
setelah acara makan-makan selesai.mereka melanjutkan jalan-jalannya sampai hari menjelang malam, mereka pun memutuskan untuk membawa pulang Kris dan Nia kembali ke pengungsian.Nia tertidur di gendongan Yuspa mungkin dia kelelahan karena berjalan-jalan seharian, sementara Kris masih kuat berjalan bahkan dia beberapa kali bersenandung mungkin itu karena suasana hatinya sedang bagus. setelah selesai mengantar Kris dan Nia mereka pulang ke tempat mereka masing-masing.
...🌸🌸🌸...
Sementara itu di suatu hutan tepatnya rombongan Raja Wildan, mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu karena hari sudah malam dan tidak baik untuk melanjutan perjalanan.
"kita akan istirahat di sini" kata Dimas.
"baik, kapten" jawab para bawahannya.
Mereka pun mulai memasang tenda dan membuat api unggun, setelah di rasa sudah siap semua nya Dimas datang ke kereta kuda untuk memanggil Raja Wildan dan istri nya.
"Raja ku semua nya sudah siap anda bisa keluar sekrang" kata Dimas sopan.
"jangan berkata formal begitu, kan aku sudah bilang pada mu untuk mengangap ku teman mu" kata Raja Wildan.
"maaf kan aku"
"hah.....baiklah ayo kita ke tenda sampai kapan kita berlama-lama di sini kaki ku mulai pegal" kata Raja Wildan.
"ah....baiklah"
Setetelah itu raja Wildan dan istrinya mulai masuk ke tenda mereka sementara Dimas menunggu di tempat api ungun.
Dimas pov_
Hah.....bagaimana aku bisa bersikap informal pada wildan, dia adalah penyelamat ku saat aku hampir mati kedinginan saat itu. Jika bukan karena nya aku pasti sudah lama mati dan untuk membalas budinya itu aku memutuskan untuk menjadi kesatria dan akan melindungi nya apapun yang terjadi. semenjak aku bertemu dengan nya hidup ku berubah drastis, aku mendapatkan semuanya yang bahkan dulu belum pernah aku dapatkan seperti teman,keluarga bahkan keponakan yang lucu-lucu.
selagi Dimas sedang asik dalam pikiranya sendiri ternyata wildan dan Emilia sudah berada di belakang nya dan menepuk pundak Dimas.
"heii....kau tidak boleh melamun di hutan, nanti kau bisa kesurupan" kata wildan.
"kesurupan ya....malahan setanya akan takut pada ku hahaha...." kata ku.
"itu benar yang ada setanya yang lari karena melihat mu" kata Emilia.
__ADS_1
"itu berati kau lebih seram dari setan hahaha...." kata wildan sambil tertawa.
Mereka berbincang-bincang santai sambil tertawa sampai pada akhirnya Dimas dan para pasukan nya merasakan aura pembunuh yang besar tepat berada di balik semak-semak yang ada di depan mereka.
Dimas dengan sigap menyuruh raja Wildan dan ratu Emilia untuk menjauh secepatnya.Dimas mulai mengambil pedang nya dan mengarahkan nya ke semak-semak itu.
" SIAPA ITU KELUAR SEKARANG JUGA...." kata ku sambil bertriak dengan keras.
Setalah itu seluarlah seorang pria bejubah hitam dari semak-semak itu, Dimas menyuruh para pasukan nya untuk bersiap bertarung. Dengan cepat para bawahanya langsung mengeluarkan pedang masing-masing dan mengarahkan nya ke pria berjubah hitam itu.
"JAWAB SEKALI LAGI SIAPA KAU, KALAU KAU TIDAK MENJAWAB AKU AKAN MENEBAS KEPALA MU" kata ku dengan suara yang lantang.
Pria itu sempat bergumam tidak jelas sampai akhirnya dia mulai berbicara.
"kalian bisa menjadi hidangan pembuka kami, sebelum hidangan utama" kata pria misterius itu.
"hah...?? Apa maksud mu" kata ku.
namun bukanya menjawab dia tersenyum dan berkata" kau akan segera mengetahuinya"
"muncul lah.... skeleton"
setelah itu muncul lah skeleton dari tanah jumlah nya banyak bahkan melebihi anggota pasuakan ku tapi aku sama sekali tidak takut apa pun yang terjadi aku harus melindingi Wildan Dan Emilia.
"cihh....ternyata dia seorang necromancer ini akan jadi merepotkan, SEMUA KALIAN SERANG SKELETON ITU SEMENTARA AKU AKAN MENYERANG NECROMANCER NYA" kata ku pada pasukan yang ada.
