
[Selamat datang di kota viona player]
Muncul pemberitahuan dari sistem dan aku mulai menglihat ke sekeliling untuk melihat seperti apa kota viona ini. sejauh yang aku lihat begitu banyak pedagang yang ada di sini kanan dan kiri menjual berbagai macam barang mulai dari makan, baju, perlengkapan, bahkan senjata.
"Wah...... Emang pantas kota ini di juluki kota perdagang, Begitu banyak pedagang di sini mulai dari pedagang makanan sampai persenjataan"kata ku kagum.
"Baiklah saat nya aku mencari roni dan memulai petualangan ini"kata ku dengan semangat.
Aku mulai berjalan untuk mencari roni. aku melihat nama setiap orang yang ada di sekitar ku, untungnya di dalam game central online ini. nama setiap karakter akan muncul di atas kepala mereka dan tentu aja ini akan memudahkan aku untuk mencari roni, nama yang di tampil kan berfungsi sebagai pembeda antara NPC dan Player. kalau dia adalah seorang player maka yang akan muncul adalah nama player itu sendiri dan kalau dia bukan seorang player (NPC) maka di atas kepala akan bertuliskan NPC sementara kalau dia seorang Red Player maka lambang namanya akan berubah merah.
"Hmm..... Mana nih roni kok dari tadi enggak keliatan apa dia belum login ya? "Kata ku. Sudah 5 menit aku mencari nya tapi belum ketemu juga, aku terus mencari dan melihat nama-nama player yang ada sampai akhirnya aku menemukan nama yang aku cari.
"Ah.... Ketemu "kata ku. begitu aku melihat nama player yang bertuliskan kurosaki di atas kepalanya tanpa basabasi lagi aku langsung menghampiri nya dan menepuk pundak nya.
"Akhirnya ketemu juga susah sekali menemukan kan mu roni. Ngomong- ngomong sedang apa kau berdiri di sini sendirian"kata ku heran.
"Ehh.... Rocye kau udah datang, aku di sini lagi menunggu teman-teman party ku "kata roni.
"Ehh.... Kenapa? Emang nya Mereka belum login ya? "
"Belum itu makanya aku nunggu di sini. Ohh.... Ya rocye kau ambil job apa? " kata roni.
"Aku ambil job mage roni"
"Kenapa kau ambil job mage? "Kata roni sambil menaikan sebelah alis nya.
"Aku suka tipe penyerang jarak jauh"kata ku santai.
"Ohh... Kalau gitu kita ke tempat pelatihan dulu aja rocye selagi menunggu mereka datang"
"Tempat pelatihan untuk apa? "Kata ku heran.
"Tentu aja untuk mendapatkan skill lah. Pemain baru biasanya belum memiliki skill dan kalau mau mendapatkan kan nya kau harus pergi ke tempat pelatihan dulu"kata roni menjelaskan.
"Ehh.... Benar kah itu roni? "Kata ku
"Iya, coba kau buka status mu "kata roni
Aku pun menuruti perkataan roni dan mulai membuka jendela status ku
[Status]
Nama : Rocye
Ras : manusia
LV : 1
Job : mage
Gelar : -
Hp : 246
Mp : 367
STR : 20
AGI : 17
VIT : 25
INT : 65
DEX : 36
DEF : 31
LUCK : 10
[Skill]
-
"Ohh..... Kau benar aku belum memiliki skill apa pun"kata ku.
"Tentu aja kau belum memiliki nya. Karena kau itu kan pemain baru itu sebabnya kenapa aku menyuruh mu pergi ke tempat pelatihan"
"Tapi bagaimana dengan teman-teman party mu Roni kita enggak nunggu mereka dulu? "
"Enggak usah di tunggu lagian aku udah berparty dengan mereka. Aku tinggal menyuruh mereka untuk datang ke tempat pelatihan aja melalui chat grup dan menyuruh mereka untuk datang ke tempat latihan"
"Ohh..... Gitu ya,baiklah ayo kita ke tempat pelatihan itu aku ingin cepat-cepat mendapatkan skill biar bisa pergi ke dungeon secepatnya "kata ku dengan semangat.
