Stockholm Lover

Stockholm Lover
lover 4


__ADS_3

" Oh hai aezar " sapa Rachel pada laki-laki yang ada disebelahnya yang mana membuatnya ikut-ikutan menoleh ke arah pemilik manik hitam legam tersebut, padahal ia sudah tahu dengan jelas siapa yang ada di sebelahnya,


Hening, tidak ada sapaan balasan atau sekedar satu katapun yang keluar dari mulut pria pemilik manik hitam legam itu, merasa tidak enak, akhirnya aeleasha yang mewakili pria tersebut, " hai Rachel " balasnya sembari mengangkat tangan kanan aezar seolah-olah pria itu yang menjawab nya, tak lupa juga dengan senyuman terpaksa yang ia bentuk dengan tangan kirinya, aeleasha terkekeh geli saat aezar hanya pasrah saat ia mainkan, setelah puas, ia turunkan lagi tangan aezar dan tangan kirinya dari bibir pria itu,


" Pacarmu aneh ae " bisik Rachel lirih agar sang empu yang ia bicarakan tidak bisa mendengarnya, tapi dasar Rachel yang tidak bisa menjaga intonasi nada bicaranya, yang dikira suaranya lirih, sebenarnya terdengar keras di telinga aeleasha dan aezar, sang empu yang dibicarakan pun hanya bisa diam seolah-olah ia tidak pernah mendengar bisikan tersebut,


" Ayo masuk " ajak aezar tanpa memperdulikan kehadiran sahabat kekasihnya yang ia anggap sebagai angin lalu itu,


" Eh i-iya " dengan sigap aeleasha terima kembali Uluran tangan dari aezar kemudian segera bergegas pergi dari hadapan orang aneh yang ia sebut sebagai sahabat itu, " kau yang aneh, dasar Rachel " dumel batinnya sembari mencoba untuk tidak menoleh ke arah sahabatnya yang sedari tadi memanggil-manggil namanya itu,


" Apa nanti kau ada waktu? Ayo pergi jalan-jalan, ada tempat yang ingin aku kunjungi " ajak aeleasha ceria sampai-sampai kedua matanya menyipit membentuk bulan sabit, tapi tak butuh waktu lama bagi maniknya untuk kembali kebentuk semula saat telinganya mendengar kata penolakan yang jarang sekali laki-laki itu ucapkan, membantu tante Sofia alias mamanya menjadi alasan bagi laki-laki pemilik manik hitam tersebut, tapi entah kenapa aeleasha merasa tidak percaya dengan alasan yang baru saja laki-laki itu ucapkan, apalagi saat melihat kedua manik hitam legam yang terlihat tenang tapi tersirat beribu kekhawatiran itu, tapi lagi-lagi, hati dan pikirannya selalu menyuruhnya untuk tetap berpikiran positif, " baiklah... mungkin lain kali hhe "


" selamat belajar... istirahat nanti aku akan menjemputmu, tunggu aku "


" Baiklah~ "

__ADS_1


Bohong, lagi-lagi itu hanyalah sebuah ucapan tak berarti, aeleasha merasa kini aezar mulai berubah, seperti ada yang sedang di sembunyikan oleh laki-laki itu, saat aezar bersamanya, hanya raganya saja yang bisa ia rasakan, sedangkan hatinya, ia tidak merasakannya sama sekali,


entah kenapa, perasaan takut mulai merasuki hatinya, ia juga tidak tahu dengan jelas apa yang harus di takutinya, tapi yang jelas, akhir-akhir ini ia sering sekali merasakan firasat-firasat aneh yang membuatnya tidak bisa tidak berpikiran negatif, tapi sebisa mungkin, ia akan selalu berpikiran positif dan mempercayai laki-laki tersebut,


***


2 Minggu sudah berlalu tapi laki-laki itu tak kunjung juga kembali seperti dulu, yang ada malah semakin menjauh dan sulit untuk ia jangkau, entah apa yang akhir-akhir ini laki-laki itu lakukan, bahkan telinganya kini sudah muak mendengar segala macam alasan yang keluar dari mulut laki-laki itu, tak ingin semakin dibuat stress, akhirnya aeleasha memutuskan untuk pergi ke tempat yang 2 Minggu lalu ia tawarkan sendirian, dengan sigap ia bangkit dari atas tempat tidur kemudian mulai berjalan ke arah kamar mandi, ia memang sengaja belum mandi karena ia terlalu malas untuk mandi di akhir pekan yang cerah ini,


