Strong Prince A With Cheat System

Strong Prince A With Cheat System
HAMPIR KETAHUAN


__ADS_3

Kami pun mulai berjalan menuju tempat pembangunan panti asuhan tersebut,setelah beberapa menit akhirnya kami sampai ke tempat tujuan. di sini sudah banyak pekerja yang mulai membangun tempat ini. mereka sudah selesai menyusun kerangka bangunan nya dan sekarang dalam tahap peletakan batu bata nya dan sepertinya sebentar lagi akan selesai, menurut ku pembangunan ini terbilang cepat mungkin karena ada banyak pekerja yang bekerja di sini dan kurung waktu beberapa hari saja pembangunan ini akan selesai. Aku sendiri senang karena tidak ada hambatan saat pembangunan dengan begitu anak-anak pasti akan senang.


"Sepertinya tidak ada masalah dalam pembangunan ini"kata ku.


"Ya kau benar" kata roni.


"Kenapa ada bayak orang di sini, silahkan pergi. di sini lagi ada pembangunan kami tidak akan bertanggung jawab jika ada yang terluka"


Di saat kami sedang melihat proses pembangunan Tiba-tiba ada seseorang pria berumuran sekitar 40 tahun datang ke arah kami dan menyuruh kami untuk pergi, namun Roni tidak memperdulikan kan perkataan pria itu dan malah berjalan menghampiri pria tersebut.


"Ah... Maaf mengganggu pak Andre kami di sini hanya ingin melihat sudah sampai mana proses pembangunan nya soalnya kata Raja Farel pembangunan panti asuhannya sudah di mulai"kata Roni.


"Oh... Ternyata nak Roni dan teman-teman nya, maaf aku tidak mengenal kalian untuk sesaat "kata pak Andre.


"Itu tidak masalah pak"kata Roni sambil tersenyum.


Aku sangat terkejut ternyata roni mengenal pria parubaya ini dan setelah Roni menjelaskan tujuan kami datang ke sini, Roni kembali berjalan ke arah Rocye berada.setelah jarak antara Rocye dan Roni sudah dekat dia langsung menepuk pundak Royce untuk memperkenalkan kan nya ke pada pak Andre.


" ah....dan dia ini adalah Rocye pratama pangeran kerajaan zerav "


"Benarkah!!!.... Maaf atas kelancangan saya karena sudah berbicara kasar kepada pangeran Rocye"kata pak Andre kaget dan membungkuk kan badannya.


"Ehh.... Sudah tidak masalah pak,lagian sejak kapan pak Andre berbicara kasar kepada saya "kata ku.


"Tidak benar saya sudah berkata kasar dengan mencoba mengusir pangeran dari sini, saya siap untuk menerima hukuman apapun "kata pak Andre yang masih membungkuk kan badannya.


"Apa...?!! Tidak kok pak saya tidak mempermasalahkan nya "kata ku mulai panik dan mencoba membuat pak Andre berdiri.


Aku sangat tahu kalau para bangsawan sangat berkuasa di dunia ini dan orang-orang bisa sangat menghormati dan mencoba untuk tidak mencari masalah dengan para bangsawan tapi bukannya ini sudah terlalu berlebihan? aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran dari orang-orang di dunia ini, itu lah sebabnya aku lebih suka menyembunyikan identitas ku sebagai seorang pangeran ketimbang membeberkan nya.


"Ngomong-ngomong pak Andre sedang apa di sini? "Kata ku mencoba mengalihkan topik.


"Saya di perintahkan oleh yang mulia mengawasi tempat ini selama proses pembangunan berlangsung pangeran "


"Oh... Begitu ya, tapi tidak usah panggil aku dengan sebutan pangeran pak, panggil aja aku dengan nama Rocye"


"Ehh...baiklah nak Rocye"


"Tapi pak Andre bukannya pembangunan ini terbilang sangat cepat? Padahal Roni dan pangeran Rocye baru memberikan usulan nya kemarin kan " kata Habil penasaran.


