Suamiku Pelindungku

Suamiku Pelindungku
43. Big Party


__ADS_3

 


**********


 


Ballroom super megah Star Hotel...


Suasana di dalam bangunan megah berbentuk


bintang itu kini tampak gemerlap oleh dekorasi


yang serba mewah dan glamor di padu dengan


tekhnologi lighting yang super canggih. Semua


hal bila sudah menyangkut dengan Bintang Group


pasti akan selalu bersinggungan dengan hal-hal


yang berbau teknologi dan hal canggih. Begitu


pun dengan acara besar malam ini.


Team management yang mendapat mandat


untuk mengatur dan menangani acara malam


ini sudah mempersiapkan konsep yang sangat


ekslusif dan tentunya berhubungan dengan


segala hal yang berbau futuristik.


Para tamu saat ini sudah hampir semua datang


setelah melewati proses verifikasi data terlebih


dahulu di dua pintu pemeriksaan. Bukan suatu


hal aneh kalau prosedur yang di terapkan pada


acara besar ini di buat sedetail mungkin karena


acara ini merupakan tempat berkumpulnya para pengusaha berskala besar baik itu dari dalam dan


luar negeri. Mereka biasanya sangat antusias


dan tidak ingin melewatkan moment besar ini,


karena sudah merupakan keberuntungan serta


kehormatan tersendiri bisa hadir dalam acara ini.


Semua tamu yang hadir dalam acara ini rata-


rata adalah para pengusaha, konglomerat, juga


orang-orang penting yang berada di strata sosial


kelas atas seperti para bangsawan ataupun para


pejabat dan orang-orang penting pemerintahan


yang rata-rata datang bersama para pendamping


nya dengan segala busana resmi yang serba


mewah dan glamor.


Mereka saat ini sudah berada di tempat duduk


masing-masing yang sudah di susun sedemikian


rapi dan teratur oleh pihak management sesuai


dengan golongan ataupun lingkup nya masing-


masing agar mereka bisa bercengkrama dengan


bebas tanpa terlalu mencolok arah pembicaraan


nya dan bisa berbaur dengan mudah.


Suasana tampak riuh rendah, para tamu


terlihat berbincang seru sambil menikmati


hidangan pembuka yang telah tersedia di meja


bundar nya masing-masing. Rata-rata para tamu


yang hadir memperbincangkan kemegahan


suasana di dalam ballroom saat ini yang mampu


membuat semua mata terpukau dan berdecak


kagum atas segala hal yang tersuguh dengan


serba canggih. Dan tentunya pusat dari semua


kekaguman mereka ada pada sosok central dari


acara malam ini yang tiada lain dan tiada bukan adalah Presdir Bimantara Agra Bintang sebagai pemimpin tertinggi dari Bintang Group..


Di pintu utama yang langsung terhubung dengan


bentangan karpet merah saat ini tampak muncul


seorang wanita super cantik dengan tubuh yang


sangat sempurna, di balut gaun warna silver gold


yang terlihat begitu indah melekat di tubuhnya.


Semua orang tampak melirik kearahnya karena


siapa yang tidak mengenal Mikhayla Alexandria.


Hampir semua laki-laki baik itu yang muda


maupun yang sudah matang tidak ada yang


tidak mendambakannya.


"Nona Alexandria.. silahkan.. tempat anda di


sebelah sini..!"


Sambut sang ketua panitia yang merupakan


sekretaris pribadi Agra bernama Erik. Mikhayla


tampak tersenyum manis sambil melangkah


anggun lemah gemulai menuju tempat duduk


nya bersama para pengusaha luar negeri lain


nya yang rata-rata sudah saling mengenal.


Mereka semua berdiri menyambut kehadiran


Mikhayla, menundukkan kepala sedikit. Cukup


banyak juga yang tahu kalau ratu kecantikan


itu adalah calon tunangan nya Presdir Agra


jadi mereka tidak berani macam-macam.


Acara semakin meriah dengan kehadiran para


penyanyi papan atas baik itu lokal maupun


internasional. Mereka sengaja di undang


untuk turut memeriahkan acara malam ini.


Saat ini Kiran baru saja tiba di loby hotel. Dia


masih terdiam di dalam mobil dengan hati


yang di liputi kegugupan dan keraguan karena


ini merupakan kali pertama dia menghadiri


acara besar dan resmi seperti ini. Selama ini


ayah nya tidak pernah mendapat undangan


serupa dari perusahaan ini.


