
" Hu Feng, seranganmu memang kuat walaupun kau sedang terluka parah! " ucap Patriak Gu
"Walaupun aku masih belum sembuh dari cedera yang diakibatkan olehmu tempo hari, aku tetap akan berusaha membunuhmu hari ini"
balas Hu Feng
" itu tidak akan terjadi jika aku membunuhmu dulu! " ucap Patriak Gu melesat ke arah Hu Feng
"Terimalah ini! "
"Tebasan Penghancur!" teriak Patriak Gu
"Kau terlalu banyak bermimpi!, Teknik Pedang Matahari Gerakan Kedua : Tebasan Matahari! " Teriak Hu Feng
Teknik mereka berdua saling beradu dan kemudian membuat ledakan tang membuat mereka berdua seketika mundur
Tidak sampai disitu Mereka berduapun kembali melancarkan jurus masing masing lagi.
Ketiga orang berpakaian hitam yang menyaksikan pertarungan yang sengit antara Patriak Hu Feng dan Patriak Gu yang saling bertukar teknik membuat mereka merinding
"Hey kalian, apa kalian melupakan aku? " ucap Li Chen
Mereka bertiga dengan cepat menoleh ke ara Li Chen
" Aku sangat sedih ~" ucap Li Chen lagi dengan wajah yang pura pura sedih
"Cih, bocah ini sangat menjengkelkan, mari kita habisinya dan bantu Patriak Gu! "
Mereka bertiga melesat ke arah Li Chen dengan pedang di tangan mereka yang siap untuk menebas
"Tebasan Iblis! " ucap mereka bertiga serentak
Tebasan mereka bertiga itu dengan mudah Li Chen hindari. Pergerakan Li Chen sangat lembut ketika menghindar serangan mereka bertiga
"Apa hanya segitu kemampuan kalian? "ejek Li Chen
Mendengar ejekan dari Li Chen membuat ketiga orang itu kesal dan langsung melayangkan tebasan demi tebasan berturut turut
tetapi dengan mudahnya Li Chen hindari serangan bertubi tubi itu.
"Berhentilah menghindar! " ucap salah satu dari mereka
"Apa kalian sudah kehilangan akal sehat? " balas Li Chen
Booomm
Suara ledakan keras terdengar dari arah pertarungan Hu Feng dan Patriak Gu
Patriak Gu berhasil melukai patriak Hu Feng dan memukul mundurnya
" Sudah ku beritahu padamu Patriak Hu, kau tidak akan bisa mengalahkanku ha ha ha" ucap Patriak Gu
uhuk uhuk
Hu Feng tertunduk lemas dan pedangnya tertancap. Akibat serangan dari Patriak Gu, Hu Feng mengeluarkan darah dari mulutnya
"aku tidak bisa berlama lagi, karena luka yang dialami oleh Hu Feng membuatnya tidak bisa bertarung lebih lama" gumam Li Chen
Li Chen dengan segera ingin menyelesaikan pertarungan ini dan mulai menyerang mereka bertiga
"Hey kalian, kirimkan salamku pada dewa kematian! " ucap Li Chen yang tiba tiba berada di depan mereka bertiga
__ADS_1
"Tebasan Guntur! "
Pedang Li Chen dilapisi oleh petir lalu dia menebas mereka bertiga dengan sekali serang
Jderr, jderr, jderr~
Setiap tebasan Li Chen mengeluarkan suara guntur. Tebasannya juga telah membuat ketiga orang itu terbelah menjadi dua dan mayat mereka hangus terbakar
Patriak Gu tercengang ketika menoleh ke arah di mana temannya sedang bertarung. Di melihat 3 mayat yang telah di potong menjadi dua dan hangus terbakar
Patriak Gu tidak menyangka hal ini akan terjadi. Temannya telah mati dengan mengenaskan di tangan seorang bocah
"Beraninya kau bocah! aku akan membunuhmu! " teriak Patriak Gu dan melesat ke arah Li Chen meninggalkan Hu Feng
"Tebasan Penghancur Bumi "
Patriak Gu melesat kearah Li Chen dan bersiap untuk menebasnya. Tetapi Li Chen dengan cepat bergerak dan tiba tiba berada di depan Patriak Gu
Li Chen mencengkam leher Patriak Gu mulai dari perlahan dan bertambah kuat. Hal itu membuat Patriak Gu menjatuhkan pedangnya dan mulai berusaha untuk lepas
"Kau Patriak Gu benar? dimana kesombongan mu tadi.kenapa sekarang kau seperti sedang menari? " ucap Li Chen
Akhh Akhh Akh~
Patriak Gu meronta ronta berusaha untuk lepas dari cengkaman Li Chen. Li Chen berfikir apa dia harus membunuhnya atau tidak
'Jika aku membunuhnya, bagaimana pertandingan bela diri nanti? mungkin akan dibatalkan dan rencana ku akan gagal ' batin Li Chen
"Cih! "
Li Chen melempar Patriak Gu tepat di samping temannya yang tidak sadarkan diri ketika di pukul oleh Li Chen yaitu Patriak Song
Gedebuk Boomm
Patriak Gu lemas dan tidak mampu untuk berdiri. Li Chen pun bergerak menghampiri Patriak Gu
"Ampuni aku tuan muda~ aku tidak punya mata !" ucap Patriak Gu bersujud kepada Li Chen
'Bai Long, tolong berikan aku tumbuhan yang beracun yang membuat seseorang mati secara perlahan ketika mengkonsumsinya
'Baik Tuan, ' balas Bai Long
Li Chen pun mengeluarkan dua tumbuhan beracun dan memaksa Patriak Gu untuk memakannya
emmm ~emmm~ emm
Tidak lama setelah itu, Patriak Song sadarkan diri dan yang pertama dia lihat adalah Patriak Gu yang sedang di paksa untuk memakan tumbuhan
"Ada apa ini!? " Ucap Patriak Song
mata Li Chen bersinar ketika melihat Patriak Song telah sadarkan diri dan mulai memaksanya juga untuk makan tumbuhan beracun itu
...