"Apa yang di bilang Habil benar aku juga penasaran "sambung Reza.


"Itu karena Raja Farel sangat tidak suka menunda-nunda jadi di saat nak Rocye dan nak Roni memberikan usulan itu yang mulia langsung mengadakan rapat dengan para bangsawan untuk mendapatkan persetujuan dari yang lainya, setelah itu yang mulia langsung memerintahkan saya mencari pekerja untuk membangun panti asuhan ini"kata pak Andre.


"Terus bagaimana pak Andre mengangkat dan membawa bahan-bahan bangunan ini ke sini? "Kataku penasaran.


"Tentu saja dengan menggunakan sihir"


"Ahh... Aku mengerti "


Aku sampai lupa kalau sekarang aku hidup di dunia dimana monster dan sihir adalah hal yang umum. walaupun di dunia ini tidak ada yang namanya kenderaan berat seperti truk, excavator dan lain-lain mereka masih bisa memanfaatkan sihir untuk mempermudah pekerjaan mereka.


"Kak Rocye,kak Roni"


Saat kami sedang berbicara dengan pak Andre tiba-tiba ada suara anak kecil yang memanggil, otomatis Rocye dan Roni langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Ehh.... Kris,Bagaimana kabarmu "


"Aku baik kak"


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini? "Kata Roni.


"Aku di sini niatnya sih mau jalan-jalan soal nya Nia ngeluh ingin keluar katanya, tapi tidak tahunya ketemu sama kakak jadi sekalian aku hampiri aja"


"Kamu di sini sama siapa tidak mungkin Kris keluar tanpa pengawasan kan? Dan terus Nia mana "Kata ku.


Tidak mungkin Kris jalan sendiri di kota bagaimana pun juga dia masih anak-anak, aku yakin bahwa paman Farel pasti sudah memperkerjakan pengasuh untuk merawat anak-anak selama di pengungsian. jadi tidak mungkin Kris di biarkan berkeliaran di kota tanpa pengawasan orang dewasa walaupun Kris sudah sering ke kota saat dia masih mencari uang untuk mencukupi kebutuhan dia dan adiknya namun sekarang berbeda.


"Aku tadi pergi bersama kak Liana, sekarang kak Liana sedang menemani Nia untuk membeli permen aku juga udah izin ke kak Liana kok kalau aku mau ke tempat pembangunan ini untuk melihat nya, nanti kakak Liana akan datang ke sini bersama Nia"kata Kris.


"Oh... Begitu "


"Roni siapa anak kecil ini"kata Yuspa sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Roni.

__ADS_1


"Dia adalah anak yang aku Cerita kan pada mu kemarin "kata Roni.


"Ohh.... Jadi dia anak kecil itu, dia sangat mengemas kan ya"


Yuspa langsung berjalan mendekati Kris dan setelah jarak antara mereka sudah dekat yuspa langsung menekuk lututnya untuk mensejajarkan tinggi mereka dan Yuspa langsung mengelus-elus kepala Kris dengan lembut.


"Adik manis siapa nama mu" kata yuspa sambil tersenyum.


"Nama ku kris Satria kak, kalau kakak namanya siapa?"


"Nama kakak yuspa Nanda senang berkenalan dengan mu Kris" kata yuspa sambil mengelus-elus rambut kris.


Kris hanya tersenyum senang saat Yuspa mengelus-elus kepala nya sepertinya dia menyukai nya.


"Kris..!!"


Seseorang tiba-tiba memanggil nama kris, Rocye pun langsung melihat ke arah sumber suara itu dan bisa melihat seorang gadis dengan rambut hitam sebahu sedang berjalan ke arah mereka berada. dia juga sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis kecil dengan permen di tangan kirinya.


"wow... Dia cantik bro "kata Habil sambil menyenggol tangan Roni dengan sikut nya.


"Hmm... Lumayan "kata Roni.


"B aja tuh" sambung Reza acuh.