"Wah..... kau semangat sekali Rocye tapi saat aku mengajakmu bermain pas di sekolah kau menolak nya"kata Roni menyindir ku.
"Haha...... Yah aku menolak nya karena aku memang kelelahan aja tadi tapi sekarang udah enggak lagi sih"kata ku sambil menggaruk tengkuk ku yang sebenarnya enggak gatal.
"Hmmm..... Ya udah kalau gitu ayo kita pergi, oh Ya kau jangan memanggil ku dengan sebutan roni ya di dalam game ini nama ku kurosaki"
"Emang kenapa enggak boleh aku memanggil mu dengan nama Roni? "Kata ku heran.
"Udah lah kau enggak perlu tahu yang penting panggil mana ku kurosaki atau kuro aja enggak apa-apa "
"Hah..... Ok kuro"kata ku pasrah, Aku enggak mau berdebat dengan Roni yang lagi keras kepala, itu benar-benar membuang energi aja.
"Oh iya aku belum mengundang mu ke party ku kan" Roni pun mulai membuka jendela menu nya dan beberapa saat kemudian muncul sebuah pemberitahuan sistem.
[Kurosaki mengundang mu ke dalam party apakah kamu menerima nya.. ]
[ Ya/tidak]
Tanpa basa-basi lagi aku langsung menekan ya dan sekarang aku udah resmi menjadi anggota party nya.
"Ok ayo kita pergi" kata roni dengan semangat dan aku hanya mengikuti nya dari belakang.
Beberapa menit kemudian kami sampai ke sebuah bangunan abad pertengahan dengan simbol pedang kayu yang saling bertabrakan di bawanya tertulis tempat pelatihan kami pun masuk ke dalamnya begitu banyak orang di sini dari player dan juga NPC. aku yakin mereka semua adalah pemula yang ingin berlatih untuk mendapatkan skill, Kami pun terus berjalan menuju tempat resepsionis berada.
"Ada yang bisa saya bantu tuan"kata resepsionis itu dengan sopan.
"Aku ingin mendaftar teman ku ke tempat pelatihan ini dia masih pemula jadi dia butuh latihan untuk meningkatkan kemampuan nya"kata Roni sambil menunjuk ku.
"Baik lah kalau begitu tuan, ini adalah formulirnya silahkan tulis nama dan job anda biar kami bisa memberi kan pelatihan yang sesuai"resepsionis itu pun memberi kan aku formulir, kemudian aku mulai mengisi formulir itu mulai dari nama dan job ku, Setelah selesai mengisinya aku memberikan formulir itu ke resepsionis tadi.
Resepsionis pun mulai membaca formulir yang aku berikan mungkin dia mencoba memastikan job ku sebelum di berikan ke pelatih nya.
" baik lah nama anda Rocye dan job anda adalah mage saya akan segera memberikan ini ke pelatih khusus job mage jadi mohon tunggu sebentar "
"Ok aku tunggu " resepsionis itu langsung pergi dari tempat nya dan setelah beberapa saat resepsionis itu kembali lagi dengan seorang wanita parubaya di belakang nya.
"Apa kah anda yang bernama rocye " kata wanita parubaya itu dengan sopan.
"Ya, saya rocye jadi apakah anda pelatih saya? "
"Ya, saya lah yang akan melatih anda tentang bagaimana menjadi seorang mage yang baik, nama saya adalah Alice "kata wanita sambil senyum.
"Silahkan ikuti saya, kita akan memulai latihan nya" wanita itu mulai berbalik dan mulai berjalan menjauh.
"Ya udah pergi sana aku akan tunggu di sini aja"kata roni sambil duduk di salah satu kursi yang ada di sana, aku hanya mengangguk dan mengikuti wanita itu beberapa saat kemudian kita sampai ke tempat latihan nya. Ruangan ini cukup besar dan di depan sana berjejer boneka kayu yang biasa di pakai untuk latihan.
"sebelum kita mulai belajar menggunakan sihir kamu harus memanggil saya guru paham."
"iya guru"
"Baik lah sebelum kita latihan apakah kamu tahu apa itu mana? "
"Tentu mana adalah energi dari dalam tubuh yang bisa kita ubah menjadi sihir eh... benar kan guru?"kata ku ragu soal nya aku baru bermain game ini.
