
"Ibu? " ucap Li Chen
"Apa dimatamu hanya ada ibumu? sekarang ayahmu ada di depanmu .. apa kau tidak merindukan diriku bocah bau? " ucap Li Guan
Li Chen masih memerlukan waktu untuk mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi sekarang dan kenapa ayahnya tiba tiba menyerangnya
Li Xia ibu Li Chen berjalan menghampiri Li Guan dab berdiri di samping Li Guan
" Anak nakal apa kau hanya akan terdiam disana? dan tidak ingin memeluk ibu dan ayahmu ini? " ucap Li Xia
mendengar kata kata ibunya, Li Chen pun berjalan dan memeluk mereka berdua dengan erat
"Aku merindukan kalian berdua ibu, ayah" ucap Li Chen membuat Li Guan dan Li Xia terharu
"kami juga merindukanmu nak" ucap mereka berdua
" Mari masuk kedalam, tidak enak jika mengobrol di sini" ucap Li Guan
~ Aula Kediaman Keluarga Li
Li Chen, Li Guan dan Li Xia, sedang duduk di tempat duduk yang telah disediakan
" Ayah, aku tidak menyangka ayah akan menjadi sangat kuat " ucap Li Chen membuka pembicaraan
" Hahaha, Aku tidak boleh kalah kepada anakku sediri bukan? Hahaha" sahut Li Guan
" oh iya, aku mendengar rumor tentang kehancuran dua kekaisaran oleh seorang anak muda ... anak muda itu juga bermaga Li.. apa kamu mengetahui tentang ini nak? " ucap Li Guan
" Itu aku ayah" sahut Li Chen
" Ahahah, tentu saja itu kau.. ehhh!!..itu dirimu! " ucap Li Guan terkejut sampai berdiri dari tempatnya
" Jangan khawatir ayah, aku melakukan semua itu untuk kita semua " sahut Li Chen
" Ah iya, Ibu ayah.. aku mempunyai hadiah untuk kalian berdua" Ucap Li Chen mengubah topik pembicaraannya
~ Sebelum itu
'Sistem apa yang harus aku lakukan supaya ibu dan ayahku tidak membicarakan tentang hal itu lebih panjang? ' ucap Li Chen pada sistem
(Ding! kenapa tuan tidak memberikan mereka berdua hadiah tuan?)
'Benar juga, tapi apa yang harus aku berikan? '
Tiba tiba sistem menampulkan fitur shop supaya Li Chen mebeli barang dari sistem sebagai hadiah
'Astaga, kenapa aku lupa aku mempunyai sistem.. hahah'
Tetapi, sistem yaitu sekarang sebuah robot mini yang hanya bisa di lihat Li Chen membuat ekspresi licik dibelakangnya
Li Chen memilih dengan teliti barang barang yang ada di shop
'Semua barang disini sangat bagus! '
__ADS_1
'hmm, karena ayah sangat mahir menggunakan tombak seperti dia bertarung denganku, aku akan membelikannya sebuah tombak! '
Li Chen pun memilih sebuah tombak yang dari tadi menarik perhatian matanya
(Tombak Kekacauan Surgawi)
Tombak ini adalah tombak pertama yang digunakan oleh Dewa Perang dalam perang besar pertamanya, Tombak ini dibuat dari salah satu Taring Dewa Naga Guntur.
