
Pagi yang syahdu tak ingin terhenti
Malam serasa enggan datang
seperti mengalah pada ke sunyian
Senja se akan sengaja datang terlambat
Demi menjaga nya ke syahduan pagi
Gemerlap nya gemintang dan temaram nya rembulan
Se akan memaksa kosong jiwa ini
Untuk mengatakan beberapa untaian kata
Untaian kata yang mengartikan cinta dan perasaan sayang
Yang telah lama ter bendung kan dari sisi hati yang teramat redup
seredup hari ini karena di sini hujan bestie ha ha ha ha
Namun sepi nya hari ini nya siang ini
di terangi oleh petik ha ha ha ha
Yang serta merta menggugah kesadaran dan se akan menyuruh ku untuk tidur
Hujan ini mengajar kan tentang sebuah harapan
Ya, tentang pengharapan
Beberapa kata untaian penuh makna
Yang tak akan usai
jika hanya di raya kan oleh ribuan pujangga
kan ku ucapkan kata-kata itu untuk mu
Selamat pagi para reader ha ha ha
Sebelum author tutup jangan lupa mampir ke karya terbaru author ya bestie
Papa Zaki dan mama Maura melihat putri mereka sedang berdebat dengan se orang dokter
" Apa di sana " tanya mama Maura panik
Karena ia melihat seperti nya sang dokter itu akan mendorong Balgis dan benar saja ia mendorong Balgis tapi dengan ceketan Prita juga mendorong dokter tersebut dengan sangat kencang sedang kan Davina melindungi Balgis
Melihat itu ke dia orang tua menahan geram
__ADS_1
" Anda tidak perlu menasehati saya dan teman saya mana yang baik dan mana yang buruk sebaik nya anda intropeksi diri dulu sebelum anda menilai hidup orang atau jangan-jangan apa yang di tuduh kan pada kita semua itu semua terjadi pada dokter " ucap Prita
Mereka semua sudah hilang kendali mereka pikir dokter itu tidak akan pernah main fisik tapi nyata nya tidak.
" Jangan macam macam dengan saya, saya ini dokter senior di sini " jawab sang dokter
" Iya anda memang dokter tapi kelakuan anda tidak pernah mencerminkan jika anda se orang dokter "
Dan setelah itu mereka ingin pergi biar lah mana dan papa Zaki mengurus nya
Saat mereka semua akan pergi di tahan oleh mama Maura
" Ada apa " tanya mama Maura
" Dokter itu mengatakan jika saya dan teman saya bukan lah orang baik baik, dokter itu mengatakan jika saya dan teman saya ini memiliki satu pacar untuk kita gauli gara gara pakaian uang kita gunakan " ucap Dabina memulai akting nya
" Dokter itu juga mendorong teman saya yang sedang tidak berdaya ini bahkan sering kali mengucap kan kata kata kotor untuk merendahkan teman saya dan kita semua di sini " lanjut Davina
Sedang kan dokter itu tidak merasa takut sama sekali karena ia sangat mengenal siapa papa Zaki teman dari orang tua nya
Papa Zaki hanya menatap nya dengan tajam
" Saya ingin dia di keluar kan dari rumah sakit ini saya gak mau rumah sakit ku ini menjadi buruk karena ulah nya " ucap Balgis
" Jangan coba hanya tuan Zaki dan tuan Bara lah yang bisa memecat saya " jawab sang dokter
" Siapa yang merekrut nya " tanya Balgis dengan dingin pada sang manager
Dan entah kenapa sang manager merasa ada yang tidak beres karena dia tau papa Zaki dan Bara hanya membangun dan yang menjalan kan rumah sakit ini tapi mereka bukan pemilik asli nya.
" jelas sang manager
Mendengar itu Balgis melihat papa Zaki dan papa Zaki mengangguk
" Apakah aku boleh menghukum nya sudah cukup dia menghina harga diri ku fan juga karakter sedari tadi " ucap Balgis pada papa Zaki
Papa Zaki hanya mengangguk
Melihat itu dokter itu tertegun
Karena Balgis berbicara dengan nada santai
" Apakah aku tidak boleh memecat nya " tanya Balgis
" Sesuai peraturan di rumah sakit ini hanya hanya tuan Bara dan tuan Zaki lah yang bisa menghentikan para pekerja " jelas sang manager
" Untuk pemilik " tanya Balgis
" Tidak ada aturan dari rumah sakit ini " jawab nya
Mendenger itu Balgis menjadi tidak suka
__ADS_1
" Merepot kan " ucap Balgis
Mendengar itu papa Zaki merasa tak terima
" Yang membuat aturan di sini semua nya Bara " ucap papa Zaki
" Ya Balgis sudah mendengar semua nya " jawab Balgis cuek.
Entah kenapa Balgis merasa kesal dengan kejadian ini dan membuat nya ingin mencakar wajah dokter itu.
Detik berikut nya Balgis menghubungi Bara
Panggilan pertama tidak di jawab baru lah panggil ke dua di dering pertama bara mengangkat nya
" Lama amat sih " gerutu Balgis
Dan itu adalah kesenangan papa Zaki ia akan merasa senang jika bara sedang di marahi oleh sang isteri
" Maaf baby barusan masih di kamar mandi ada apa tumben nelpon " tanya Bara.
" Aku sedang berada di rumah sakit BB medical dan aku mendapat kan perlakuan yang tidak baik dari dokter di sini " ucap Balgis
" Kamu sakit " panik Bara
" Tidak hanya keseleo tadi " jawab Balgis dengan bohong
" Dia bohong dia sedang hamil " ucap dokter tersebut ia kira ia sudah menang tapi tidak ayu aja kehancuran nya baru akan di mulai sekarang
" Perlakuan seperti apa " tanya Bara sudah serius ia tidak rela jika sang istri di perlakukan tidak adil oleh orang lain di perlakukan tidak adil oleh orang tuanya sendiri aja bara tidak terima apalagi hanya orang asing
" Nama nya dokter Sinta dia bilang aku perempuan murahan karena aku memakai pakaian yang brended semua dia juga bilang jika aku Davina dan Prita memiliki pasangan yang sama untuk menghasilkan uang " lanjut balgis
"Aku ingin dua keluar dari rumah sakit ini dan setelah nya aku yang akan urus aku hanya butuh persetujuan kamu untuk mengeluarkan dari rumah sakit ini karena aturan yang kamu buat " jelas Balgis merasa kesal dengan peraturan yang suami nya itu buat
" Di sini sudah ada mam dan papa tapi mereka tidak melakukan apa-apa " adu Balgis ingin mengerjai mertua nya tersebut
Masih anget anget semua bestie m
silah kan mampir author tunggu ya terima kasih
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
__ADS_1
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...