Dress selutut berwarna broken white dengan motif bunga edelweis di keseluruhan dressnya, di padu padankan dengan sepatu sneakers berwarna cream menjadi pilihannya untuk menemaninya pergi jalan-jalan di hari yang cerah ini, tak lupa tas selempang kecil yang hanya muat untuk menaruh handphonenya, sedangkan rambut hitam legamnya, ia kuncir kuda sehingga membuat penampilannya terlihat semakin cantik dan juga menggemaskan, setelah dirasa semuanya sudah rapi dan tidak ada barang miliknya yang tertinggal, aeleashapun bergegas keluar dari kamarnya,


" Sama aezar? "


" Nggak ma, aeleasha lagi pingin sendiri "


" Tumben, ya udah sana...hati-hati!! "

__ADS_1


" Iya maaa "


Para pelayan yang melihat kebiasaan berteriak nyonya dan nonanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya maklum, mereka sudah biasa mendengar suara cempreng yang saling beradu itu,


***


Sebuah cafe dengan tema girlgrup asal Korea Selatan yaitu black pink menjadi tempat tujuan aeleasha yang sudah ia incar dari jauh-jauh hari, ia memang sudah suka dengan hal-hal yang berbau KPop sejak masuk SMA, dan disinilah ia berada sekarang, duduk anteng di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan kaca besar tembus pandang, di temani segelas milkshake dan macaron berwarna hitam dan pink, suasana cafe terlihat ramai dipadati oleh para pengunjung karena memang cafe ini baru saja di buka, jadi masih banyak orang yang penasaran dan ingin mencobanya,


Ditengah lamunannya, tiba-tiba saja aeleasha terpikir untuk memancing di pinggir sungai, entah apa yang merasukinya hingga ia tiba-tiba berkeinginan aneh seperti itu, tapi yang pasti, ia ingin sekali merasakan bagaimana gabutnya saat menunggu ikan mengenai kail pancingnya,


ia terkekeh geli saat membayangkan gadis remaja yang cantik dan menggemaskan seperti dirinya nongkrong di pinggir kali sambil membawa sebuah ember dan seperangkat alat pancing, mungkin dirinya akan tiba-tiba menjadi artis mendadak dan diliput banyak media, " not bad " gumamnya lirih sembari meminum milkshake yang tinggal setengah itu, merasa kurang, aeleasha bangkit kemudian berjalan ke arah kasir, ia ingin membeli kue red Velvet dan juga brownies, perutnya masih merasa lapar karena ia memang sengaja melewatkan makan siang,


Setelah mendapatkan kue pesanannya, aeleasha berjalan kembali ke arah mejanya, saat mulutnya sedang sibuk menguyah sederetan kue di di hadapannya, manik cokelat keemasannya tidak sengaja melihat sosok seorang laki-laki yang beberapa Minggu ini selalu ia harapkan kedatangannya sedang berjalan bersama seorang gadis yang tidak ia kenal, perasaan kecewa langsung merasuki hatinya tanpa bisa ia cegah, tapi lagi dan lagi ia ingin selalu berpikiran positif tentang laki-laki itu, karena sejauh yang ia kenal, menurutnya aezar bukan tipe yang suka berbohong dan suka mempermainkan seorang wanita,


Seperti takdir, mata kami tidak sengaja bertemu, yang mana membuat aeleasha langsung melambai-lambaikan tangannya dengan ceria ke arah laki-laki tersebut, berharap laki-laki itu melihat dan segera menghampiri dirinya, dan benar saja, senyum manisnya langsung mengembang begitu kedua orang berbeda jenis kelamin itu masuk ke dalam cafe dan berjalan ke arahnya, " haiii " sapanya ceria sembari sesekali melirik ke arah perempuan yang berdiri tepat di belakang kekasihnya,

__ADS_1


__ADS_2