Strong Prince A With Cheat System

Strong Prince A With Cheat System
latihan berpedang


__ADS_3

2 tahun pun berlalu dan sekarang ini aku berusia 4 tahun, ibu bilang pertumbuhan ku lebih cepat dari anak-anak pada umumnya nya karena saat aku berusia 2 tahun aku sudah bisa berjalan, saat aku berusia 3 tahun aku sudah lancar berbicara dan bahkan saat aku berusia 4 tahun aku sudah lancar membaca itu merupakan perkembangan yang luar bisa kata ibuku, kakak ku saja yang bernama Fina Julia Pratama baru bisa lancar membaca pada saat usia 6 tahun.


Aku sekarang sedang berjalan menuju perpustakaan istana, aku ingin mencari informasi tentang dunia ini beserta buku-buku tentang sihir untuk memperdalam pengetahuan ku tentang sihir, setelah beberapa saat aku pun akhirnya sampai ke perpustakaan istana, tanpa berlama-lama lagi aku langsung membuka pintunya dan masuk ke dalam.


"Ehh..... Pangeran Rocye perlu apa datang ke sini"


Begitu aku masuk aku langsung di sambut oleh bibi Mia yang merupakan penjaga perpustakaan di istana ini, pada akhirnya aku menceritakan tujuan ku datang ke sini kepada bibi Mia.


"Hmmm.... Kamu ingin membaca buku tentang sejarah dunia ini, Emang nya pangeran mengerti? " kata bibi mia.


"Iya bibi, aku mau membaca tentang sejarah dunia ini dan juga aku ingin membaca buku-buku tentang sihir juga"


"Hah.... Bahkan kamu juga mau membaca buku tentang sihir "kata bibi Mia terkejut, itu wajar sih karena mana ada anak yang baru berusia 4 tahun mau membaca sejarah tentang dunia bahkan juga buku tentang sihir yang notabene nya untuk orang dewasa.


" baiklah, silahkan ikuti saya pangeran "


" terimakasih bibi" kata ku sambil mengikuti nya dari belakang.


Perpustakaan ini sangat lah besar dan berliku-liku seperti labirin, kalau aku berjalan sendirian pasti aku akan tersesat di sini namun aneh nya bibi Mia tidak tersesat sama sekali bahkan dia juga tahu letak-letak dari semua buku yang ada di perpustakaan ini, mungkin itu karena dia seorang penjaga perpustakaan hingga bisa menghafal struktur dari perpustakaan ini tapi yang aku bingung bagaimana dia bisa tahu semua letak buku-buku itu?


Setelah beberapa saat akhirnya kami tiba di rak buku yang terdapat buku sejarah dunia forestia serta dia juga mengambil buku tentang dasar-dasar sihir, setelah mengambil nya dia langsung berjalan ke meja baca yang tidak jauh dari tempat kami berada dan langsung meletakkan buku-buku itu ke atas meja, aku pun mengucap kan terimakasih dan bibi Mia menjawab nya dengan anggukan dan kembali ke tempat nya.


"Baiklah mari kita baca dari buku sejarah terlebih dahulu" kata ku sambil mengambil buku sejarah,membuka bukunya dan mulai membaca.


Dunia forestia dulunya adalah tempat yang damai dan tentram, semua makhluk hidup saling berdampingan satu sama yang lainnya, sampai akhirnya muncul lah ras iblis yang entah berasal dari mana dan menghancurkan segalanya nya, mereka menyebarkan teror yang tiada henti dengan mengirim para monster untuk menghancurkan kerajaan bukan cuma itu berbudakkan, pembunuhan, pemerkosaan menjadi merajalela.dunia forestia sekarang berada di ambang kehancuran sampai akhirnya para Raja bekerjasama dan memanggil para pahlawan dari dunia lain untuk menyelamatkan dunia ini.


