
...Ku rasakan hangat indah nya sang mentari...
...membangun kan ku dari tidur yang lelap ini...
...Sinar mu yang terang mulai memasuki mata...
...dan mengusir ku dari alam mimpi...
...Dan kini ku bergegas tuk segera siapkan diri ku...
...tuk mulai menjalani hari ini...
...Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum...
...menyambut datang nya pagi ini...
...Dan ku katakan.....
...Selamat pagi!!...
...Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini...
...Dan ku katakan...
...Selamat pagi!!...
...Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini....
...Kini bergegas lah sipakan dirimu untuk memulai menjalani hari ini...
Ayah Aan dan bunda Iin yang mendengar itu yang mendengar apa yang Balgis kata kan hanya bisa menatap nya tidak bisa melakukan apa-apa.
Mereka tidak tau harus berbuat apa
" Ayah tidak perlu memberikan apapun pad ku, ayah tidak mengusir ku dari rumah ini aja aku sudah bersyukur " ucap Balgis menusuk hati ayah Aan
" Mulai sekarang bunda tidak perlu memikirkan ku lagi, tidur belum memikirkan bagaimana perasaan ku, tidak perlu lagi mengkhawatir kan kehidupan ku setelah menikah, aku sudah bahagia, aku memiliki suami yang baik, bertanggung jawab, mertua yang baik penuh kasih sayang aku sudah memiliki nya, dan untuk perusahaan ayah bisa memberikan nya pada anak ayah saja, aku tidak akan meminta apapun dari perusahaan, aku sudah mendapat kan iti dari papa mertua ku, aku mendapat kan 15% saham perusahaan yang papa miliki, dan aku juga memiliki 25 % dari perusahaan yang suami ku miliki " jelas Balgis
" Aku pamit ayah bunda semoga kalian baik baik saja, Balgis doa kan semoga kalian bahagia Balgis pamit assalamu'alaikum " pamit Balgis
Sebelum pergi Balgis mencium kening ayah Aan, hak yang tidak pernah Balgis lakukan sedari dulu, dan setelah nya Balgis menciumi seluruh wajah sang bunda dan juga memeluk nya dengan erat
" Jaga diri bunda baik baik, maaf jika selama ini Balgis hanya bisa menyusahkan bunda, membuat bunda khawatir tapi sekarang Balgis sudah bisa menjaga diri dengan baik ada yang menjaga Balgis dia puluh empat jam, Balgis pamit ya bund " ucap Balgis di sela sela pelukan nya dan setelah itu Balgis melangkahkan kaki nya menuju pintu tapi di tahan oleh bunda iin
" Nak kemana kamu bersikap seperti ini " ucap bunda Iin
" Aku bersikap bagaimana bun, aku baik baik saja tidak ada yang berubah " jawab Balgis tersenyum
__ADS_1
"Kenapa kamu se akan akan berpamitan pada orang tua mu " jelas bunda Iin
" Karena setelah menikah aku belum sempat berpamitan pada orang tua ku saat aku pergi dari rumah ini pun kalian sedang berada di luar dan ini adalah moment yang baik " jawab Balgis
" Oh iya tutip salam sama Ina ya bun besok aku akan mengantar nya sekolah " ucap Balgis
" Oh ia dan satu lagi jangan pernah mengaitkan Balgis dengan perusahaan karena Balgis tidak memiliki hak itu " lanjut nya
" Aku pulang dulu assalamu'alaikum "
Dan setelah itu Balgis langsung keluar dari kamar ayah nya dan tanpa di ketahui oleh siapapun bara mendengar semua nya, mendengar apa yang Balgis kata kan apa yang Balgis utarakan dan Bara meyakini jika Balgis ingin melupakan semua nya ingin menjalani hari-hari nya tanpa ada penyesalan ingin membuat hidup nya tidak ada beban Balgis sudah bisa berdamai dengan hati nya.
Tapi meski pun bara yakin ada rasa jengkel di hati istri nya itu dan bara yakin itu sulit untuk di obati.
Bara yakin kata kata Balgis itu adalah kata perpisahan untuk nya dan juga orang tua nya dan bisa jadi setelah kejadian ini Balgis tidak mau tau lagi tentang keluarga nya.
Bukan egois tapi rasa sakit yanh Balgis alami tidak lah mudah, memaafkan tidak semudah membalik kan telapak tangan.
Setalah keluar dari kamar orang tua nya Balgis memilih untuk pergi ke kamar nya
Ingin membawa semua barang milik pribadi nya, yaitu beberapa buku novel yang telah ia cetak hasil ia sendiri.
Dsn jika di hitung ada 12 belas buku yang sudah ci cetak
Bara yang penasaran akhir nya memilih untuk mengikuti sang istri
" Sayang " panggil bara
" Untung lah kamu datang honey bantu aku bawa buku buku ini " pinta nya
" Kamu menyukai novel " tanya bara
Balgis hanya mengagguk karena sampai saat ini tidak ada yang tau jika ia juga menjadi penulis di beberapa perusahaan dengan gaji yang lumayan
" Yuk keluar aku bawa dua yang sepuluh kamu yang bawa " ucap Balgis
" Curang " jawab Bara
Balgis hanya tersenyum
" Happy hari ini " tanya bara
" Happy karena mama dan papa sudah balik " jelas Balgis.
Bara mengagguk dan setelah itu mereka pergi
Di bawah pakai Zaki dan juga mama Maura sudah menunggu nya
__ADS_1
" Ayo ma kita pulang Balgis sudah lapar mungkin pesanan nangis sudah tiba di rumah "ajak Balgis
" Sudah pamitan pada ayah dan bunda " tanya mana Maura
" Aku sudah pamitan dengan baik pada mereka ma " jelas baik
mama Maura dan juga papa Zaki hanya mengangguk.
" Kapan kamu akan berkunjung ke sini lagi " tanya papa Zaki ingin memancing
" Papa mancing Balgis ya " jelas Balgis
" Siapa bilang gak kok " elak papa Zaki
" Ma lihat lah hidung papa tambah mancung itu tanda nya sekarang suami mama itu berbohong " jelas Balgis.
" Sini kamu udah berani ngeledek papa " ucap papa Zaki.
Balgis mendapat kan itu hanya berlindung pada mama Maura
Meminta pertolongan pada mama mertua nya tersebut
" pa udah yuk pulang mama juga merasa lapar " ucap mana Maura
Karena ia mendapat kan kode dari sang putra jika saat ini ada bunda di belakang mereka.
Setalah nya mereka semua pergi dan lagi lagi waktu perjalanan pulang Balgis tertidur
" ini anak Kenapa sih tidur terus " jelas Bara.
" Jangan jangan isi tu nak " jawab mama Maura
" Hamil maksud mama " jelas Bara
" Iya mana lihat mood nya Balgis sering kali gonta ganti tapi syukur lah dia bisa mengatasi nya " jelas mama Maura
" Mama ini ada ada saja, Balgis juga baru selesai datang bulan ma " jawab bara
" Ya siapa tau nak rencana Tuhan tidak bisa di tebak " jelas mama Maura
" Aminin aja biar di ijabah " ucap Bara
...Jangan lupa dukungan nya besti like comment and vote ya...
...Klik tombol favorit nya jangan lupa juga agar tidak ketinggalan cerita yang athor up...
...Mohon dukungan nya ya bestie terima kasih...
__ADS_1
...Kalau masih ada waktu lanjut nanti ya...
...šššš...