" hahaha...... Iya itu juga benar, tapi aku kan menjelaskan nya lebih detail " kata Alice.
mana adalah energi yang ada di dalam tubuh seseorang dan bisa diubah menjadi sihir atau bisa juga untuk memperkuat fisik seseorang selama beberapa saat sesuai dengan energi yang ada di dalam tubuh. semakin besar mana yang di miliki seseorang itu semakin besar juga sihir yang bisa kau keluar kan, akan tetapi mana bukan hanya ada dalam tubuh aja. mana terbagi menjadi dua yaitu mana alam dan mana yang ada di dalam tubuh. Tidak seperti mana yang ada di dalam tubuh yang jumlah nya terbatas, mana alam memiliki jumlah energi yang tidak terbatas jika energi yang ada dalam tubuh habis maka mereka bisa menyerap mana alam untuk mengisinya kembali tapi perlu di ingat untuk tidak menyerap nya secara berlebihan kalau tidak tubuh seseorang itu bisa meledak dan hancur.
Alice menjelaskan kan dengan detail apa-apa saja keunggulan dan kekurangan dari seorang mage dan rocye hanya mengangguk dengan apa yang di jelas oleh Alice.
"apa kamu sudah mengerti? " kata Alice.
"ya, guru saya mengerti" kata ku sambil mengangguk.
"Bagus, sekarang saya akan mengajarkan mu untuk bisa menguasai 5 elemen dasar dulu ya"kata Alice.
__ADS_1
rocye yang mendegar nya merasa bingung, karena biasa nya seorang mage terbagi menjadi beberapa bagian mulai dari dark mage atau mage dengan tipe elementer tertentu, jadi seharusnya mage bisa nya hanya menguasaiin satu atau dua eleman aja. karena penasaran rocye pun menanyakan nya kepada Alice.
"guru, bukanya setiap mage hanya bisa menguasai satu atau dua elemen aja ya? "kata ku bingung.
" tidak, setiap mage bisa menguasai 5 elemen dasar. hanya saja banyak mage yang hanya fokus untuk melatih elemen yang di rasa cocok untuk mereka karena banyak player yang kuat hanya pada satu atau dua eleman saja. contoh nya seperti saya, saya hanya fokus pada sihir petir dan tanah "kata buk alice.
"Ohh... Begitu ya guru" kata ku mengerti.
"Kalau rocye mau fokus ke elemen apa?"kata buk alice bertanya.
"Saya belum bisa pasti kan soalnya saya belum mencoba nya" kata ku sambil tersenyum.
aku berencana untuk menguasai 5 elemen dasar itu, kalau bisa semua kenapa harus setengah-setengah? dengan menguasai semua elemen aku mungkin akan menjadi top player terkuat di geme ini kan,memikirkan nya saja sudah membuat ku bersemangat.
"Baik lah kalau begitu kita mulai latihan nya, Dimulai dari elemen api dulu, saya akan memperagakan nya"kata Alice. Dia merentangkan tangannya kedepan dan mulai membaca mantra.
"Wahai api yang membara pinjaman kan aku kekuatan mu dan bakar lah musuh ku Fire ball"
Setelah Alice selesai membacakan mantra nya keluar sebuah bola api seukuran bola sepak dan langsung menghantam boneka kayu yang berada di depan nya, boneka itu pun hangus tak tersisa.
"Wow.... Itu keren, tapi guru apa bisa kalau aku tidak membaca mantra? karena itu memakan waktu yang lama, aku akan langsung mati kalau berhadapan dengan seorang assasin yang mempunyai kecepatan " kata ku.
"Ya, kamu bisa aja dengan cara membayangkan nya dan langsung menyebut nama nya aja"
"Ok, akan aku coba" aku langsung merentangkan tangan dan membayangkan sebuah bola api yang seukuran bola sepak.
"Fire ball" setelah aku menyebut kan ya, bola api itu langsung melesat ke arah boneka kayu yang ada di depan ku hingga boneka itu hangus tak tersisa.
Ding...
