
...Ku rasakan hangat indah nya sang mentari...
...membangun kan ku dari tidur yang lelap ini...
...Sinar mu yang terang mulai memasuki mata...
...dan mengusir ku dari alam mimpi...
...Dan kini ku bergegas tuk segera siapkan diri ku...
...tuk mulai menjalani hari ini...
...Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum...
...menyambut datang nya pagi ini...
...Dan ku katakan.....
...Selamat pagi!!...
...Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini...
...Dan ku katakan...
...Selamat pagi!!...
...Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini....
...Kini bergegas lah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini...
Melihat Balgis keluar mama Maura juga ikut keluar papa yang peka juga ikut keluar sedang kan
Bara Bara sudah lebih dulu keluar sebelum mama Maura.
Balqis memilih untuk memesan makanan dari luar Entah kenapa ia merasa sakit hati dengan perkataan sang ayah.
Padahal sebelum-sebelum nya hal itu sudah terjadi dan Balqis sudah membiasa kan diri untuk itu
Balgis ingin menghilangkan rasa kesal nya dengan memakan sesuatu
" Nak " panggil Mama Maura
" Iya ma ada apa " tanya Balgis
__ADS_1
" Kami gpp " tanya mama Maura
" Aku baik tapi sedikit sakit sih tapi gpp, Balgis ingin makan " ucap Balgis tiba tiba
" Mau makan apa " tanya mama Maura
" Nanti aku cari aja ma, aku ingin beli online aja " jelas Balgis
" Kenapa beli mau mama masakan " ucap mama Maura
" Gak ma tapi aku ingin pulang " jelas Balgis
" Terus ayah mu " tanya mama Maura
" Dia gak butuh aku ma, dia hanya rindu dengan anak kesayangan nya " jawab Balgis
" Ya udah kalau gitu, pamit dulu sama orang tua mu " ucap mama Maura
" Tapi ma ~
" Sayang apapun permasalah nya dia masih orang tua kandung mu " jelas mama Maura
" Iya ma " jelas Balgis
Apalagi satu keluarga itu keluar tanpa pamit
" Bun mereka mau ke mana " tanya ayah Aan pada bunda Iin
" Nggak tahu yah mungkin mau menyusu Balqis " jawab bunda Iin apa ada nya
" Ngapain " heran ayah Aan
" Balgis lagi gak enak badan mungkin mereka khawatir " jelas bunda Iin
" Di sini ayah yang sakit kenapa mereka malah pergi ke Balgis " ucap ayah Aan
" Ayah juga terlalu lebay cuma mimpi oana kecelakaan ayah jadi sakit, anak yang jauh ayah bingung kan sedang kan anak yang ada di depan ayah sia sia kan " ucap bunda Iin
" Gak gitu juga bunda " bela ayah Aan
" Terus, sedari tadi Balgis di sini apakah ayah menanyakan kabar nya, bagaimana keadaan nya bagaimana rumah tangga nya pernah kah ayah memikirkan perasaan Balgis stop untuk membeda beda kan yah sudah cukup sikap ayah selama ini, sudah cukup untuk Balgis menanggung semua nya berubah lah yah sekalipun Balgis tidak sepintar oana tidak secerdas oana tapi Balgis mampu mengejek nya " ucap bunda ini
" Jangan salah bunda jika suatu saat Balgis tidak akan pernah melirik ayah sebagai ayah nya sekali pun ayah adalah ayah kandung nya, karena peran ayah hanya lah menjadi ayah kandung nya tidak untuk kasih sayang sedari kecil hidup dengan tekanan hidup dengan hinaan apakah masih belum cukup tujuh belas tahun yah tujuh belas tahun : lanjut bunda Iin dengan menangis
__ADS_1
" Aku merasa iri dengan Maura, bisa memeluk Balgis bisa mengelus pundak nya di saat Balgis merasa tidak nyaman hal yang tidak pernah aku lakukan " lanjut nya
" Kita sudah gagal menjadi orang tua, aku gagal menjadi ibu yang bisa memberikan rasa nyaman aku melihat Balgis mendapat kan itu semua dari orang lain bukan dari kita " jelas bunda Iin
ayah Aan yang mendengar itu hanya bisa menatap sang istri.
