
Babak kedua akan dilaksanakan di empat arena dari enam arena yang ada di sana. Keseluruhan murid yang akan bertanding adalah 8 orang murid
Sebelum mulai bertanding, murid murid akan
diacak untuk bertarung dengan yang lain
Di arena pertama adalah Ju He dari Sekte Pedang Matahari dari Kekaisaran Wei bertarung dengan murid dari sekte Yunmeng dari Kekaisaran Xu
Di arena Kedua adalah murid dari Sekte Pedang Awan dari kekaisaran Yu bertarung dengan Fu Qi dari sekte Pedang Matahari
Di Arena ketiga adalah pertarungan antara murid yang terakhir dati Sekte Pedang Awan bertarung dengan murid dari sekte Sheng Jian dari kekaisaran Xu
terakhir di arena keempat adalah pertarungan antara Mei Jia dan murid kedua yang lolos dari Sekte Sheng Jian
Sebelum bermulainya pertandingan, Kaisar Yu memberikan perintah kepada tangan kanannya untuk mengumumkan peraturan baru untuk babak kedua sampai babak akhir
" Di babak kedua ini peraturan pertandingan ini telah diubah oleh kaisar. Kalian harus membunuh untuk memenangkan pertandingan ini. Peraturan baru ini berlangsung untuk babak selanjutnya sampai babak Akhir! " ucap tangan kanan Kaisar
Mendengar itu membuat semua disana tercengang bahkan patriak setiap sekte juga terkejut mendengarnya
" Sepertinya kaisar ingin mengakhiri pertandingan ini dengan cepat" ucap patriak dari sekte Sheng Jian secara tiba tiba
"Diam Kau! hadiah untuk pertandingan ini adalah putriku! kau patriak rendahan beraninya kau membantah perintahku! " bentak kaisar Yu sambil mengeluarkan tekanannya
" Hahaha, Apa anda sudah hilang ingatan yang mulia kaisar~ Aku berasal dari kekaisaran Xu, apa kau berani membunuhku dan memicu perang antara kedua kekaisaran? " sahut patriak Sekte Sheng Jian
" Cih! " Kaisar kehabisan kata kata dia pun kembali duduk di tempatnya
...
Setelah itu, Pertandingan pun dimulai.
Di arena pertama, Ju He bertarung dengan murid sekte Yunmeng
" Kau lumayan juga bisa sampai kesini dan sayangnya kau akan melawanku dan mati disini" ucap murid sekte Yunmeng
"Walaupun begitu~ kita tidak akan tahu kelanjutannya jika kita tidak bertarung.." sahut Ju He
" Aku menghormati tekadmu jadi terimalah ini! TEKNIK PEDANG PEMBUNUH !" Ucap murid sekte Yunmeng sambil melesat ke arah Ju He dengan cepat
"apa kau ingin menghabisiku dengan cepat! jangan mimpi! Tebasan Matahari! " ucap Ju He
__ADS_1
Serangan mereka berdua saling bertabrakan tetapi murid dari sekte Yunmeng mempunyai satu kesalahan
bahwa pedang yang Ju He gunakan adalah pedang tingkat menengah yang hampir setara dengan tingkat atas
Teknik Murid sekte Yunmeng dihancurkan oleh teknik Ju He yang membuat teknik Ju He menuju ke arah murid Sekte Yunmeng
"Bagaimana ini bisa terjadi! ~ " teriaknya sebelum kematian
Booom
Dan pada akhirnya Ju He lolos ke babak selanjutnya dengan mudah
" Yang tinggi saja tidak melangit. Ini kenapa tanah sok menjadi langit!" ucap Ju He walau pelan terdengar di setiap penjuru
Semua orang yang hadir bersorak keras selepas mendengarperkataan Ju He.
