
Pagi yang syahdu tak ingin terhenti
Malam serasa enggan datang
seperti mengalah pada ke sunyian
Senja se akan sengaja datang terlambat
Demi menjaga nya ke syahduan pagi
Gemerlap nya gemintang dan temaram nya rembulan
Se akan memaksa kosong jiwa ini
Untuk mengatakan beberapa untaian kata
Untaian kata yang mengartikan cinta dan perasaan sayang
Yang telah lama ter bendung kan dari sisi hati yang teramat redup
seredup hari ini karena di sini hujan bestie ha ha ha ha
Namun sepi nya hari ini nya siang ini
di terangi oleh petik ha ha ha ha
Yang serta merta menggugah kesadaran dan se akan menyuruh ku untuk tidur
Hujan ini mengajar kan tentang sebuah harapan
Ya, tentang pengharapan
Beberapa kata untaian penuh makna
Yang tak akan usai
jika hanya di raya kan oleh ribuan pujangga
kan ku ucapkan kata-kata itu untuk mu
Selamat pagi para reader ha ha ha
Sedang kan papa Zaki sudah berada di dalam perjalanan bersama dengan mama Maura, setelah mendapat kan pesan dari Davina
__ADS_1
" Sebenar nya Putri kita kenapa " heran papa Zaki
" Mama jug gak tau pa lebih baik sekarang ayo bawa mobil ini lebih cepat dari biasa nya mama takut Balgis kenapa kenapa apalagi tidak ada suami nya " jawab mama Maura
" Iya ma, sekarang dia haya memiliki kita jangan beritahu pada keluarga nya keren sudah menyia-nyiakan putri berlian mereka pap tidak suka " ucap papa Zaki
" Baik pa " pasrah mama Maura
Awal nya ia ingin memberitahu tentang Balgis pada bunda Iin tapi melihat reaksi suami nya ia mengurungkan niat nya karena memang benar dengan apa yang di kata kan oleh suami nya
Sedang kan saat ini papa Zaki menghubungi Davina ingin mengetahui di mana letak posisi mereka saat ini sekali pun rumah sakit itu milik nya tapi tetep aja ia tidak tau di mana posisi menantu nya mereka
Tapi sayang tidak ada jawaban dari Davina
" Tidak di angkat ma " jelas papa Zaki
" Lebih baik kita masuk aja pa mam khawatir dengan nya kenapa harus pergi ke rumah sakit "
Papa Zaki setuju
Dam setelah itu mereka langsung di sambut baik oleh pelayan dokter dan lain nya bahkan direktur di rumah sakit itu langsung datang menyambut baik ke dia orang sangat berpengaruh tersebut
" Maaf tuan anda sedang mencari se se orang atau mau memeriksa kesehatan " tanya di rektur tersebut
Mendengar itu sang di rektur gemeteran karena ia tahu jika papa Zaki tidak akan mengampuni se se orang yang mengganggu keluarga nya.
Jika itu sampai terjadi maka tamat lah orang itu
Sekali pun mama Maura diam tidak menunjuk kan ekspresi marah seperti papa Zaki tapi semua orang tau jika saat ini mama Maura sedang berusaha untuk tenang.
" Sus tolong cari di mana letak putri tuan Zaki " ucap sang di rektur
Meskipun bingung tapi mereka semua tidak banyak tanya
Karena yang semua orang tau jika hanay Bara lah anak konglomerat tersebut dan yang akan menjadi ahli waris nya nanti.
Dan di suruh ternyata suster itu sudah mencari info tentang anak yang di maksud dengan pemilik rumah sakit tersebut.
" Saya tidak dapat memastikan karena ini sudah pergantian shift tapi menurut catatan tadi ada se orang remaja yang di bawa ke rumah sakit ini tapi belum mendapat kan kepastian karena sedang di tangani oleh dokter " jelas nya
" Saya ingin ke sana tunjuk kan jalan nya " ucap paap Zaki
Sedang kan saat ini Balgis sedang di cemoohan oleh dokter tersebut
__ADS_1
" Sebenar nya dokter punya masalah apa dengan saya " ya y Balgis
Karena semakin ia diam dokter tersebut semakin mencecar nya dengan ucapan yang sangat kasar dan itu menyakiti telinga nya.
Sekali pun tidak sakit hati dengan ucapan sang dokter tapi dokter seperti itu harus di beri pelajaran
" Say memang tidak memiliki masalah tapi rasa kamu tidak pantas untuk menjadi se orang ibu, kamu hanya perempuan hina, perempuan kotor yang mau melakukan apapun hanya karena uang " jawab nya
" Masih banyak yang menginginkan se orang anak, di mana mereka sudah berjuang keras untuk mendapat kan nya tapi belum juga di kasih sedang kan perempuan seperti kalian sangat mudah untuk mendapat kan nya " lanjut nya
" Tidak semua apa yang terlihat itu sama seperti yang kamu tuduh kan kita memang memakai pakaian yang branded tapi bukan berarti kita menggunakan cara yang salah untuk mendapat kan nya " jawab Prita
" Jangan berpikir jika kamu orang yang penting, orang besar jika kamu tidak memiliki etika dan yang baik, kamu tidak pantas mendapat kan gelar se orang dokter kamu jauh dari kata perempuan yang lemah lembut " jawab Davina
" Sebagai se orang dokter seharus nya kamu memberi nasehat bukan nya malah merasa iri dengan pasien nya sendiri " lanjut Davina
Dokter itu merasa panas tapi di sini Balgis Davina dan juga Prita tidak peduli sekali pun mereka ingin berdebat di luar mereka tidak takut karena saat ini mereka semua sudah memakai masker jadi identitas mereka semua sudah terjaga
Balgis melihat jika dokter itu akan mendorong Prita tapi dengan sigap Balgis mendorong dokter tersebut
" Jangan macam-macam dengan teman saya " ucap Balgis dengan tajam
Davina dan Prita melihat kehadiran papa Zaki dan juga mama Maura dari jauh dan mereka langsung memberi tahu kan pada Balgis
" Balgis papa dan mama mu sudah datang " ucap Davina
Mendengar itu Balgis ingin membuat dokter itu merasa kan akibat nya karena sudah menyinggung menantu kesayangan dari keluarga Muzakki
" Kita lihat saja setelah ini apakah kamu masih mampu berdiri atau tidak " ucap Balgis sengaja memprovokasi sang dokter
Dam benar saja dokter itu terpancing dan Balgis yakin sebentar lagi dokter akan menyerang kan
Davina dan Prita tersenyum melihat itu semua
" Permainan di mulai " ucap Balgis dengan licik
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
__ADS_1
...💞💞💞💞...