" BAIK KAPTEN"
Setelah itu para pasukan mulai menyebar dan menyerang pasukan skeleton itu untuk membukkan jalan Dimas, necromancer adalah musuh yang merepotkan karena biasanya mereka akan menggunakan mayat yang sudah mati dan menjadikan mereka skeleton dan ini tidak akan ada habisnya kalau necromancer nya belum mati atau kehabisan mana.
itulah sebab nya aku menyuruh para bawahan ku untuk membuka jalan supaya mempermudah ku membunuh nya, namun saat aku sudah dekat dia memanggil skeleton yang jauh lebih besar tinggi nya hampir 3 meter. Apakah itu skeleton orc?
Skeleton itu langsung menyerangku menggunakan kedua tangan nya, dia mengayunkan nyanya dari belakang ke depan untuk menghantam ku mengunakan kedua tangan nya. Dengan cepat aku menghindar ke belakang dan setelah itu terdengar dentuman keras dari tanah. Tempat ku berdiri tadi tanahkanya sudah hancur bahkan meninggalkan lobang yang cukup dalam.
"heh....kau sukup kuat untuk seukuran tengkorak" ejek ku.
__ADS_1
Aku bisa melihatnya marah dan dengan cepat berlari ke arah ku, aku langsung mengeluarkan skill wind step dan bergerak dangan kecepatan luar bisa bahkan jika itu mata orang biasa maka mereka hanya melihat angin saja. aku sangat tahu kelemahan dari ORC, mareka mungkin kuat dan mempunyai kulit yang keras hingga sulit untuk melukai mereka tapi walapun sekuat itu nyatanya mereka tatap puya kelemahan yaitu pada bagian lutut mereka, lutut merka tidak sekeras bagian tubuh yang lain nya itu sebab nya mereka menggunakan armor pada lutut mereka untuk menutupi kelemahan itu.
Aku enggak tahu apakah kelemahanya juga masih berfungsi pada skeleton nya atau tidak tapi patut di coba, aku langsung mengarahkan perang ku yang sudah aku alirkan mana setalah itu menebas lutut nya dan ternyata itu masih berfungsi buktinya skeleton itu langsung hancur.
Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan cepat aku langsung melesat ke arah necromancer itu dengan menggunakan wind step. Jarak ku dan necromancer itu sudah dekat dia tampak kaget melihat ku sudah berada di depan nya,dengan cepat aku langsung mengarahkan pedang ku tepat di lehernya dan hampir mengenainya.
"darknes slash"
Tiba-tiba ada yang menyerang ku dari arah kiri dengan cepat aku langsung menghindar dari kebelakang dan tidak jadi menebas nya.
"sudah aku bilang hati-hati"
Makluk itu pun muncul, dia menggunakan armor hitam di seluruh tubuh nya bahkan juga memancarkan kegelapan yang luar biasa.
sumber:pinterest
Sial ada lagi yang datang, situasinya jadi semkin rumit aku harus memindahkan wildan dan Emilia ketempat yang aman terlabih dahulu.
"SEMUA NYA BAWA RAJA DAN RATU PERGI SECE...."
belum siap Dimas menyelesai kan perkataan nya, pria misterius itu langsung melasat ke arah raja Wildan dan Ratu Emillia berada. Semua pasukan yang mencoba menghalangi langsung tewas terbunuh dengan cepat Dimas berlari ke sana Untuk menyelamatkan mereka tepat sebelum pedang itu menebas mereka, Dimas muncul di depan mereka dan langsung menahanya dengan pedangnya.
"Ho...kau boleh juga"
pria itu langsung mundur beberapa langkah dan Dimas juga menyuruh Raja Wildan dan Ratu Emilia untuk menjauh secepatnya, awal nya mereka menolak dan ingin bertarung bersama tapi Dimas mencegah nya karena dia tahu bahwa makhluk di depan nya bukan lawan yang bisa mereka hadapi. Raja Wildan dan Ratu Emilia pun akhirnya menyerah dan mulai jalan menjauh.
"Hati-hati Dimas" kata Ratu Emilia.
Bersambung_
Maaf ya guys aku enggak up udah sampai tiga tahunðŸ˜ðŸ˜
Aku saat ini sedang tahap revisi novel dari sinopsis sampai bab-bab lainya untuk memperbaiki typo yang ada dan mengubah sedikit alurnya karena setelah aku baca banyak kurang menurutku jadi aku tambah deh, jadi bagi kalian yang sudah lupa di sarankan untuk membaca ulang dari bab 1 soalnya ada banyak perubahan dalam ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentar nya, dukungan dari kalian akan sangat berarti bagiku dan sampai jumpa di chapter berikutnya.