[Selamat kepada player berhasil mempelajari skill Fire ball]
Muncul sebuah pemberitahuan dari sistem bahwasanya aku sudah berhasil mempelajari skill ini.
"Wahh.... Kamu hebat juga ya rocye langsung bisa dalam sekali coba"kata buk Alice memuji ku.
"Ok, sekarang saya akan mengajarkan mu sihir ber elemen angin ya"
"Tidak perlu guru saya bisa sendiri, guru tinggal memperhatikan saya aja apakah saya sudah benar atau tidak"kata ku semangat.
"Hoo.... Anak muda yang bersemangat, baiklah kamu bisa memulai nya sekarang ibu ingin melihat bagaimana kamu melakukan nya"
"Terimakasih guru"kata ku sambil tersenyum.
🌼🌼🌼
Setelah latihan bersama guru Alice selesai aku dan guru alice berjalan keluar dari tempat pelatihan, aku berpisah dengan guru alice karena dia ada jadwal pelatihan lagi.
"Hmmm...... Roni bicara dengan siapa itu? Teman partynya ya" aku menghampiri Roni yang sedang berbicara dengan beberapa orang dan menyapa nya.
"Hei.... Kuro"
"Ehh..... Rocye udah selesai kau menjalankan latihan nya, cepat juga ya. biasanya untuk melatih skill secara sempurna butuh waktu sampai beberapa minggu kau yakin udah betul-betul mengerti?"kata roni curiga.
" sesudah dong, aku ini kan jenius"kata ku dengan bangga.
"ehh...dasar sombong, nyesel aku bertanya "kata Roni kesal.
"Hehe.... Oh Ya ngomong-ngomong mereka siapa? temen party mu ya? "Kata ku sambil melirik orang-orang yang berada di samping Roni.
"Ohh... Mereka, iya mereka anggota party ku. teman-teman bisa kah kalian memperkenalkan diri " kata roni dan di jawab dengan anggukan mereka.
"Perkenalkan nama ku cika job ku healer"
"Kalau aku adalah john job ku monk"
" nama ku sai job ku assasin "jawab nya dengan nada dingin.
"Haha... Halo nama ku rocye dan job ku mage" kata ku canggung.
'Orang yang bernama sai ini sungguh dingin apa orang yang mengambil job assassin selalu seperti itu ya' kata ku dalam hati
"Oh... Ngomong-ngomong kuro aku belum mentahui job mu, soalnya kan kau belum memberi tahu ku"kataku karena sangat penasaran dengan job Roni.
"Job ku adalah swordman "jawab nya singkat
"Oh..."ternyata dia mengambil job swordman.
"Tutorial dungeon?? "Kata ku heran.
" iya, itu dungeon yang cocok untuk mu karena kau masih seorang pemula jadi kita akan ke sana dulu" kata roni.
"Ohh.... Ada berapa lantai di dungeon itu"
"Ada sekitar 10 lantai di tutorial dungeon itu. tapi perlu di ingat walaupun namanya tutorial dungeon tapi bos monster di lantai 9 sampai 10 tidak bisa di anggap remeh, karena di lantai 9 ada goblin champions berlevel 45 dan di level 10 ada goblin king berlevel 50, dengan level kita sekarang. walaupun kita bersama-sama melawan nya belum tentu bisa mengalah kan nya jadi kita hanya sampai lantai 7 aja" kata roni menjelaskan. kami pun setuju karena aku masih lah seorang pemula dan level ku masih rendah jadi aku enggak boleh ambil resiko.
"ehh....tunggu dulu, bukanya kau pemain lama ya? seharusnya kau dan teman-teman mu bisa melawan ya" kata ku heran.
"hehe.....sebenarnya aku juga tidak bisa di bilang pemain lama, karena aku baru main 2 minggu yang lalu. Sementara teman- teman ku juga baru bermain 1 minggu yang lalu. Dan kami baru sampai lantai 9 itu pun kami belum bisa mengalahkan goblin champions" kata Roni canggung.
"eleh.....tadi kau bicara seperti sudah pro, tapi ternyata kau pemain baru juga ୧( ಠ Д ಠ )୨"
"hehehe...."
