
Mendengar jika Balgis sukses tanpa bantuan nya, tanpa didikan nya membuat ayah Aan syok dan itu mampu mempengaruhi kesehatan nya.
Ia tidak menyangka apa yang di kata kan oleh Muzakki pada waktu benar ada nya.
Ia salah besar karena sudah mengabaikan mengabaikan salah satu putri nya.
Di mana mereka memiliki kemampuan nya sendiri.
Dan suatu saat nanti pasti dia akan menyesali nya dengan orang tua.
Dan hal tersebut terbukti, di mana saat ini ia tidak bisa menyelamatkan diri nya sendiri, begitu pun juga dengan anak sulung nya, berbeda dengan Balgis yang bangkit sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
Ayah Aan hanya menatap Balgis dengan tatapan yang sulit di arti kan.
Di mana saat ini Balgis sedang sibuk dengan berkas berkas yang ada di tangan nya.
Dengan tiduran dan berbantalan paha Bara.
Semua nya berkumpul di ruangan itu.
Sedang kan Bara juga sibuk dengan pekerjaan nya.
Bara terpaksa pulang dari perusahaan karena habis meminta meminta rujak buah terhadap nya.
Dan lagi lagi Balgis menunjuk kan jika ia sudah hidup dengan enak sekarang seperti apa yang di katakan nya tadi malam sebelum ia pergi bersama dengan mertua nya.
Saat Balgis sedang sibuk dia mendapat kan telepon jika buku yang ingin ia rilis sudah siap untuk di pasar kan.
''Benarkah se cepat itu?'' tanya Balgis kaget.
Karena biasa nya akan membutuhkan waktu satu atau gak dia bulan.
Tapi ini tidak sampai dua Minggu.
''Karena peminat untuk novel mb itu sangat banyak, dan kami ingin menawarkan kerja sama dengan mbak dengan keuntungan yang sangat besar, apakah mbak setuju?'' tanya orang itu di sebrang sana.
''Kalau untuk itu saya nanti kabari lagi ya mb, saya masih belum bisa memutuskan,'- jawab Balgis dengan sopan.
''Baik kami tunggu kabar nya secepat nya,''
Dan setelah itu Balgis bercerita pada sang suami di mana ia tidak pernah menunjukkan kepedulian nya tehadap sang ayah yang sedang sakit.
__ADS_1
Balgis ingin mereka pelajaran, jika orang tua bisa pilih kasih terhadap anak-anak nya, maka sebalik nya anak-anak nya pun juga bisa mencampakkan nya seperti apa yang dilakukan oleh orang tua nya.
ingin protes tidak bisa sebab merekalah yang mengajar kan nya seperti itu.
''Honey mereka ingin bekerja sama dengan ku, bagaimana menurut mu aku harus setuju atau tidak?'' tanya Balgis.
''Jika kamu ingin nggak papa tapi biar kan kerja sama itu lewat perusahaan,'' jelas Balgis.
''Dengan begitu kerjasama itu akan terlihat lebih elite dan ke depannya tidak akan ada kecurangan-kecurangan biar kan aku yang mengurusnya untuk mu,'' jawab Bara.
''Baik lah,'' jawab Balgis.
''Dev hubungi mereka bilang jika aku setuju Ndan untuk berkas berkas nya suruh kirim ke perusahaan Muzakki,'' jelas Balgis.
Setelah itu Davina menjalankan apa yang diperintahkan oleh sahabat nya.
Dan mereka juga mendapat kan kabar, jika kemungkinan besar buku yang di cetak oleh Balqis akan di perbanyak lagi, sebab saat ini buku yang belum resmi di pasar kan itu sudah ludes lewat pemasan on-line, dan Balgis tidak masalah asal kan pencetakan nya itu setelah selesai bekerja sama.
Karena menghormati ayah mertua nya Bara menyiapkan sebuah kamar untuk mereka semua yang bisa di pastikan mereka akan sering menginap di sana.
Dan Bara meminta di ruangan itu di renovasi ala kadar nya saja seperti apartemen lengkap dengan kompor dan juga beberapa kasus di dalam nya.
Saat ayah dan kaka nya berada di bawah Balqis melebar kan sayap nya dengan gagah.
Saat ia sibuk dengan restoran ada beberapa orang rumah sakit yang membutuh kan tanda tangan nya.
''Kenapa tidak ke pak Bara saja?'' tanya Balgis.
''Karena di sini pak Bara hanya pengelola sedang kan ibu adalah sebagai pemilik rumah sakit ini,'' jelas nya.
Lagi dan lagi orang tua di tampar dengan keadaan di mana mereka ber dua tidak pernah mengangkat jika sang anak memiliki kemampuan lain dan ia sudah menjadi wanita karir yang sukses tapi tidak pernah menunjukkan nya pada siapapun.
Karena takut istri nya kelelahan, Bara membawa Balgis ke ruangan yang ia minta sebelum nya.
Davina dan Prita juga ikut karena mereka juga merasa lelah.
''Kamu kenapa sih Dev tadi aku lihat kamu uring uringan, kenapa pujaan hati mu tidak ada kabar,'' ucap Prita.
''Dasar syirik,'' jawab Davina.
Di mana mereka semua tahu jika ada Davina dan Daffa sudah resmi jadian.
__ADS_1
Dan sebelum menjawab pertanyaan Daffa, Davina minta pendapat dari kedua sahabatnya, karena mereka tertuju jadi tidak dan salah nya untuk mencoba.
Begitupun juga dengan Pandra di mana ia. sudah menyiapkan sesuatu untuk Prita.
Dan malam ini ia kan membawa Prita ke sebuah tempat untuk kejutan dadakan tersebut.
Dan semua orang sudah mengetahui nya di mana hanya ada Prita yang tidak tau apa apa.
''Tot bukan nya kamu nanti malam kamu ada acara ya sama kak Pandra?'' tanya Davina.
''Hem di restoran xxx dekat rumah sakit ini,'' jelas Prita.
''Tapi aku rasa dia menyiapkan sesuatu untuk ku deh, jangan bilang jika aku halu ya, ini asli feeling ku dan aku yakin dengan itu,' jelas Prita.
Setelah itu Prita pulang untuk bersiap-siap.
Dan benar saja setelah sampai di restoran itu sudah ada Pandra yang menunggu nya dan setelah nya Pandra berlutut dan meminta Prita untuk menjadi pendamping nya..
Tak bisa di pungkiri jika Prita bahagia dengan itu.
Karena sekali pun ia tidak pernah memikir hal itu terjadi tapi ia yakin jika Pandra adalah orang yang tepat untuk nya.
Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.
Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.
Aamiin.
Selamat menunai kan ibadah puasa bestie.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
__ADS_1