
Semenjak hari itu latihan ku yang bagaikan neraka di mulai, paman Dimas sama sekali tidak pandang bulu kalau menyangkut latihan. Dia selalu menyuruh ku lari dengan beban di kaki ku dan di suruh berkeliling taman istana setiap pagi, dan saat latihan mengayunkan pedang dia pasti selalu menaruh beban di kedua tangan ku sehingga membuat ku susah mengayunkan pedang dengan beban yang ada di kedua tangan ku akan semakin bertambah setiap minggu nya.
Itu benar-benar menyiksa Aku yang barulah berusia 4 tahun waktu itu, yah...aku juga yang meminta nya untuk melatih ku jadi bagaimanapun harus aku jalani. Selama pelatihan paman Dimas tidak memberikan keringanan sama sekali, katanya itu untuk membuat ku lebih kuat dengan cepat dan lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan metode pelatihan paman ku itu, aku juga sering latih tanding dengan paman dengan beban yang masih ada di kedua tanganku tentu saja aku selalu kalah darinya dan Latihan itu terus berlanjut sampai aku menginjak usia 10 tahun.
☘️☘️☘️
Matahari mulai terbit dari timur menandakan bahwasan nya hari sudah pagi, di dalam kamar yang besar terdapat lah seorang anak yang tertidur dengan pulasnya sampai bahkan dia tidak menyadari ada seseorang yang membuka pintu dan masuk ke kamar nya.
"Pangeran bangun sudah pagi" kata Luna sambil membuka tirai jendela kamar Rocye.
Rocye pun bangun karena ada sinar matahari yang menusuk matanya, Rocye pun mulai bangkit dari tidurnya dan duduk di pinggir tempat tidur.
"Hoaammm..... Luna?? ada apa kamu ke sini "kata Rocye sambil meregang kan badan nya.
"Aku ke sini tentu saja ingin membangun kan mu pangeran" kata Luna.
"Tapi kau tidak perlu melakukan nya nanti aku bisa bangun sendiri kok"
"Tidak apa-apa ini sudah kewajiban ku sebagai pelayan pangeran, ohh.... Iya tuan Dimas katanya ingin bertemu dengan mu ada yang mau di bicarakan nya"kata Luna mengingat kan.
"Ohh.... Begitu nanti aku akan menjumpai paman Dimas" kata ku.
"Baiklah kalau begitu saya permisi pangeran "kata Luna sambil menunduk kan badan dan pergi meninggalkan Rocye di kamar.
Setelah Luna pergi, Rocye pun mulai berjalan ke arah kamar mandi dan mulai membersihkan diri nya, beberapa menit kemudian Rocye pun sudah selesai mandi dan berpakaian dengan rapi dengan sigap Rocye langsung keluar kamar nya dan menuju tempat ruang makan berada, setelah beberapa saat akhirnya Rocye sampai di ruang dan langsung menyapa keluarga nya..
"Selamat pagi ayah, ibu,kak fina"kata ku.
"Selamat pagi adikku " kata fina.
"Pagi sayang "kata ibuku sambil tersenyum.
"Pagi Rocye, bagaimana latihan mu dengan Dimas"kata ayah ku mencoba memulai pembicaraan.
"Cukup baik ayah, nanti aku akan latihan lagi dengan paman"kata ku sambil menarik bangku ku dan duduk.
"Ayah dengar metode pelatihan paman Dimas cukup sulit, apa kamu tidak apa-apa? "
"Tidak apa-apa ayah, aku juga sudah terbiasa dengan itu"kata ku sambil tersenyum.
"Sukurlah kalau begitu "
"ayah, aku ingin tanya sesuatu" kata ku.
"hmm.....apa itu" kata ayahku heran.
" kak rika pulang ke rumah ayah"
__ADS_1
Aku bertanya seperti itu kerena setelah lulus dari akademi sihir, dia memutuskan untuk manjadi salah satu guru di sana.
" kata nya sih dia akan pulang saat pendaftaran untuk siswa baru"
"Hah.....lama sekali ayah"
"yah....mau gimana lagi, katanya dia sangat sibuk di sana"
"ohh....begitu ya, baiklah"
Kami pun melanjutkan makan bersama-sama, setelah selesai aku pun langsung menuju ke tempat latihan yang bisa aku gunakan untuk berlatih bersama paman dan setibanya di sana aku langsung bisa melihat paman Dimas berdiri di sana, aku pun langsung menghampiri nya.
"Akhirnya kamu datang juga Rocye"kata pamanku.
"Apakah paman menunggu lama"
"Tidak juga paman juga baru beberapa menit yang lalu sampai"
" begitu ya, jadi ada apa paman memanggil ku"
"Paman memanggil mu ke sini karena paman mau mengajak mu untuk berburu hewan iblis"kata paman.
"Berburu hewan iblis "
"Iya, kamu kan sudah latihan bersama paman selama 7 tahun jadi sudah saatnya untuk mu mempraktikkan nya di pertarungan yang sebenarnya bukan? "Kata paman.
"Kita akan berburu serigala iblis di hutan yang tidak jauh dari kerajaan ini "
" baiklah tidak ada salah nya kita coba, ayo paman" kata ku dengan semangat.
Kami berdua pun mulai berjalan keluar dari arena pelatihan dan menuju hutan yang terdapat serigala iblis berada, setelah beberapa menit kami menyusuri hutan ini akhirnya kami menemukan serigala yang besar nya sama dengan seekor singa, dia berada di luar goa yang lumayan besar dan saat ini kami sedang mengintai nya dari atas pohon.