Pertarungan antara para pahlawan dengan Raja iblis satan beserta pasukan nya terjadi begitu sengit, para pahlawan itu kesulitan untuk membunuh Raja iblis dan memutuskan untuk menyegel Raja iblis itu dengan sihir segel tingkat tinggi dan pertarungan itu pun di menangi oleh para pahlawan. Kedamaian pun kembali seperti semula namun mereka tidak tahu kapan kedamaian ini akan bertahan.


jadi begitu ya sejarah dunia ini, Bukan hanya itu aku juga mengetahui sistem mata uang di dunia ini, setidaknya ada tiga jenis uang di dunia ini yaitu perunggu, silver, dan gold.


157 perunggu : 1 silver


25  silver : 1 gold


"Hmmm..... Apakah Raja iblis satan itu sangat kuat sampai pahlawan kewalahan menghadapi nya? "


"Apapun itu, yang aku perlukan cuma untuk bisa melindungi keluarga ku, jadi aku harus bisa menguasai kekuatan yang di berikan dewa ini secepatnya"


Setelah aku membaca buku tentang sejarah, aku lanjut untuk membaca buku tentang dasar-dasar sihir.


"Hmm..... Sepertinya aku tidak perlu mempelajari sihir lagi soalnya aku kan sudah mahir menggunakan sihir dan juga aku mempunyai pengalaman tentang itu, selama aku menjadi pemain pro di game central online sebagai wizard" kata ku.


"Aku harus belajar apa lagi ya, apakah aku harus belajar ilmu berpedang juga" kata ku sambil berfikir.


"Baiklah aku udah putus kan bahwa aku juga harus belajar ilmu berpedang, aku juga perlu belajar serangan jarak dekat kan. nanti aku akan bilang ke ayah untuk mengajariku berpedang"kata ku dengan semangat.

__ADS_1


Aku pun pergi ke rak buku lain dan mengambil buku lain nya untuk ku baca, namun Saat aku sedang asik-asik nya membaca tiba-tiba ada suara wanita yang memanggil ku, sontak aku langsung melihat ke arah sumber suara.


"Pangeran sudah saatnya makan malam "kata pelayanku Luna.


"Baiklah aku akan segera ke sana"


Aku pun cepat-cepat merapikan semua buku yang aku pinjaman di perpustakaan dan meletakkan nya di meja baca karena aku masih kecil dan belum bisa meletakkan buku di tempat yang tinggi, bibi Mia pun menyuruh ku untuk meletakkan nya di meja katanya biar dia aja yang akan meletakkan nya ke rak buku, jujur aku merasa seperti membebani bibi Mia namun apa lah dayaku yang bertubuh kecil ini.


Setelah semua nya selesai aku langsung berlari ke arah Luna dan berpamitan kepada bibi Mia, selama di perjalanan aku dan Luna saling bertukar cerita karena menurut ku mengobrol dengan Luna adalah yang paling menyenangkan, setelah beberapa saat akhirnya kita sampai di ruang makan.Saat aku sudah duduk di meja makan, kakak ku yang mernama Fina langsung menyapaku.


"Hallo adik kecil...kamu kemana aja?? Apakah kamu pergi ke perpustaan lagi?"


"hehe....iya kak aku habis dari sana"


" emang enggak bosan ya ke sana terus?" kata kak Fina.


" enggak kok....malahan aku senang di sana"


"heh....dasar kutu buku,sesekali keluarlah dan melihat kota, itu juga asik lo"


"baik kak nanti aku pikirkan"


Setelah itu datang lah para pelayan sambil membawa makanan yang banyak dan meletakkan di meja makan. Kami pun makan dengan tenang sampai aku berbicara.


"Ayah, bisa ajarin aku berpedang tidak "aku mulai membuka pembicaraan.


"Iya yah, aku mau belajar berpedang bisa kah ayah mengajariku, kalau ayah tidak bisa aku akan berlatih sama paman Dimas aja boleh kan? "Kata ku dengan nada memelas.


