Stockholm Lover

Stockholm Lover
lover 5


__ADS_3

" haiii " sapanya ceria sembari sesekali melirik ke arah perempuan yang berdiri tepat di belakang kekasihnya,


" Kenapa sendirian...seharusnya kau menghubungiku " pertanyaan yang sebenarnya menohok dirinya sendiri refleks keluar dari mulut aezar karena ia terlalu kaget saat melihat kekasihnya itu, ia sadar betul seharusnya ia tidak menanyakan pertanyaan itu karena ia tahu dirinyalah yang selalu menolak ajakan gadis pemilik netra cokelat keemasan itu, melihat pancaran penasaran yang berasal dari manik didepannya membuatnya mau tak mau memperkenalkan gadis yang masih setia berdiri di belakangnya itu,


" Ini Fiona, dia teman masa kecilku yang baru saja datang ke Indonesia setelah 10 tahun menetap di korea " ucap aezar mencoba setenang mungkin, rasanya ia seperti sedang terpergok selingkuh di hadapan pacarnya sendiri.


Ia dibuat bernafas lega saat melihat wajah ceria yang di tunjukkan gadis pemilik netra cokelat keemasan itu, wajah cerianya seolah-olah mengatakan bahwa ia mempercayai semua ucapannya barusan,


" Haiii..senang bertemu denganmu, aku aeleasha " sapanya seramah mungkin sembari mengulurkan tangan kanannya sebagai tanda perkenalan, tapi sepertinya usaha ramah tamahnya sia-sia, jangankan sebuah balasan, kata hai saja tidak keluar dari mulut gadis bernama Fiona itu, tak kunjung mendapat balasan, akhirnya aeleasha menurunkan kembali tangannya sambil tersenyum canggung, " mungkin dia tidak tahu bahasa Indonesia " pikirnya,


" Fiona kemarilah " mendengar nada halus yang keluar dari mulut aezar saat menyuruh gadis bernama Fiona itu untuk duduk di depan kursinya membuat aeleasha sedikit terkejut, biasanya laki-laki itu selalu bersikap dingin kepada semua perempuan selain dirinya dan juga mamanya, tapi mungkin karena fiona adalah teman masa kecilnya, jadi aezar merasa nyaman saat berada di dekatnya,


Saking fokusnya memperhatikan interaksi dua orang di depannya, aeleasha sampai melupakan kue-kue manis yang baru saja ia makan sedikit itu, sekarang ia bingung bagaimana caranya ia bisa menyembunyikan kue-kue itu agar tidak ketahuan laki-laki yang masih sibuk mengurus perempuan yang ia yakin usianya sama dengannya layaknya seorang bayi, ia juga dibuat terheran-heran dengan sikap yang kelewat lebay itu, oke lupakan tentang lebay, kembali ke aeleasha, pasalnya aezar tidak suka ia mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dengan dalih melewatkan acara makan siang, laki-laki itu sudah hafal betul dengan kebiasaan buruknya yang satu itu,


Tapi sepertinya ia terlalu mengkhawatirkan dirinya sendiri, aezar bahkan langsung pergi ke arah kasir meninggalkan dirinya bersama Fiona, melihat semua itu membuat hati kecilnya ingin sekali mengumpat, mengumpati situasi dan kondisi dirinya saat ini, terutama mengumpati perubahan sikap kekasihnya itu,

__ADS_1


Hanya suara dengungan AC yang menyelimuti kami berdua, aeleasha terlalu malas walau sekedar hanya untuk berbasa basi, ia sudah dibuat kesal duluan dengan gadis yang sedari tadi menghadap ke arah jendela mengabaikan dirinya seolah-olah ia tidak ada,


Keheningan itu sirna ketika laki-laki pemilik manik hitam legam datang dengan nampan berisi kue strawberry di kedua tangannya, yang lebih menyebalkannya lagi, ekspresi datar gadis bernama Fiona itu langsung berubah menjadi ceria ditambah dengan senyuman manisnya yang menurut aeleasha malah terlihat creepy, " what the heck " gumamnya selirih mungkin agar tidak ada yang bisa mendengar suaranya, tapi sepertinya usahanya sia-sia, terbukti dari tatapan tajam sepasang manik hitam legam yang langsung tertuju padanya, jika biasanya ia akan takut, tapi kali ini perasaan takut bahkan sama sekali tidak terlintas di hatinya, yang ia rasakan sekarang adalah, puas, lagi pula sepertinya bukan dirinya yang salah disini, jadi untuk apa ia takut,


