
...Ku rasakan hangat indah nya sang mentari...
...membangun kan ku dari tidur yang lelap ini...
...Sinar mu yang terang mulai memasuki mata...
...dan mengusir ku dari alam mimpi...
...Dan kini ku bergegas tuk segera siapkan diri ku...
...tuk mulai menjalani hari ini...
...Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum...
...menyambut datang nya pagi ini...
...Dan ku katakan.....
...Selamat pagi!!...
...Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini...
...Dan ku katakan...
...Selamat pagi!!...
...Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini....
...Kini bergegas lah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini...
Mendengar Prita datang Bryan dan ibu tiri nya langsung menemui nya, mereka ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Prita kali ini.
Brian dan mama nya tidak mengatakan apa-apa setelah melihat Prita entah kenapa aura Prita malam ini sangat lah berbeda dan mereka tidak tau apa yang terjadi pada Prita selama ini karena setelah Prita memutuskan pergi mereka tidak pernah mencari tahu apa yang di lakukan oleh nya.
" Assalamualaikum tante, assalamualaikum tuan muda " ucap Prita dengan tersenyum
" Waalaikum salam " jawab mereka kompak
" Ini untuk ayah tante dan tuan muda semoga kalian suka " ucap Prita
Tidak ada yang menjawab ucapan nya, mereka bertiga hanya saling lirik
" Bi bawa kan semua barang-barang yang saya bawa ke kamar taruh saja biar nanti saya yang tata " ucap Prita
__ADS_1
" Baik " jawab pembantu tersebut
Tidak ada lagi non di belakang ucapan nya karena Prita yang meminta nya
Dan e tiga orang itu melihat jika pembantu itu menetes kan air mata nya saat berbicara dengan Prita
Mereka yakin akan ada yang terjadi setelah nya tali mereka tidak tau apa itu.
Dan tanpa di duga hujan langsung deras beserta dengan petir nya, mungkin dulu Prita memang sangat takut dengan suara petir tapi kali ini tidak Prita sudah terbiasa dengan itu, suara petir tidaklah ada artinya untuk berita saat ini karena hidup nya jauh lebih menakut kan, dan lagi lagi ke tiga orang itu merasa takjub dengan perubahan Prita.
Sikap dan juga penampilan nya sangat lah berbeda, jika dulu Prita lebih suka bergay tomboi tapi kali ini ia sangat cantik, Prita sedang menggunakan drees berwarna putih dengan bagian puncak yang terbuka dan panjang dress-nya hanya sampai di lutut dan di padukan dengan sepatu kesukaan nya tampak sangat indah.
" Bi untuk yang ini tolong bibi bagikan ke yanh lain di sana sudah ada nama nya masing masing, dan ini untuk makanan nya " jelas Prita
" Baik " jawab pembantu itu dengan membawa dua koper milik Prita ke kamar nya.
Setelah selesai dengan urusan nya Prita mendekat ke arah ayah nya bisa kalau itu berita menarik nafasnya dalam dalam untuk menguat kan mental nya
" Ayah maaf jika aku lancang, boleh kah aku meminta izin untuk duduk di dekat ayah " ucap Prita
Sang ayah tidak tahu harus menjawab apa tapi beberapa detik kemudian ia menggangguk
" Terima kasih ayah " ucap Prita
Tidak ada jawaban dari ayah nya
Karena tidak ada jawaban Prita langsung memeluk sama ayah dengan sangat erat melepaskan apa yang selama ia rindukan mencium dalam dalam aroma sang ayah untuk terakhir kali nya Prita tidak ingin ia lemah ia takut memeluk ayah nya terlalu lama jadi ia melepaskan nya dengan segera sebelum sang ayah membalas pelukan nya, sedangkan Brian dan mama nya hanya mengamati, Mereka melihat jika Prita menghapus air mata nya dengan cepat
" Ayah aku ingin memberikan ini " ucap Prita mengeluarkan apa yang ia bawa dari dalam tas nya.
" Ini kunci mobil yang aku beli, kartu kredit yang ayah berikan " ucap Prita dengan meletakkan nya di meja
" Kenapa " tanya sang ayah
Prita tersebut mendengar itu karena itu adalah kalimat pertama yang ayah nya ucapkan secara langsung pada nya.
" Tidak apa-apa ayah " jawab Prita
" Tante boleh kan malam ini Prita memanggil tante dengan sebutan mama hanya untuk malam ini " pinta Prita
Setelah mengucapkan itu Prita langsung bangkit dan langsung memeluk ibu tiri nya itu sangat erat lebih erat dari pada ia memeluk ayah nya, dan Prita menangis saat memeluk ibu tiri nya tersebut
Dan bahkan punggung nya bergetar, hati ibu itu ikut bergetar melihat itu dan tanpa sadar ibu tiri nya itu juga membalas pelukan Prita, Prita yang sadar langsung buru buru menghapus air mata nya dan langsung melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Bukan apa-apa Prita hanya tidak ingin terlena dan menjadi ragu dengan keputusan nya sendiri Prita.
" Terima kasih karena tante sudah menjaga ayah selama ini, rawat lah ayah dengan baik, jangan sampai dia sakit " ucap Prita pada ibu tiri nya tersebut
Dan sekarang Prita beralih pada Brian
" Boleh kan malam ini aku memeluk mu sebagai kakak ku bukan tuan muda dari keluarga ini " ucap Prita
Tidak ada jawaban
" Jika tidak boleh juga tidak apa-apa, oh ia aku ada hadiah untuk kakak " ucap Prita mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tas nya
" Ini untuk kakak semoga kakak suka, jika kakak tidak suka gpp tapi jangan buang simpen aja " ucap Prita cengengesan
" Dan ini untuk tante dan ayah " Prita meletak kan sebuah kotak berukuran sedang di meja
" Kalau begitu aku pamit ke kamar sebentar boleh kan " izin Prita
Sang ibu tiri mengangguk
Dan Prita langsung berjalan ke arah kamar nya dan sat berada di tangga ada suara petir yang sangat nyaring dan Prita yang kaget hampir terjatuh dari tangga
Brian yang melihat itu ingin membantu Prita tapi di tahan oleh mama nya
" Jangan sekarang Brian biarkan dia istirahat dulu " ucap sang mama
Padahal Brian hanya ingin membuat tapi sang mama berpikir ia ingin menghentikan Prita karena tidak ingin berdebat Brian mengalah.
" Apa yang sebenar nya terjadi " batin mereka semua
Ayah Prita masih syok karena sang putri tiba tiba pulang dan langsung memberikan kunci mobil dan juga kartu yang ia berikan
" Dia kenapa " tanya Bryan karena sudah tidak tahan dengan kesunyian yang ada di ruang tamu itu.
Tidak ada yang menjawab
...Jangan lupa dukungan nya besti like comment and vote ya...
...Klik tombol favorit nya jangan lupa juga agar tidak ketinggalan cerita yang athor up...
...Mohon dukungan nya ya bestie terima kasih...
...Kalau masih ada waktu lanjut nanti ya...
__ADS_1
...šššš...