perpisahan ), acara yang biasanya diselenggarakan oleh sekolah untuk siswa-siswi menengah ke atas atau mahasiswa, untuk merayakan kelulusan, seperti yang dibilang Rachel tadi, acara itu akan diselenggarakan bulan depan, yang juga berarti bahwa ia dan semua siswa siswi kelas 12 telah melewati segala riwehnya dan pusingnya ujian-ujian dan tes, dan upacara tadi menjadi upacara terakhirnya sebagai murid SMA Garuda ini, sekarang tinggal hari santainya para siswa dan siswi sambil menunggu datangnya hari kelulusan,
Setelah pembahasan mengenai acara prom night yang entah sudah berapa kali sahabatnya itu bahas, akhirnya aeleasha bisa melanjutkan kembali menyeruput kuah bakso yang tinggal setengah itu, rasa hangat sekaligus pedas yang masuk ke dalam tenggorokannya, menjadi perpaduan sempurna yang membuat aeleasha tidak mau berhenti menyeruputnya, sedangkan rachel yang melihat bagaimana rakusnya sahabatnya itu, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya maklum, karena sedari dulu gadis itu memang sudah terkenal dengan julukan maniak bakso, " dasar orang kaya aneh " ucap batinnya,
" kemarikan mangkoknya, aezar datang!! " Ucap panik rachel saat melihat sosok bertubuh tinggi dan tegap sedang berjalan kearah meja mereka, " huuft "
" Aeleasha azalea, kau tidak makan bakso lagikan "
" Ten-tentu saja tidak, lihat..aku makan nasi goreng " bohong aeleasha sembari menunjukkan sepiring nasi goreng milik Rachel yang untung saja tadi sahabatnya itu dengan sigap menukar mangkok bakso miliknya dengan makanan paling enak sedunia menurut CNN itu, untuk semakin meyakinkan laki-laki yang ada di depannya, dengan santainya aeleasha makan nasi goreng itu dengan perasaan bersalahnya, " maafkan aku Rachel, akan aku belikan lagi untukmu " jerit batinnya, " katanya tadi mau menjemputku... Kemana tadi...kenapa baru datang ke kantin? " Tanya aeleasha penasaran sembari mencoba mengalihkan pembicaraan,
__ADS_1
Tidak seperti biasanya yang langsung dijawab oleh laki-laki pemilik manik hitam legam itu, kini hanya keheningan yang menjawabnya, membuat aeleasha refleks menoleh ke arah samping ke tempat laki-laki itu duduk, melihat wajah yang biasanya terlihat datar itu semakin datar, membuat aeleasha langsung tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan laki-laki itu, " ada apa? Apa terjadi sesuatu? "
" Mmm...tidak papa..hanya saja, nanti aku tidak bisa mengantarmu pulang, ada sesuatu yang harus aku lakukan...tidak papakan "
" Ya ampun aezar...ku kira ada apa, tenang saja, nanti aku bisa minta supir menjemputku "
" Baiklah...aku senang mendengarnya "
Bohong, aeleasha tahu kalau aezar baru saja berbohong, bukan satu tahun dua tahun ia mengenal laki-laki itu, ia sudah sangat hafal dengan semua perilaku dan kebiasaan laki-laki tersebut, pasti ada sesuatu yang terjadi, " mungkin bukan sesuatu yang besar " pikirnya, karena sudah terlanjur memakan nasi goreng di depannya ini, aeleasha pun tanpa rasa bersalahnya mulai memakannya lagi hingga hampir tinggal setengah, ia lirik sahabatnya itu yang sedang sibuk bercanda dengan kedua sahabat pacarnya, Daniel dan Rafael, sedangkan laki-laki yang duduk disampingnya, dia hanya terdiam sambil menatap objek kosong di depannya,
***
***
" Bi, mama kemana " tanya aeleasha pada salah satu bibi yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di rumahnya,
__ADS_1
" nyonya sedang keluar non, katanya s tadi mau belanja "
" Oooh " sahutnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, tak lupa juga salah satu tangannya ia gunakan untuk menyomot sebuah apel dari atas meja makan, merasa puas dengan jawaban bibi maria, aeleasha pun melanjutkan kembali petualangan nya dirumahnya sendiri sembari memakan apel di tangannya,
***
Lagi-lagi hening, hanya ada notifikasi pesan dari Rachel yang memang sengaja ia tidak buka karena menurutnya itu sama sekali tidak penting untuknya, yang lebih parahnya lagi, pesan yang ia kirim tadi siang bahkan sama sekali belum tersentuh oleh laki-laki itu, merasa sudah tidak sabar lagi, aeleasha pun dengan sigap menelpon laki-laki yang belakangan ini selalu bertingkah aneh dan menyebalkan,
Tuuut
Tuuut
Tuuut
" Haish, kemana s dia " dumelnya lirih sembari *******-***** boneka beruang berwarna cokelat di tangannya sebagai pelampiasan rasa kesalnya,
__ADS_1
Sudah 3 kali aeleasha mencoba menelpon laki-laki itu, tapi lagi-lagi hanya terdengar suara operator yang menyahutinya, tak kunjung juga mendapatkan sebuah balasan, aeleasha akhirnya lebih memilih untuk menyerah, ia benamkan wajahnya pada bantal empuk kesayangannya yang selalu menemaninya tidur itu, lalu ia pejamkan kedua manik cokelat keemasannya, berharap dalam beberapa menit kemudian, ia sudah masuk dan mulai menjelajah di alam mimpinya, benar saja, karena tak lama kemudian, terdengar suara dengkuran halus yang menjadi pertanda bahwa sang empunya benar-benar sudah tertidur dengan pulasnya,