
Di arena ketiga adalah pertarungan antara murid dari sekte Shen Jiang dan murid Sekte Pedang Awan
Kedua murid tersebut naik ke arena dan memasang kuda kuda untuk bersedia bertarung.
Pertarungan pun dimulai dengan murid dari sekte Pedang Awan menyerang dahulu ke arah murid sekte Shen Jiang
'Aku pasti bisa mengalahkannya! ' benak murid sekte pedang awan yang melesat cepat
"Tebasan Pembelah Gunung! "
murid sekte Shen Jiang hanya menyeringai dan membiarkan serangannya mengenainya
Boommm!
'Apa aku berhasil!? ' benak murid sekte Pedang Awan
"hahaha, apa hanya segitu !?" ucap murid sekte Shen Jiang
Terlihat bahwa murid sekte Shen Jiang tidak menggunakan teknik pertahanan atau serangan untuk menahan serangan
tetapi dia dengan suka rela membiarkan serangan itu. Yang membuat semua orang terkejut adalah ketika serangan yang tepat diluncurkan ke arah lehernya tidak dapat menebas lehernya
tidak ada luka sama sekali dan itu sempat membuat Patriak sekte Pedang Awan tercengang juga
"Apa! bagaimana mungki~" ucap murid sekte Pedang Awan tetapi sebelum dia menyelesaikannya lehernya dicengkam oleh tangan dari murid sekte shen Jiang
"Arghhh~ Arghhh~"
Murid sekte Pedang Awan meronta ronta meminta untuk melepaskan cengkaman itu bahkan pedang yang dia pegang lepas dari tangannya
dia terus meronta ronta dan akhirnya dia memaksakan untuk berbicara walaupun susah karena cengkamannya sangat kuat dan tambah kuat
"Auuu~ eyeeerahh~ argh"
Semua orang mendengar apa yang dia katakan bahkan patriak sekte Pedang Awan pun berteriak
"Hentikan pertandingan~ hentikan pertandingan!! dia telah menyerah!! " teriak Patriak Sekte Pedang Awan
"Apa yang kau katakan patriak, sudah jelas ini pertarungan hidup dan mati~ hahaha" sahut Patriak sekte Shen Jiang
"Muridku, selesaikan ini dengan cepat.. aku tidak mau berlama lama! " perintah patriak sekte Shen Jiang pada muridnya
muridnya hanya mengangguk mengerti dengan perintah patriaknya. Dia menguatkan cengkamannya sampai murid sekte pedang awan tambah kesakitan
Murid sekte pedang Awan itu mengulurkan tangannya ke arah patriaknya seakan meminta tolong tetapi itu sudah terlambat
" Teknik Penguat Fisik !"
Murid sekte shen Jiang menggunakan teknik nya yang dapat menambah kekuatan fisik sebesar 50%
__ADS_1
" Tarian Kematian! " teriak murid sekte Shen Jiang
Murid sekte pedang Awan terus meronta walaupun tidak ada harapan untuknya dan akhirnya murid itu tidak bergerak dan kepalanya meledak
arena tersebut seketika di hujani oleh darah dari murid sekte Pedang Awan
"SI*LAN KAU!!! " Teriak patriak Sekte pedang Awan penuh amarah serta mengeluarkan Aura membunuhnya
dia tidak menerima kematian muridnya yang mengenaskan dan tidak secara mulia. Patriak Sekte Shen Jiang hanya ketawa keras melihat ekspresi patriak pedang awan
Bahkan semua orang yang hadir pun ngeri melihat pertandingan tersebut. Pertarungan itu pun selesai dengan murid dari sekte Shen Jiang lolos ke babak selanjutnya
...
Arena Keempat atau pertandingan terakhirndi babak kedua yaitu antara Mei Jia dari Sekte Pedang Matahari dan Murid dari sekte Shen Jiang
Sebelumnya pertandingan dimulai, Patriak sekte Shen Jiang memberikan sebuah pil yang dapat membuat seseorang menerobos secara paksa
karena dia telah mengetahui bahwa mei jia berbahaya. Walaupun kultivasi mei jia dan murid sekte Shen Jiang adalah sama yaitu di tingkatan golden core tetapi patriak sekte Shen Jiang merasakan mei jia jauh lebih kuat dari muridnya
Mei Jia dan murid sekte Shen Jiang naik ke atas arena dan membukuk hormat satu sama lain
" Hey cantik, siapa namamu? jika kau setuju keluar denganku, aku akan mengampunimu~" ucap murid sekte Shen Jiang
Mei Jia yang mendengar itu merasa jijik bahkan Ju He dan yang lain pun merasa kesal
"Apa apaan dengan wajahmu itu! apa kau merendahkanku! " ucap murid itu lagi ketika melihat ekspresi jijik Mei Jia
murid itu pun kesal karena Mei jia telah menghinanya dan langsung menyerang
"L*cur si*lan!"