Ia tidak tahu sebenarnya siapa dirinya disini, apakah ia seorang pacar seseorang, atau seorang nyamuk penganggu hubungan orang, mungkin pergi lebih baik daripada hanya hahuhahu sambil melihat keluar kaca, " aku pulang " pamitnya tanpa mau repot-repot menoleh kearah dua sejoli itu, tapi belum sempat ia melangkah, langkahnya harus terhenti karena ada tangan kekar yang menahan tangannya, karena tarikan itu pula kepalanya refleks menoleh kearah sang penarik, bukannya merasa senang, aeleasha malah merasa ini sebuah penghinaan baginya, lagipula perempuan mana yang mau dalam situasi seperti ini, ia seperti sedang menyaksikan kekasihnya sendiri selingkuh di depan matanya dan ia dengan senang hati mengizinkannya,


entah kekuatan darimana, aeleasha dengan mudah lepas dari cengkraman tangan kekar itu kemudian bergegas melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti tadi,


" Aezar kuenya enaak "


" Iyaaa "


***


Tak seperti biasanya, Senin kali ini sepertinya sedang perpihak pada gadis pemilik manik cokelat keemasan, matahari yang biasanya selalu bersinar dengan terangnya, kini hanya ada gumpalan awan gelap yang membuat matahari tidak bisa lagi memamerkan cahayanya, suhu yang biasanya terasa panas, kini sejuklah yang terasa di sepanjang pagi ini, begitu pula dengan perasaan gadis pemilik manik cokelat keemasan itu, sedih dan marah, tapi sepertinya amarah lebih mendominasi gadis itu, terbukti dari pancaran maniknya yang seperti akan mengeluarkan laser yang siap menghancurkan benda apapun yang menghalangi jalannya,

__ADS_1


sapaan-sapaan yang biasanya gadis itu balas dengan ceria, kini hanya keheningan yang menjawab sapaan para siswa-siswi itu, yang mana membuat mereka jadi segan dan tidak ingin menganggu gadis yang masih saja berjalan dengan langkah lebarnya, bahkan suara teriakan yang memanggil-manggil nama gadis itu dari arah belakangnya, tidak bisa menghentikan langkah gadis itu yang semakin menjauh dari koridor sekolah, hingga akhirnya, netra keemasan milik gadis berambut hitam legam itu tidak sengaja bertemu dengan pelaku yang membuat suasana hatinya memburuk,


" Aeleasha...aku minta maa.. "


" Aku ingin sendiri " dengan sigap aeleasha berbalik pergi meninggalkan laki-laki yang memang sengaja ia potong kalimat permintaan maafnya karena ia tidak ingin semakin dibuat badmood karenanya, sekarang ia ingin menjernihkan pikirannya terlebih dahulu, ia tidak ingin membuang-buang tenaganya untuk marah-marah pada laki-laki itu hanya karena masalah sepele, ia bukan anak kecil lagi, sekarang ia adalah seorang remaja berusia 18 tahun, ia harus mulai mengatur pola pikirnya,


Melihat gadis pemilik netra cokelat keemasan itu mulai menjauh darinya, membuat aezar hanya bisa menghela nafas berat, tapi sepertinya itu lebih baik bagi mereka untuk saling merenungkan kesalahan masing-masing, tidak, hanya ia yang salah disini, aeleasha tidak salah apapun, wajar kalo gadis itu marah kepadanya, karena mau dilihat bagaimanapun, semuanya adalah salahnya, mungkin pulang sekolah nanti adalah waktu yang tepat untuk ia menjelaskan semuanya, benar...nanti,


***


" Kenapa kau cemberut terus sih ae " protes Rachel karena sedari tadi gadis pemilik netra cokelat keemasan itu terus saja memajukan bibirnya seperti bebek yang butuh sasaran amarah,


Saat ini mereka sedang berada di kantin karena memang bel istirahat sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu, seperti biasa, dihadapan gadis yang sedari tadi sedang badmood itu, tersaji olahan daging yang dibentuk bulat-bulat beserta kuahnya yang panas dan selalu berhasil menggoda gadis pemilik manik cokelat keemasan itu, menurut aeleasha, disaat seperti inilah makanan pedas menjadi obat terbaik untuk menghilangkan kegundahan hati, tanpa mau repot-repot menjawab pertanyaan yang membuat suasana hatinya kembali memburuk, dengan rakus aeleasha makan suap demi suap semangkuk bakso di hadapannya, merasa kurang pedas, ia tambah lagi sambal cabai yang berada tepat di samping mangkoknya, ia memang sengaja meletakkan sambal itu disana, karena sekarang ia sedang butuh banyak asupan cabai agar moodnya kembali membaik,


" Ae..Jangan ae, nanti ibu kantin marah karena kau menghabiskan semua sambalnya, ingaat...cabai mahal ae "

__ADS_1


__ADS_2