Stockholm Lover

Stockholm Lover
lover 15


__ADS_3

" kepada bapak Kenzie devanka yang terhormat... anda telat " ketus aeleasha saat laki-laki yang baru menginjak usia kepala 4 itu baru datang saat dirinya sudah selesai melakukan berbagai macam ***** bengek acara wisuda, untung saja ayah satu anak itu tidak melewatkan acara terakhirnya, yaitu pemberian penghargaan untuk siswa dan siswi berprestasi, aeleasha yakin ia akan berada di barisan itu walaupun bukan berada di peringkat pertama, mengingat 2 tahun terakhir ia selalu mendapat peringkat paralel bersama pemilik manik hitam legam di sebelahnya, inilah fakta yang membuat aeleasha sedikit insecure, kebanyakan pasti perempuan yang selalu berada di peringkat pertama, tapi tidak di SMA Garuda ini, pemilik setia peringkat pertama paralel adalah laki-laki di sebelahnya, yaitu seorang aezar ganindra, bukankah sedikit memalukan jika kita kalah dengan kekasih sendiri, yaah tapi itu dulu, waktu mereka masih duduk di kelas 10, sekarang ia sudah terbiasa dan sangat biasa-biasa saja,


" maaf sayang.. macet tadi " sesal papa Kenzie karena melewatkan acara yang begitu berharga bagi putrinya dan juga bagi dirinya, padahal tadi sebenarnya pekerjaannya sudah selesai lebih awal dari waktu yang ia perkirakan, tapi ia harus menelan pil pahit begitu keluar dari perusahaan, puluhan bahkan mungkin ratusan mobil sudah menunggunya untuk ikut bergabung,


" Halah basi deh pa...aeleasha kesel nih " rajuk aeleasha dengan kedua tangan yang sibuk mengendurkan korset penguat kaitan kain jarik di perutnya, padahal perutnya sudah rata begini, tapi mamanya masih saja kekeh memakaikannya kencang-kencang, " ma ini boleh di lepas nggak s " adunya pada sang mama yang sedang sibuk ngrumpi bersama Tante Isabella, aeleasha pun terheran-heran dengan dua wanita itu, apa yang sebenarnya mereka bicarakan hingga menghabiskan waktu selama berjam-jam,


" Halah kamu ini, dulu mama pakai beginian mah keciil, bisa dari pagi sampai pagi, sini mama longgarin, letoy banget jadi cewek "

__ADS_1


" itukan jamannya mamaa..." protes aeleasha tidak terima di bilang cewek letoy, padahal dirinya ini termasuk yang paling kuat di antara teman-teman perempuan di kelasnya, dengan kesal aeleasha balikkan tubuhnya agar mamanya itu bisa menggapai kaitan korsetnya, " ngapain lihat-lihat...papa juga ngapain nggak pindah ke samping aeleasha aja sih " kesalnya lagi saat manik cokelat keemasannya bertemu dengan manik hitam legam di sampingnya, karena posisi tubuhnya yang kini menghadap ke arah laki-laki itu, membuat aeleasha mau tak mau harus melihat wajah tampan di depannya,


" anak papa daritadi ngapain ngomel-ngomel mulu sih, papa kan telat makanya dapetnya kursi di samping aezar, masa papa minta pindah, nggak sopan dong " mendengar jawaban tidak masuk akal dari papanya membuat aeleasha hanya bisa berpasrah dari pada terus berdebat, ia capek juga daritadi marah-marah terus, lagian ini juga bukan kemauannya, salah siapa coba membawa perempuan kurang belaian itu ke acara yang begitu indah ini, salah eazarlah, berkatnya moodnya dibuat naik turun terus,


" eeh ngapain buka-buka jas!! " panik aeleasha saat laki-laki pemilik manik hitam legam di depannya mulai melepas jas hitamnya, padahal suhu di gedung ini terhitung dingin, kalau kepanasan kan nggak mungkin, terus ngapain pake buka-buka segala!!, " aduuh maa!! " keluh aeleasha saat sebuah cubitan kecil ia dapatkan di pinggangnya,


" kamu ini otaknya ngeres banget yaa, anak siapa sih " omel mama glenca dengan kedua tangan yang masih berusaha untuk mengendurkan kaitan korset anak cerewetnya,

__ADS_1


" haduuh kalian ini, malu dilihat tetangga "


" mana ada tetangga paa.. ya kal " belum sempat aeleasha menyelesaikan ucapannya, ia dikagetkan dengan sebuah jas hitam yang tiba-tiba saja sudah menempel di tubuh bagian depannya,


" buat nutupin "


Mak jreeng, begitulah kondisi hati aeleasha saat ini, tubuhnya tiba-tiba saja dibuat membeku dan ia merasa seperti ada sesuatu di tenggorakannya hingga membuatnya kesulitan bernafas,

__ADS_1


" naah kan, aezar itu anak baik-baik, kamu aja yang ngeresan "


Dengan sigap aeleasha balikkan kembali tubuhnya ke posisi semula setelah mamanya berhasil mengendurkan korsetnya, tak lupa jas hitam milik laki-laki itu ia kembalikan dengan ucapan terimakasih sebagai imbalannya, saat ia sedang mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa saltingnya, manik cokelat keemasan nya tak sengaja bertemu dengan manik cokelat milik gadis berambut hitam legam sepunggung di ujung sana, sebuah senyuman manis langsung ia berikan pada gadis bernama fiona itu saat maniknya dapat menangkap dengan jelas ekspresi kesal di wajahnya " ututu kasian di cuekin " ucap batinnya kesenangan.


__ADS_2