Astaga sempat-sempatnya mereka berbicara seperti itu, kalau soal wanita mereka sangat cepat. aku hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku teman-teman ku ini, aku terlalu fokus melihat tingkah mereka sampai aku tidak menyadari kalau Liana sudah berada tepat di depan kami.


"Kris ayo kita kembali ke pengungsian "kata Liana dengan nada lembut.


"Sebentar lagi kak Liana aku masih mau bersama kak Rocye dan kak Roni"kata Kris dengan nada memelas.


"Tapi... "


"Nama mu Liana kan"kata ku.


"Eh... Iya a-apa kah anda adalah pangeran Rocye"kata liana gugup.


"Hmm.... Kamu tahu aku? "


"T-tentu siapa yang tidak mengetahui pangeran kerajaan zerav" kata liana gugup.


"Ehh... Iya... Rocye"kata Liana sambil menunduk kan kepala nya.


Ternyata dia pemalu, dia wanita yang menarik aku baru aja mau membuka mulut untuk berbicara dengan Liana namun Habil langsung memotong ku dan sedikit menggeser tubuh ku ke kiri hingga sekarang Habil lah yang berada di depan Liana.


"Hmm... Liana perkenalkan namaku Habillahi kamu bisa memanggil ku Habil atau kalau mau hubungan kita lebih dekat kamu bisa panggil aku abang Habil" kata habil sambil menyisir rambut nya menggunakan tangan nya.


"Ehh...... A.. Hahaha.... Sa-salam kenal Habil" kata Liana sambil tersenyum canggung.


"Menjijikkan woii"kata Reza kesal sambil memukul kepala Habil.


"aduh... "kata Habil sambil mengelus kepala nya yang benjol akibat pukulan Reza.


"Maaf kan teman kami ya Liana dia emang selalu seperti itu saat bertemu dengan wanita "kata Roni.


Hah..... Ya ampun ternyata sifat Habil masih tidak berubah padahal sudah15 tahun berlalu, jujur saja saat masih di sekolah habil selalu menggoda gadis-gadis di sekolah. bahkan entah berapa banyak mantan yang di milikinya bisa dibilang dia adalah playboy kelas kakap.


"Hah.... Liana untuk sementara biar kan Kris dan Nia bersama kami, tenang aja nanti setelah selesai kami akan mengantar mereka kembali ke pengungsian "kata ku.


"Hmm.... "


"Kak Liana boleh ya "kata kris sambil memasang wajah memelas nya.


"Baiklah tapi ingat jangan membuat repot dan dengar kan kata-kata kak Rocye ya"kata liana sambil mengelus kepala kris.


"Ok"kata kris semangat.


"Nia ayo kita jalan-jalan keliling kota"kata ku sambil mengulur kan tangan ku kepada Nia yang bersembunyi di balik tubuh Liana kelihatan nya dia malu.


Nia tidak menjawab perkataan ku dan hanya bersembunyi di balik tubuh Liana sambil memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat kami, tingkah lakunya itu benar-benar membuat Rocye dan teman-teman nya gemas.


"Nia ayo kita jalan-jalan "kata Kris sambil menarik tangan Nia.


Awalnya Nia tidak mau dan masih bersembunyi di balik tubuh Liana namun karena Kris terus memaksa nya akhinya Nia mau juga ikut dengan mereka, setelah itu Rocye dan teman-teman nya pun berpamitan dengan pak Andre sementara Liana kembali ke pengungsian.

__ADS_1


" jadi kita harus kemana dulu nih??" kata Roni bingung.


"entahlah aku juga enggak tahu roni, bagaimana kalau kita ke restoran aja" usul ku.


" bagus juga lagian ini sudah siang, udah waktunya makan siang kalau begitu ayo kita ke restoran terbaik di kerajaan ini. Aku yang teraktir" kata Roni semangat.


Habil, Yuspa,dan Reza terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun dengan cepat mareka mengganguk dan setuju untuk pergi ke restoran itu.


selama perjalanan kami tidak lupa mampir ke toko-toko yang lainya dan membeli beberapa pakain untuk Kris dan Nia kerena pakaian mereka sangat lusuh.