"Baiklah kita sudah menemukan nya, sekarang aku mau kamu pergi ke sana dan melawan nya, aku ingin melihat sejauh mana perkembangan mu dalam berpedang "kata paman Dimas.
Tanpa berlama-lama lagi aku langsung turun dari pohon mengeluarkan pedang ku untuk siap bertarung, serigala itu pun akhirnya menyadari keberadaan ku dan langsung berlari ke arah ku dengan cepat, setelah jarak antara aku dan serigala itu cukup dekat dia mengayunkan cakar nya ke arah ku namun dengan refleks aku langsung mengindari ke arah kanan setelah itu aku langsung mengayunkan pedang ku ke arah perut bagian kanan, serigala yang tidak sempat menghindar nya langsung terkena serangan ku.
Untungnya berkat metode pelatihan dari paman Dimas dengan menggunakan pemberat di kedua kaki dan tangan ku itu cukup efisien, tubuh ku terasa sangat ringan setelah kedua pemberat itu di lepaskan, gerakan kaki ku saat berlari dan menghindari serangan jadi lebih cepat bahkan pergerakan tangan ku dalam mengayunkan pedang menjadi 2 kali lebih cepat, mungkin kalau orang bisa tidak akan bisa melihat pergerakan dari tebasan ku.
Serigala itu pun mengaung kesakitan akibat serangan ku, tubuh di bagian yang tertebas mengeluarkan cukup banyak darah, namun itu tidak membuat nya takut kali ini dia bersiap untuk menyerang ku lagi, tapi kali ini sedikit berbeda dimana tubuh nya mengeluarkan energi listrik dengan kecepatan tinggi dia langsung sudah berada di dekat ku dan jujur itu sedikit membuat ku kaget tapi itu tidak membuat ku takut sama sekali dengan sigap aku langsung mengangkat tangan ku dan menyerang nya lagi tapi kali ini aku mengincar bagian kepala nya.
Di saat pedang ku hampir mengenai nya serigala itu tiba-tiba menghilang dari hadapan ku.
[Di belakang mu master]
Sistem memperingati ku dengan sigap aku langsung menoleh ke belakang dan aku bisa melihat serigala itu bersiap menyerang ku dengan cakar nya yang sudah di selimuti oleh energi listrik, aku pun langsung mengaktifkan skill [barrier] untuk bertahan dari serangan nya.
Setelah itu, aku langsung mengayunkan pedang ku lagi tapi kali ini aku juga menggunakan skill [anemo] dan keluar lah angin yang sangat tajam dari tebasan ku serigala yang tidak sempat menghindar itu pun langsung terbelah menjadi dua dan mati.
__ADS_1
"Wah.... cukup cepat juga, selamat Rocye kamu berhasil membuh serigala itu"kata paman ku sambil mengelus kepala ku.
"Terimakasih paman "kata ku
'Yah..... Walaupun aku bisa langsung membunuh nya sih jika menggunakan sihir dan status ku yang tidak di segel, tapi aku tidak boleh memperlihatkan kekuatan ku yang sebenarnya pada paman sekarang'kata ku dalam hati.
Paman pun pergi ke serigala yang sudah tidak bernyawa itu, aku yang heran dengan tingkah paman langsung bertanya.
" paman mau ngapain ke sana"tanya ku.
"Paman mau mengambil serigala ini tentu nya, karena bila di jual ke pasar pasti laku dan intinya kita bisa jual ke blacksmith mereka biasa nya sering menggunakan inti monster untuk membuat senjata"kata paman.
"Gitu ya paman kalau gitu aku ke goa dulu ya, aku ingin melihat apa yang ada di dalam"kata ku.
"Baiklah hati-hati ok"
"Baik"
Aku pun langsung berjalan masuk ke dalam goa, aku terus menelusuri goa ini lebih dari 1 menit tapi aku tidak menemukan apapun sampai akhirnya aku sudah berada di ujung goa di sana terdapat sarang yang cukup besar di sana, aku yakin itu pasti sarang dari serigala yang aku kalahkan tadi dan tanpa berlama-lama lagi aku langsung berlari dan melihat apa yang ada di sarang itu.
"Wahhh.... Ini, apakah ini anak dari serigala itu"kata ku saat melihat ada seekor serigala kecil sedang meringkuk ketakutan, aku jadi tidak tega dengan nya bagaimana pun dia terlihat sangat imut.
Sumber: pinterest
"Aku jadi tidak tega, tapi aku mau enggak mau harus membunuh nya"kata ku.
[Apakah master mau menjadi kan nya hewan summon]
Tiba-tiba sistem berbicara pada ku
"Ehh.... Benar kah aku bisa menjadikan nya hewan peliharaan ku"
[Tentu saja bisa master, anda tinggal meletakkan tangan master di depan nya dan berikan dia nama]
"Baiklah akan aku coba"
Aku pun melakukan apa yang di katakan oleh sistem dan meletakkan tangan ku tepat di depan nya setelah itu muncul lah lingkaran cahaya di bawah serigala itu.
"Mulai sekarang nama mu adalah shici, aku adalah majikan mu jadi patuhilah aku"kata ku.
Setelah itu muncul sebuah rantai yang berbuat dari cahaya melingkar di leher nya, perlahan-lahan rantai cahaya itu menghilang setelah semua nya selesai aku pun mengambil nya dan membawanya pulang kembali ke istana.
Bersambung_
Maaf aku upnya lama ya guys, soalnya author lagi banyak kerjaan jangan lupa dukungan nya ya dengan cara like dan vote supaya author semakin semangat up nya.
__ADS_1
Makasih udah mampir di novel author dan sampai jumpa di next chapter guys ヽ(´▽`)/