Setelah itu Kami pun pergi dari tempat pelatihan dan berjalan menuju tutorial dungeon, Berberapa saat kemudian kami akhirnya sampai di depan goa yang lumayan besar tanpa basa-basi lagi kami mulai memasuki tempat itu.
[Selamat datang di tutorial dungeon ]
Muncul sebuah pesan dari sistem, tanpa berlama-lama kami mulai menjelajah tempat di lantai 1 ternyata monster nya adalah slime dan kami dengan mudah mengalah kan ya. Kami terus menjelajah lantai 2,3,4,5,6 kami sama sekali tidak ada halangan selama penaklukan ini, sampai kami tiba di lantai 7 dari dungeon.
[Anda memasuki lantai 7]
Lagi-lagi muncul pemberitahuan dari sistem. begitu kami masuk, kami langsung di sambut oleh para goblin yang sudah siap untuk bertempur.
"Wah.... Lihat lah para goblin ini banyak juga yang harus kita lawan"kata ku
"Berhenti mengeluh dan lawan saja lagian goblin biasa, mulai dari lantai 7 sampai lantai 10 lawan kita adalah goblin, hati- hati semua nya"kata Roni
"Ya benar juga, baik lah ayo mulai " kami pun mulai berpencar john ke depan sai ke kanan dan roni ke kiri sementara aku tetap berdiri di belakang, aku harus menjaga cika karena dia adalah seorang healer.
Roni sangat mahir menggunakan pedang nya dia terus menebas semua goblin tanpa ampun, sai sendiri mengunakan belati dan menggunakan kecepatan yang di miliki nya untuk membunuh semua goblin, kecepatan nya benar-benar gila aku bahkan tidak bisa melihat pergerakan nya. Aku penasaran sebenarnya di level berapa sai ini, untuk john sendiri dia hanya menggunakan tangan kosong untuk melawan para goblin mungkin karena dia tipe petarung dan dia lah yang paling bar-bar di antara yang lain nya.
Semantara aku sendiri tetap di belakang bersama cika karena dia bukan tipe petarung jadi aku lah yang melindungi nya, ada beberapa goblin yang menuju ke arah ku dan cika tapi aku masih bisa melawan mereka sendiri karena mereka cuman goblin biasa. Aku bersyukur di sini enggak ada goblin shaman kalau ada pasti akan merepotkan. Beberapa saat kemudian kami akhirnya berhasil membunuh semua goblin di lantai 7 ini.
"Akhir nya selesai juga menghabisi para goblin ini"kata john sambil meregang kan badan nya.
"Ya untung ini selesai dengan cepat ya" kata ku.
"Ok kita berhenti di lantai ini aja ya ini udah kemaleman takut nya kita terlambat ke sekolah besok"kata roni
"Iya kau benar juga baiklah kita berhenti di sini" kata ku
Kami pun mulai berbalik tapi sebelum kami sempat melangkah tiba-tiba saja lantai tempat kami berdiri berguncang cukup keras.
"Ehh..... Ada gempa bumi "kata john panik.
"Mana ada gempa bumi di dalam game bodoh "kata sai.
"GOARRRRR.... "
Setelah getaran nya berhenti, Tiba-tiba terdengar suara yang memekakkan telinga. kami yang mendengar nya langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.
[monster "goblin champions" telah muncul]
Muncul pemberitahuan dari sistem bahwasanya goblin champions telah muncul dan tentu saja situasi ini membuat kami sangat terkejut.
"Mustahil... itu goblin champions " kata roni panik.
"Bagaimana bisa monster lantai 9 datang ke lantai ini, bukan nya monster enggak bisa keluar dari lantai nya ya" kata john.
"Kau benar, seharusnya boss monster ini enggak bisa keluar dari lantai 9 "kata sai.
"Apa kah mungkin game ini bug" kata ku panik. Kalau apa yang di katakan mereka benar hanya ada satu yang bisa menjelaskan situasi ini yaitu bug.
Goblin itu mulai berlari dan menyerang kami dengan senjata nya, dengan refleks kami langsung menghindari serangan nya tempat dimana kami berdiri sekarang sudah retak dan hancur benar-benar kekuatan yang yang mengerikan.