Efek Special : Setiap serangan akan membuat seluruh alam bergetar hebat / Gempa Bumi di seluruh alam
Harga : 100.000 Poin Sistem
' Mahal sekali! jika itu untuk ayah, harga ini tidak seberapa! ' ucap Li Chen langsung membeli Tombak tersebut
'Sekarang untuk ibu! '
karena Li Chen kebingungan memilih hadiah untuk seorang perempuan, dia meminta bantuan dari sistem barang yang paling sesuai untuk ibunya
'Sistem apa kau bisa merekomendasikan barang apa yang sesuai untuk ibuku'
Tidak lama kemudian, sistem menampilkan sebuah barang yang berupa gelak giok berwarna biru keemasan dengan keterangan gelang tersebut
(Gelang Giok Dewi Peri)
Gelang yang dibuat dari campuran Giok Es dan Esensi darah Emas murni yang dapat menahan segala serangan dari tingkatan Dewa sekalipun
Ketahanan : 100 tahun
Efek Special : immortality / Pengguna tidak akan pernah mati
'Uhuk uhuk' Li Chen terbatuk batuk ketika melihat harga dari gelang tersebut
"Nak, apa kamu sakit? " ucap ibunya khawatir dengan Li Chen yang tiba tiba terbatuk batuk
Mahu tidak mahu, Li Chen membeli gelang tersebut
~ Kembali Ke waktu sekarang
Li Chen berdiri dari tempatnya dan berjalan menghampiri ibunya dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi Gelang Giok yang dibelinya
" Ibu, Hadiah yang ku berikan memang tidak seberapa tetapi percayalah bahwa ia dapat melindungi dirimu dengan sangat lamanya " ucap Li Chen memberikan kotak tersebut
Li Xia pun menerima pemberian anaknya itu dengan senang hati, karena penasaran dia membuka kotak tersebut
Swushhhh ~
Aura dingin tetapi sangat hangat dan nyaman memenuhi ruangan tersebut
"Chen'er, apa ini...Ibu tau ini adalah giok tetapi darimana kau mendapatkannya? " ucap Li Xia
Tetapi Li Chen tidak menjawab pertanyaan ibunya dan hanya menunjukkan senyumannya
" Apa kau melupakan diriku? hmmp " ucap Li Guan
__ADS_1
"tentu saja aku tidak melupakanmu ayah.. " sahut Li Chen yang bejalan mendekati ayahnya
"Ayah, barang yang berikan ini aku harapkan kau menggunakannnya untuk melindungi keluarga kita " ucap Li Chen serius
Kenapa Li Chen serius? karena jika ayahnya menggunakan tombak tersebut secara suka suka dan membuat seluruh alam bergetar hebat, Sudah pasti orang orang akan menyelidiki dan mencari dimana sumber tersebut
"Kau jangan terlalu khawatir, aku sudah sudah sembuh serta menjadi sangat kuat dan akan bertarung sampai darah terakhir demi melindungi keluarga kita! " sahut Li Guan
Li Chen menggeluarkan sebuah tombak dari inventorynya. Tombak tersebut di selimuti oleh sebuah kain dan di atas kain tersebut terdapat tulisan mantra dari bahasa kuno
Ayahnya yang penasaran pun bertanya pada Li Chen
"Nak, dari bentuknya aku tahu ini adalah senjata dan sepertinya senjata ini telah disegel karena memiliki bahasa yang ayah tidak ketahui di kain nya" ucap Li Guan
'Sistem kenapa tombak ini disegel? '
(Ding! untuk membuka segel dari tombak tersebut, tuan hanya meneteskan darah dari keturunan dewa perang padanya)
" Untuk membuka segelnya, ayah hanya perlu meneteskan darah ayah pada kainnya" sahut Li Chen
" ayah tidak tahu apa yang kau rencanakan tetapi ayah mempercayai mu" ucap Li Guan
Li Guan pun menyayat sedilit tanggan dan meneteskan darahnya pada tombak yang disegel tersebut
Krtakk~ krtakk~
Segelnya telah hancur dan kain pembalut tombak itu lepas dengan sendirinya
Setelah seluruh kain pembalut lepas, menampilkan sebuah tombak berwarna biru keungguan
Booomm!
Tiba tiba aura emas meledak keluar dari tombak tersebut membuat Li Guan dan Li Xia terkejut
Berbeda dengan Li Chen yang sudah terbiasa dengan adegan seperti itu
"Kenapa ayah hanya berdiri saja, pegang dan gunakan untuk percobaan" ucap Li Chen
Li Guan hanya mengangguk dan mendekat dan berniat untuk memegang tombak tersebut
ketika Li Guan memegang tombak tersebut, Li Guan tiba tiba berteriak dan matanya berubah menjadi warna merah
Setelah Li Guan memegang tombak tersebut, pikiran Li Guan ditarik kedalam tombak tersebut
Dalam pikiran Li Guan, sekarang Li Guan berdiri di sebuah medan perang penuh dengan ribuan mayat
Li Guan kebingungan hanya terus melirik ke setiap arah
~ Di Alam????
Seorang Lelaki masuk ke dalam ruang persenjataan dan ketika dia melihat ada senjatanya yang hilang, dia mulai panik
"Ahhh! Kemana perginya tombak kenangan ku!!" ucap lelaki itu sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya
__ADS_1
B E R S A M B U N G
😶