
" kenapa kau duduk disini " dumel aeleasha saat laki-laki pemilik manik hitam legam itu dengan sengaja duduk di kursi sebelahnya, padahal ia sudah mewanti-wanti memilih kursi yang berada paling ujung dari deretan kursi yang berisi mamanya dan keluarga laki-laki itu, bukannya duduk di antara kedua orang tuanya, laki-laki itu malah duduk di sebelahnya, " sana pindah " usirnya sembari mendorong pelan tubuh kekar itu agar mau pindah dan menjauh dari dirinya, ia tidak ingin di acara yang begitu momentum ini moodnya harus turun gara-gara hal sepele,
seperti yang ia bayangkan, tubuh kekar itu tidak bergeser sedikitpun dari kursinya, bahkan malah tubuhnya yang bergeser saat mencoba mendorong tubuh kekar di sampingnya dengan kuat, setelah beberapa kali percobaan, akhirnya ia lebih memilih untuk menyerah dan membiarkan laki-laki itu duduk di sampingnya, ia juga sedikit malu karena hanya dia yang dari tadi banyak tingkah dan tidak anggunly seperti murid-murid lain, omelan mamanya juga menjadi pendukung besar untuk dirinya berhenti bertingkah bar-bar, " kali ini kau menang, awas saja nanti..huh " ucapnya sembari memalingkan wajahnya ke arah kiri, ke arah yang berlawanan dengan posisi duduk laki-laki itu.
melihat dan merasakan bagaimana upaya gadis itu mendorong tubuhnya membuat aezar hanya bisa terkekeh geli, tangan-tangan mungil yang sedari tadi mencoba mendorongnya malah terasa seperti sedang menggelitikinya, apalagi bukan hanya di satu tempat saja tangan gadis itu mendarat, tapi hampir semua tubuh bagian atasnya terkena sentuhan tangan mungil itu, yang mana membuatnya harus menahan gejolak-gejolak aneh yang tiba-tiba muncul tanpa ia perintah, setelah melihat gadis di sampingnya menyerah, dengan sigap ia dekati wajah cantik itu kemudian berbisik tepat di telinganya, " kau cantik " ucapnya sembari memberikan sebuah kecupan kilat di pipi chubby itu,
satu detik, dua detik, hanya keheningan yang menyelimuti kami berdua, hingga di detik ke tiga, tawanya langsung pecah begitu melihat reaksi gadis di sampingnya, walaupun lengannya harus merasakan tabokan maut, tapi aezar tetap merasa senang karena berhasil menggoda kekasihnya,
__ADS_1
" diamlah " kesal aeleasha karena berkat aezar mereka berdua sekarang jadi pusat perhatian, ia juga merasa sedikit risih saat pandangan orang-orang seperti sedang menjudge dirinya, bukannya menurutinya, laki-laki di sampingnya malah semakin banyak tingkah, yang bisa aeleasha lakukan sekarang hanyalah diam dan pasrah, apalagi saat bibir seksi laki-laki itu berulangkali menempel dipipinya, rasanya ia ingin sekali menghapus jejak bibirnya itu, tapi mengingat dirinya sedang menggunakan make up hasil maha karya mamanya, aeleasha langsung urungkan niatnya tersebut jika tidak ingin terkena amukan singa,
saat dirinya sedang fokus mendengarkan kata-kata sambutan dari para guru dan para tamu undangan, tiba-tiba saja ada suara cempreng yang masuk ke dalam telinganya, yang mana membuat tubuhnya refleks berjengit kaget dan hampir saja berteriak heboh, dengan kesal, aeleasha tolehkan kepalanya ke arah belakang ke tempat sang pelaku berada, belum sempat siraman rohaninya keluar, suaranya harus tertahan karena ada satu suara yang mendahuluinya,
" jangan lakukan itu " dengan bangga aeleasha naik turunkan alisnya sembari menunjukkan wajah songongnya seolah-olah dirinya sedang mengatakan " ini pawangku mana pawangmu ", ia semakin dibuat senang saat melihat wajah kesal di depannya, " siapa suruh mengagetin orang " dumel batinnya, ekspresi songongnya langsung ia ubah menjadi ekspresi ramah begitu manik cokelat keemasannya bertemu dengan manik cokelat milik tante Isabella yang notabenenya ibu kandung dari sahabat tengilnya itu,
" pagi aeleasha~ tante pangling loo, tante kira model yang duduk di depan Tante, taunya kamu "
__ADS_1
" jangan bikin aeleasha tambah besar kepala dong taan " balas aeleasha sambil mencoba untuk menahan tawanya, merasa lucu dengan pujian tante Isabella, setelah beberapa menit berbasa basi, akhirnya aeleasha bisa terbebas dari percakapan yang mulai membuatnya lelah itu, ini semua berkat mulut cerewet mamanya, setelah yakin dirinya tidak akan terseret lagi, dengan sigap aeleasha balikkan kembali tubuhnya ke arah depan dan mulai memperhatikan kembali acara demi acara di atas panggung sana, sahabat yang seharusnya sedang asik bercengkrama hahahihi tidak jelas dengannya malah sedang sibuk berfoto selfie ria bersama teman-temannya yang lain, sedangkan dirinya, dirinya terlupakan begitu saja, begitulah hubungan pertemanan, kadang atau seringkali kita terlupakan hanya karena hal-hal sepele, seperti asik dengan lain misalnya, tapi kalau di ingat-ingat kembali, dirinyalah yang suka melupakan si pemilik mulut ceriwis itu, baiklah..karena ia baik, ia akan memaafkannya karena dirinya yang memulai,
" kenapa "
" kamu cantik "
" heleh "
__ADS_1