"Teknik rahasia : Tebasan Pedang Surgawi"
serangan itu melesat ke arah Mei Jia, akan tetapi Mei jia dengan mudah menahannya menggunakan teknik pertahanan nya yaitu
" Berkah Matahari "
Setelah Mei Jia menahannya, Mei Jia melakukan serangan balik
"Gerakan Matahari! "
Kecepatan Mei Jia bertambah cepat yang membuat musuh susah memprediksi serangannya
Dengan Sekejap Mei Jia telah berada di depan Murid sekte Shen Jiang dan mulai menebasnya
Murid itu tidak sempat untuk mengelak dan akhirnya dadanya mendapat luka tebasan dan melompat mundur
Murid itu menoleh ke arah Patriaknya berdiri dan melihat patriaknya mengangguk yang berarti sudah saatnya menggunakan pil tersebut
__ADS_1
Murid itupun menelan pil tersebut secara diam diam yang bahkan patriak lain tidak menyadarinya karena berkat patriak Sekte Shen Jiang menyembunyikan energi pil tersebut
berbeda untuk Li Chen yang sedang menonton dari jauh, dia tahu bahwa Sekte Shen Jiang pasti akan menggunakan cara liciknya
' Kekaisaran Xu memang punya nyali ya, sudah angkuh sekarang berbuat licik hahaha'benak benak Li Chen
Bei Liu yang duduk di hadapan Li Chen melihat saudaranya itu tiba tiba terkekeh langsung menanyakan apa yang terjadi
"Saudara Chen, apa ada sesuatu yang lucu di pertandingan itu? " ucap Bei Liu
"Apa kau tidak menyadari apa apa saudara Liu? " sahut Li Chen
"Lupakan~ " ucap Li Chen lagi
~ Kembali ke pertarungan
Tiba tiba energi Qi dati murid sekte Shen Jiang mulai meledak ledak membuat semua orang terkejut
"Apa dia menerobos? "
"Sepertinya begitu! " ucap orang orang yang menonton karena penasaran
Mei Jia yang merasakan niat membunuh dan energi qi yang kuat keluar dari lawannya itu mulai berposisi waspada
"MEI JIA HABISI DIA SEKARANG! SELAGI ENERGINYA MASIH BELUM SETABIL! " Teriak Patriak sekte Pedang Matahari yaitu Hu Feng
Mei Jia mendengar kata patriaknya itu langsung melesat ke arah murid sekte Shen Jiang itu
Tetapi, sebelum Mei Jia menebasnya murid itu bergerak dengan cepat dan dengan tiba tiba berada di depan Mei Jia dan memukul keras perutnya
Mei Jia terpukul mundur lumayan jauh dengan posisi terkurap sambil menahap rasa sakitnya
Murid sekte Shen Jiang itu berjalan mendekati Mei Jia. Ketika dia sudah berada di depan Mei Jia dia mencengkam leher Mei Jia dan berkata
"Sebelum aku mengakhiri hidupmu, aku akan mempermalukanmu dulu! " ucap murid itu sambil menjilat bibirnya sendiri
ketika tangan murid itu hampir menyentuh baju Mei Jia, tiba tiba Li Chen berada di pinggirnya dan menepuk pundak murid itu
Membuat semua orang terkejut bahkan kaisar dan patriak lain juga tidak dapat merasakan kehadiran Li Chen
"Apa kau tahu jalan untuk ke neraka teman? " ucap Li Chen polos dan tersenyum lembut
B E R S A M B U N G
Maaf Author tidak up 2 hari🙏
karena Author sedang menyelesaikan beberapa Chp untuk kedepannya🐥
kalian tau lah maksudnya 😶
__ADS_1
Hehehe
Salam Dari Author 👍