Sai pun tidak tinggal diam dia langsung berlari ke arah goblin itu, mengambil jarum yang udah di lumuri racun yang ada di kantong celananya dan melempar kan jarum beracun itu ke arah goblin champions beberapa jarum berhasil menancap di tumbuh nya, tidak sampai di situ saja dia juga mengeluarkan pisau dan melempar sejumlah pisau tapi kali ini sasaran nya ada lah kepala goblin itu.
Semua lemparan yang mengarah ke kepala goblin itu berhasil di hidari. Meskipun tubuhnya sangat besar tapi ternyata gerakan nya cukup gesit.
__ADS_1
Sekarang giliran ku yang menyerang nya, aku menggunakan kan skill [frost diver] ke arah goblin itu yang membuat kaki nya membeku dan memperlambat pergerakan nya, walaupun kakinya tidak bisa bergerak dia memcoba menghancurkan nya dengan senjata nya yang ada di tangan kanan nya, tapi sebelum bisa menghacurkan es itu roni langsung menyerang menggunakan skill [wave slash] dan membuat tangan kanan goblin putus. John memanfaatkan situasi itu dan menyerang goblin skill [iron fist] dan memukul nya tepat di kepala nya yang membuat goblin itu terjatuh dan kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Goblin itu terlihat kesakitan terkena serangan kami tapi walaupun udah di serang dan terluka parah dia tetap bisa bangun lagi, kuakui kekuatan fisik monster ini sungguh luar biasa.
Goblin itu menjerit dengan keras memekakkan telinga seperti nya kami membuat nya marah, goblin itu mulai mengangkat tangan kirinya mengambil batu yang besar yang ada di samping nya dan melempar kan nya tapi itu bukan ke arah kami melainkan ke arah cika yang ada di belakang.
"Cikaaa.... awas.....!! " teriak roni memperingati cika.
Aku yang melihat cika dalam bahaya langsung mengeluarkan skill [ring of fire] untuk melindungi nya dari lemparan batu itu, batu itu langsung hancur ketika terkena lingkaran api ku.
"Kuro..... Kita tidak bisa berlama-lama lagi aku akan mengaburkan jarak penglihatan nya dan saat itu kau serang dia" teriak ku ke roni.
Roni mengangguk dan bersiap menyerang, aku pun mengeluarkan skill [blizzard ] daerah di sekitar menjadi dingin dan beberapa saat datang lah badai salju yang besar, sesuai perkiraan goblin itu tidak bisa melihat karena badai salju ku. dia menyerang dengan sembarangan melihat itu roni pun memanfaatkan nya dan berlari ke goblin itu dia sedikit melompat, mengambil pedang nya dan menebas kepala goblin secara vertikal membuat kepala goblin itu terlepas dan langsung membuh goblin itu.
[Selamat anda telah membunuh "goblin champions" ]
[Anda mendapatkan gelar “ the brave”]
The brave
Adalah gelar yang diberikan kepada seseorang karena keberanian, kekuatan, dan kemampuan yang di tunjukkan nya berada di atas orang lain. Pemilik gelar ini adalah orang yang tidak mudah menyerah dan belajar dari sesuatu yang di lihat nya.
Bonus:
Menambah kekuatan serangan saat melawan monster tingkat tinggi sebanyak 35%
Mendapatkan perlindungan berupa pengurangan damage dari musuh sebesar 25%
Level up
Level up
Level up
Level up
level up
level up
wow...aku naik level sampai 5 kali, mungkin karena lawan ku yang level nya jauh lebih tinggi dariku. tanpa berlama-lama Aku yang melihat hal ini langsung membuka jendela status ku.
[Status]
Nama : rocye
Ras : manusia
LV : 20
Job : mage
Gelar : the brave
Hp : 390
Mp : 700
STR : 75
AGI : 63
VIT : 120
INT : 125
DEX : 105
DEF : 90
LUCK : 10
[Skill]
-Frost river : memberikan damage sebesar 25% magic attack ber elemen air, dengan kemungkinan sebesar 36% untuk memberikan status freeze ke pada musuh.
-cold bolt:memberikan damage sebesar 18% magic attack ber elemen air.
- lightning bolt :memberikan serangan petir dengan damage sebesar 20%.