Patriak Sekte Yunmeng kesal karena muridnya mati dengan begitu mudah dan orang yang telah membunuhnya bertingkah merendahkan muridnya
di pemikiran Patriak Sekte Yunmeng adalah Ju He telah merendahkan sekte Yunmengnya. Dia sebernarnya ingin langsung melesat dan membunuh Ju He
tetapi dia tidak berani ketika melihat basis kultivasi Patriak Sekte Pedang Matahari yaitu Hu Feng yang berada di atasnya
...
" Aku mengucapkan selamat kepadamu karena telah dapat bertahan dan sampai ke babak ini" ucap murid Sekte Pedang Awan
" Terimakasih pujian.." sahut Fu Qi
"Teknik pedang Awan : Tebasan Pembelah Air" Murid sekte Pedang Awan melancarkan tekniknya dan menyerang Fu Qi
pergerakan dari teknik dari murid sekte Pedang Awan semakin cepat seiring waktu berjalan sampai Fu Qi tidak bisa melihatnya dan hanya bisa bertahan
Ting~ Ting~ Ting~
'Aku tidak bisa bertahan selamanya! aku harus menyerangnya! ' benak Fu Qi yang mulai kesusahan bertahan
" Tebasan Api Matahari!"
Fu Qi mengeluarkan tekniknya secara tiba tiba ke arah lawannya membuatnya tidak sempat bertahan
Boom
__ADS_1
murid sekte matahari terpental ketika menerima serangan dari Fu Qi. Dia pun mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya dan tertunduk lemas
pernafasan mereka berdua sudah tidak teratur dan mereka berdua berencana segera mengakhiri pertarungan ini
Fu Qi memasang kuda kudanya dan pedang sudah siap diposisi sama juga dengan murid dari sekte Pedang Awan. Dia berdiri dan memasang kuda-kudanya
arena mereka berdua bertarung berubah menjadi sunyi bagaikan lautan yang tenang. Orang orang yang hadir untuk menonton mengeluarkan keringat dari kepala mereka
mereka semua penasaran dengan siapa yang akan menang di pertarungan ini
"TEKNIK PEDANG MATAHARI GERAKAN KETIGA : TEBASAN PENGHAKIMAN! "
"TEKNIK PEDANG AWAN : TEBASAN AWAN PETIR! "
Mereka berdua melesat bersamaan dan ketika pedang mereka bertemu satu sama lain, terjadi ledakan yang membuat debu debu berterbangan menutupi arena pertandingan
Orang orang mulai penasaran dengan hasilnya, mereka semua menatap pertarungan itu dengan seriua sekali sampai bola mata mereka hampir keluar dari tempatnya
Debu debu berterbangan mulai perlahan menghilang menampakkan dua bayang bayang. satunya berdiri dan satunya tertunduk
Setelah debu debu menghilang terlihat Fu Qi dari sekte Pedang Matahari dan yang tertunduk adalah murid dari sekte Pedang Awan
Semua orang bersorak dengan keras menandakan mereka menikmati pertandingannya dan Patriak Sekte Pedang Awan menangis karena dia harus kehilangan murid jeniusnya
serta senang dengan kematian muridnya itu yang mati dengan penuh perjuangan antara untuk hidup dan mati
Keadaan Fu Qi juga tidak kalah buruknya, seluruh tubuhnya penuh dengan sayatan sayatan pedang dari teknik lawannya
Fu Qi berjalan mendekat ke arah murid sekte pedang awan lalu memegang pundanya
" Aku menghargai perjuangan dan tekadmu, jika kau bereinkarnasi kembali carilah aku, aku akan senang ketika kita berdua bisa berteman~ " ucap Fu Qi
kemudian dia pun beranjak turun arena dan mulai tidak sadarkan diri dipangkuan Patriaknya yaitu Hu Feng
Li Chen yang menonton pertarungan itu sangat tersentuh pada kelakuan Fu Qi serta senang karena dia tidak pernah merendahkan dan tetap positif
' Patriak Hu Feng ~ sepertinya kau sudah mendidik murid murid mu dengan baik hahaha' benak Li Chen
B E R S A M B U N G
🐥🐥🐥🐥
__ADS_1