"Dengarkan aku, tumbuhan yang kalian makan dengan tidak sengaja itu merupakan tumbuhan yang beracun. Tumbuhan itu akan membunuhmu secara perlahan dan hanya aku yang bisa membuat penawarnya" jelas Li Chen
'Tidak sengaja ndasmu!' batin kedua Patriak itu
" Kalian harus melakukan apa yang aku perintahkan jika ingin hidup!" ucap Li Chen
Li Chen memerintahkan kedua Patriak itu untuk menghadiri pertandingan bela diri seperti biasa dan tidak mengungkapkan apa yang telah terjadi pada malam ini
__ADS_1
"Jika aku mendapati kalian tidak menepati, aku akan menghancurkan Sekte kalian!! " ucap Li Chen dengan penuh penekanan
"Sekarang Pergilah! "
Li Chen membubarkan mereka berdua dan menghampiri Hu Feng yang sedang terduduk lemas
"Patriak Hu Feng, apa kau tidak apa apa? apa bisa berdiri? " ucap Li Chen
Hu Feng hanya mengangguk menandakan dia bisa berdiri dan tidak apa apa
" mari kita ke penginapanku dulu, karena tempat itulah yang paling dekat dari sini"
...
Mereka berdua telah tiba di penginapan. Fan Shu yang melihat Li Chen telah kembali membawa seseorang yang sekarat mengulurkan bantuannya
Li Chen menyuruh Hu Feng untuk duduk dan menceritakan cedera apa yang telah dia sembunyikan
"Seperti biasa, aku tidak bisa membantah tuan muda Li ha ha ha~" ucap Hu Feng
"Kejadian nya seperti ini~"
Hu Feng menceritakan bahwa dia telah terluka parah ketika sektenya telah diserang. Dia telah menerima Luka dalam yang cukup parah akibat serangan dari banyak orang
'Sepertinya Patriak Hu telah di keroyok' batin Li Chen
Li Chen pun kemudian mengecek kondisi tubuh Hu Feng dengan mengalirkan Qi nya keseluruh tubuhnya
Li Chen mendapati bahwa Hu Feng telah mengalami luka dalam yang lumayan serius yaitu Meridiannya telah retak dan hampir hancur
Meridian merupakan tempat yang menampung jumlah Qi yang membuat seseorang bisa menjadi seorang kultivator
"Patriak Hu, meredianmu sepertinya hampir hancur" ucap Li Chen
"Apa! " Hu Feng tercengang
"Jangan khawatir, aku bisa menyembuhkanmu. Dilihat dari kondisi tubuhmu sepertinya kau belum menggunakan pil yang aku berikan benar? "ucap Li Chen
"Benar tuan muda Li, itu adalah harta paling berharga bagiku" balas Hu Feng
"Pil itu dapat memulihkan meredianmu Patriak Hu Feng, hanya dengan menggunakannya kau bisa kembali sembuh dan bahkan bisa menjadi lebih kuat"
Hu Feng berfikir keras, apakah dia ingin menggunakannya atau tidak. Jika dia tidak menggunakannya dia pasti tidak akan sembuh
setelah lama berfikir, Hu Feng pun bersedia menggunakan pil tersebut
Hu Feng menelan pil tersebut dan memposisikan tubuhnya untuk bermeditasi
Tubuh Hu Feng mengeluarkan aura yang kuat yang berarti prosesnya telah dimulai
B E R S A M B U N G
(Β΄βΟβ`)
Jangan Lupa
Like π
Komenπ
Favorite β₯
__ADS_1
Follow juga yaπ₯