" tapi kamu masih kecil Rocye....nanti ayah ajarin saat kamu berusia 10 tahun"


"aaaa... ..ayah itu kelamaan aku mau belajar sekarang....boleh kan" kataku dengan wajah memelasku.


"hah......Baiklah... ayah memang tidak bisa menemani mu berlatih karena ayah akan ada pertemuan tapi kamu bisa belajar berpedang dengan paman Dimas" kata ayah ku.


"Hore.... Terimakasih ayah"


"tapi dia masih sangat muda untuk belajar ilmu berpedang sayang " kata ibu ku cemas.


"Tidak apa-apa sayang.... dia anak laki-laki kita satu-satunya, belajar berpedang bagi Rocye juga bisa mengasah kemampuan anak kita dan Rocye juga akan punya kekuatan untuk melindungi diri sendiri, jadi tidak perlu khawatir"kata ayahku mencoba meyakinkan ibu.


"Baiklah " kata ibuku.


"Rocye kamu sudah selesai makan kan, sekarang pergilah tidur supaya kamu bisa mulai latihan nya besok"kata ayah ku


Aku pun mengikuti apa yang di katakan ayah ku dan pergi ke kamar ku untuk tidur. Keesokan harinya aku bangun lebih awal karena Luna membangun kan ku untuk bersiap-siap latihan di aula pelatihan istana kami, beberapa menit kemudian akhirnya aku dan Luna sampai dan tepat di depan aula tenyata paman Dimas sudah menunggu.

__ADS_1


"Maaf paman, paman lama menunggu ya? " kata ku canggung.


"Tidak, kamu tidak telat kok pangeran" kata nya sambil tersenyum.


"Kata Raja kamu mau latihan berpedang ya? "


"Iya paman aku mau"kata ku dengan semangat.


"Baiklah kamu bisa aja berlatih tapi kamu harus kuat ya karena latihan ini cukup berat" kata paman Dimas mengingat kan.


"Akan aku usahakan sebisa ku paman"


" baiklah, pertama-tama kamu harus latihan menebas dulu" kata paman sambil melemparkan sebuah pedang kayu ke arah ku.


Aku pun menangkap nya dengan sigap, sekarang pedang kayu ini sudah berada di tangan ku.


"Lakukan tebasan secara lurus sebanyak 100 kali"kata paman Dimas.


Aku awalnya kaget tapi mengingat statusku besar aku rasa ini akan menjadi mudah hehe..(*´﹀`*).


Namun saat aku sedang asik dalam pikiranku tiba-tiba sistem mulai berbicara.


[menkonfirmasi bawa master akan melakukan latihan, status master semua akan di segel untuk sementara waktu, master kan di turunkan menjadi level 1]


'apa..?!!!'


'sistem apa maksudnya ini?!!'


[walaupun master memiliki status yang besar tapi master juga harus melatih fisik master, sepeti pribahasa wadah yang bagus akan menghasilkan air yang bagus pula....jadi master jangan mengeluh dan kerjakan aja (*´∨`*) ]


'Dasar sistem sialan.... Kenapa aku bisa mendapatkan sistem seperti mu ٩( 💢•̀ з•́)و'


"paman 100 kali itu kebayakan, bisa di kurangin enggak? " kata ku sambil memelas.


"Ohh.... Di kurangi ya, kalau gitu kamu harus melakukan tebasan sebanyak 200 kali"


"Ehhh...!!!"


"Ada apa pangeran....mau aku kurangi lagi"kata nya sambil tersenyum menyeramkan.


"Tidak-tidak, akan aku lakukan paman"


Aku tidak mau kalau hitungan nya di tambah lagi langsung melakukan apa yang paman bilang yaitu melakukan tebasan sebanyak 200 kali, jujur itu sangat melelahkan kan di tambah sistem sialan itu yang menyegel status ku, ini benar- benar hari tersial ku.


Bersambung_

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar dan vote nya kalau kalian suka sama cerita author.


Sampai jumpa di next chapter guys ≧▽≦y


__ADS_2