-fire ball:membuat bola api untuk menyerang musuh.
-ring of fire: membuat lingkaran api dan menahan serangan musuh sebesar 50%, skill ini bisa menahan 11 serangan.
-crystalize: membuat tanah menempel pada bagian tubuh tertentu.
- anemo: membuat angin menjadi setajam pedang.
-soul strike:memberikan serangan cahaya dengan damage sebesar 15% dan akan memberikan dampak lebih besar ke musuh tipe undead.
-blizzard:membuat badai salju untuk memperpendek jarak pengelihatan musuh.
Aku sangat puas dengan status ku yang udah meningkat pesat, aku juga senang karena saat di pelatihan tadi berhasil membuat skill yang berguna. skill-skill ini aku ciptakan setelah menonton anime, inilah kekuatan dari seorang otaku. kalau begini aku pasti akan menjadi player terkuat suatu saat nanti.
"Hah akhirnya selesai juga " kata roni
"Iya, ehh.... Cika kamu enggak apa-apa kan"kata ku
"Enggak kok kalau kamu enggak menolong ku pasti aku mati"
"Hahaha..... Enggak apa-apa kita kan teman satu party, oh ya ngomong-ngomong ini udah jam berapa? "
"01.13" kata sai
"waduh.... Udah malam banget, aku logout duluan ya nanti aku bisa telat sekolah besok"kata ku panik
"Ok sama jumpa di sekolah, rocye jangan telat ya" kata roni mengejek.
"Iya-iya " aku pun langsung logout dari game itu mematikan komputer dan pergi ke tempat tidur.
Flashback end_
"Sial-sial" kata ku kesal, ini gara-gara goblin champions yang menyebalkan itu kenapa dia harus datang semalam.
Akhirnya rocye sampai di gerbang sekolah nya, di depan gerbang itu berdiri pak satpam yang mau menutup pagar sekolah.
"Pak tunggu.... jangan di tutup dulu" teriak ku.
"Kalau begitu cepat "kata pak satpam.
"Makasih pak "kata ku sambil berlari ke sekolah.
Akhirnya aku masuk di dalam sekolah, aku terus berlari melewati lorong sekolah terkadang aku hampir terpeleset saat mau berbelok ke tikungan yang ada di lorong. Tinggal beberapa langkah lagi aku mencapai kelas ku yang bertuliskan 2B, tetapi sesaat sebelum aku sampai tiba-tiba dari arah jendela kelas ku muncul cahaya yang menyilaukan mata, aku menutup mata ku dengan tangan ku setelah beberapa saat cahaya itu pun menghilang. Aku sempat melamun sesaat bertanya apa yang terjadi tapi aku membuang pikiran itu dan masuk ke kelas.
"Halo teman-teman ap..... " kata-kata ku terhenti begitu melihat kelas yang kosong tak ada siapa pun di sini cuman ada tas mereka aja.
"Lo kemana mereka apa mereka ganti baju ya? tapi hari ini kan enggak ada pelajaran olahraga"kata ku heran.
"Ah.... Masa bodoh lah yang penting aku enggak telat"
Beberapa menit kemudian guru pun masuk ke kelas
"Maaf ya anak-anak ibu tadi ada rapat sebentar, ehh....... Kemana anak-anak? "
"Enggak tau buk, pas saya masuk mereka emang enggak ada" kataku.
"kalau begitu kamu pergi sana cari teman-teman mu"kata buk guru.
"Lo kok saya buk? "
"Emang siapa lagi yang bisa ibu suruh kecuali kamu "
"Oh.... Iya ya" kata ku baru sadar.
"Ya udah pergi cari temen mu"suruh buk guru.
"Ok buk" aku pun mulai mencari teman-teman ku. aku pergi ke kantin, ruang ganti, halaman belakang sekolah tapi tetap tidak menemukan mereka. akhirnya aku pun meyerah dan bilang ke pada ibu guru kalau aku enggak bisa menemukan mereka sama sekali, bu guru pun pergi ke kantor kepala sekolah untuk memberitahukan masalah ini.
"Roni kau di mana "kata ku cemas.
__ADS_1
Bersambung_