" Bun Balgis sudah mendapatkan kebahagiaannya sendiri, kita tidak usah memikirkan nya lagi saat ini yang penting adalah oana dia masih belum mendapatkan pendamping aku mengkhawatirkan masa depan nya " jelas ayah Aan
" Yah mau kah ayah memberikan kepercayaan yang sama kepada Balgis seperti ayah memberikan kepercayaan pada oana biar kan dia mengelola anak perusahaan kita " ucap bunda Iin
" Tidak " tolak ayah Aan dengan tegas
" Baik lah terserah ayah aja jika suatu saat Balgis tidak membela ayah tidak membela keluarga nya lebih mementing kan keluarga mertua nya, suami nya jangan salahkan dia ya yah, Jangan pernah mengungkit apapun lagi pada Balqis biarkan dia bahagia bersama dengan keluarga nya, Jangan pernah merasa sakit hati jika suatu saat nanti Balqis memilih Muzakki dari pada ayah, jika apa yang aku katakan ini benar tolong jangan salah kan siapa-siapa, berpikir lah dulu, intropeksi diri dulu " ucap bunda Iin
" Bunda Ini ngomong apa sih kenapa bunda selalu membela Balqis tidak pernah membela oana " tanya ayah Aan
" Jika aku balik pertanyaan nya apa yang akan ayah jawab kenapa ayah selalu mementing kan oana tidak pernah melirik Balgis " tanya bunda iin
" Karena oana bisa di andal kan " jawab ayah Aan
Dan tanpa di duga Balgis mendengar semua apa yang ayah dan bunda nya debat kan
" Bunda tidak usah meminta hal yang memang bukan hak Balgis, Balgis tidak meminta apa-apa dari rumah ini " ucap Balqis mendekat ke arah ayah dan bunda nya.
" Sejak suami Balqis mengajak Balqis keluar dari rumah ini Balqis tidak membawa apapun dari rumah ini, hand phone, kunci mobil, kartu, semuanya di laci, baju yang Balqis pakai bon itu baru pemberian dari suami Bilqis bahkan sampai dalaman pun baru Balqis tidak membawa apapun dari rumah ini semua nya baru dan semua itu pemberian dari suami Balgis " ucap Balgis
" Jadi bunda jangan sia-siakan pengorbanan Balqis, Balqis sudah bahagia bunda, Balqis tidak mengemis apapun tidak meminta apapun pada kalian apa yang bagus dapatkan apa yang bangkit rasakan sudah cukup bagus tidak mau apa-apa lagi Balgis sudah bahagia dengan kehidupan Balgis yang sekarang, pergi hanya ingin mengucapkan terima kasih pada ayah pada bunda kamu sudah mau membesarkan Balqis sekali pun Bilqis tidak pernah merasakan yang nama nya kasih sayang dari seorang ayah Balqis masih bersyukur karena Balqis tahu bagaimana rasa nya memiliki sosok ayah " ucap Balqis dengan meneteskan air mata nya
Mungkin Balqis ingin melepaskan semua nya seperti yang Prita lakukan.
" Bunda terima kasih, karena dengan bunda meminta Balqis untuk menerima perjodohan ini Balqis menemukan kebahagiaan Balqis" ucap Balgis dengan tersenyum
" Ayah terima kasih sudah mengajarkan Balqis menjadi perempuan yang kuat, tidak mudah titindas kuat mental dan tidak mudah menyerah terima kasih " ucap Balgis dan langsung mencium kening ayah Aan
...Jangan lupa dukungan nya besti like comment and vote ya...
...Klik tombol favorit nya jangan lupa juga agar tidak ketinggalan cerita yang athor up...
...Mohon dukungan nya ya bestie terima kasih...
...Kalau masih ada waktu lanjut nanti ya...
...šššš...
__ADS_1