Yuspa lah yang memilih baju nya untuk Kris dan Nia, dia sangat suka berbelanja jadi Yuspa adalah yang paling tahu tentang fashion yang paling cocok untuk mereka berdua. Setalah beberapa saat muncul lah Nia dan Kris dengan baju baru mereka.




Sumber:pinterest


"wahh.....sangat cocok, kau benar-benar tahu memilih baju yang cocok untuk mereka Yuspa" kata Roni.


"benar kata Roni kau sangat pandai memilih baju" kata Habil.


"Terima kasih,itu hal mudah (*ゝωб*)b"


" tapi apa tidak apa- apa kakak membelikan baju untuk kami?" kata Kris cangung.


"tidak apa-apa kok, kami tidak mempermasalahkan nya. Dari pada berlama-lama lagi kenapa kita enggak pergi" kata ku.


Mereka semua menganguk dan mulai berjalan keluar toko dan kembali ke tujuan awal mereka. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di depan restoran dengan gaya abat pertengahan namun tetap menampilkan kesan elegan. Setelah itu mereka mulai memasukinya dan langsing di sambut oleh pelayan.


Pelayan itu langsung membawa mereka ke meja yang kosong untuk 7 orang, tidak lupa pelayan itu juga memberikan menu makan untuk pilih. Setelah memilih makanan, mereka berbicara sembari menunggu makan siap sampai reza berbicara yang membuat rocye panik.


"heii.....boleh aku tanya sesuatu pada mu tuan rocye?" kata Reza


"boleh, emang kak Reza mau bicara apa?" tanya ku heran.


Agak lain emang memanggil mereka dengan sebutan kakak, padahal secara teknis aku lebih tua dari mereka tapi mau gimana lagi.


"apa kamu dan Roni sudah berkenalan lama?"


Deg....


Aku dan Roni langsung tersentak kaget mendengar perkataan reza, bagaimana dia bisa tahu?? Aku tidak bisa membiarkan nya. Aku harus cari alasan untuk mengelabuhi dia.


"hahaha.....apa yang kak Reza maksud? Bagaimana mungkin aku bisa berkenalan lama dengan kak Roni, semantara aku baru datang beberapa hari yang lalu" kata ku sambil bersikap senatural mungkin.


"itu benar, enggak mungkin kami berkenalan lama" sambung Roni.


"jadi....kenapa kalian seperti sudah berteman lama dan juga tuan Rocye memanggil Roni dengan nama saja. Padahal perbedaan usia kalian sangat jauh" kata reza curiga.


'Mampus aku, ini semua karena aku terbiasa memanggil nya Roni' kata ku dalam hati.


Saat aku tanggelam dalam pikiran ku untuk mencari jalan keluarnya tiba-tiba Roni mulai berbicara.


"ah....itu aku yang menyuruh nya, soalnya aku tidak mau di panggil paman atau kakak karena aku tidak setua itu " kata Roni mengeles.


"sadar diri woii....kau udah tua" kata Habil.


"heh...kau juga seharusnya sadar diri, kau juga sudah tua tapi tetap menggoda gadis-gadis" sambung Roni.


"hei...aku tidak setua itu ya mungkin umurku 30 tahun tapi muka ku masih muda seperti berusia 26" kata Habil tidak terima.


"tuh kan...kau juga sama "


"sudah lah jangan berdebat, kita ke sini untuk makan bukan lomba debat" kata Yuspa marah.


"hah....baikah kita hentikan saja" kata Reza.


Aku dan Roni pun menghela nafas lega dan setelah beberapa saat makan pun tiba.


Bersambung_


Hallo teman-teman maaf ya author lama up nya, author mempunyai banyak pekerjaan di dunia nyata

__ADS_1


terimakasih yang tetap Setia menunggu novel receh ini


Sampai jumpa di next chapter guys 😚😚😚


__ADS_2