"Nona.. turunlah..saya akan mengawal anda


sampai di dalam.."


Zack sudah berdiri di depan pintu mobil. Kiran


menatap Zack sebentar, apakah bisa Zack


masuk dan mengantarnya ? bukankah tidak


sembarang orang bisa masuk.?


"Silahkan Nona..acara utama sepertinya akan


segera berlangsung."


Zack kembali mengingatkan. Kiran menarik


napas panjang. Saat ini di belakang mobil mereka


baru saja tiba sebuah mobil sport mewah warna merah metalik. Kiran keluar dari mobil dengan


hati-hati berbarengan dengan penghuni mobil


sport tadi. Kiran berdiri di depan mobil mencoba mengatur napas, menatap lurus ke dalam loby.


Dia melirik kearah samping tepat pada saat


sosok tinggi tegap di sebelahnya pun sedang


melirik kearahnya. Mata mereka bertemu,


saling menatap terkejut, Kiran segera memutus


pandangan nya. Namun justru sosok tampan


rupawan itu malah sedang terkesima kearah


Kiran yang saat ini berbalut gaun model v-line


lengan pendek warna Burgundy, menampilkan keindahan leher jenjang dan dada indahnya.


Terlihat sangat mewah dan elegan. Rambutnya


di cepol tinggi dengan anak rambut tergantung


manis di kedua sisi wajahnya. Riasan wajahnya


di sesuaikan dengan gaya dan warna gaun nya.


Malam ini Kiran tampak bagaikan bintang yang bersinar terang. Selama ini dia memang jarang berpenampilan resmi ataupun berdandan seperti sekarang. Jadi semua yang ada padanya saat


ini sungguh membuat dia bagaikan cahaya di


langit yang begitu indah dan menyilaukan,


sangat memukau dan mempesona.


"Kiran.."


Sosok tadi yang ternyata adalah Nathan tersadar


dari keterpesonaan nya. Dari pintu sebelah turun


sosok lain yang ternyata adalah Aryella. Mata


Kiran kembali bertemu dengan mata panas


Aryella yang tidak percaya melihat penampakan


kakaknya itu yang jauh lebih memukau dari dirinya.


Kiran segera berjalan mendahului. Dia berusaha


melangkah setenang mungkin walau hatinya


saat ini semakin merasakan resah dan gelisah.


Nathan melangkah cepat menyusul Kiran dan


mengabaikan Aryella yang menatapnya marah.


"Kiran tunggu..!"


Nathan menarik tangan Kiran cukup kencang


hingga tubuh gadis itu berbalik dan menabrak


dada bidang Nathan, tangan laki-laki itu kini


melingkar kuat di pinggang ramping Kiran.


Keduanya untuk sesaat saling pandang kuat.


Kiran dengan keterkejutan nya dan Nathan


dengan gejolak kerinduan nya. Dengan cepat

__ADS_1


Kiran menjauh dan mendorong tubuh Nathan.


Wajahnya tampak memerah menahan emosi.


Tapi Nathan kembali menarik pinggang Kiran


yang langsung meronta.


"Aku sangat merindukanmu Kiran sayang.."


Suara Nathan terdengar berat dengan tatapan


yang kini mengunci wajah elok Kiran.


"Lepas Nathan..! kenapa kamu tidak pernah


bisa menjaga etika dan sopan santun mu !


kita ada di tempat umum..!"


Desis Kiran dengan wajah yang sudah sangat


memerah, dia melihat ke sekitar ruangan


dimana saat ini banyak orang di sana sedang


menatap bingung kearah mereka.


"Aku tidak peduli.! yang aku pedulikan saat ini


hanyalah dirimu saja Kiran..!"


"Apa kau tahu, kau sudah mempermalukan kita


berdua Tuan Nathan..!"


"Akan aku hancurkan siapapun yang berani


menjelekkan dirimu..!"


"Nathan ! kamu benar-benar sudah kehilangan


akal sehatmu.!"


"Aku memang sudah gila, dan semuanya karena


kamu sudah menolak niat baikku.!"


"Hooh.. harus berapa kali aku mengingatkan


dirimu kalau sekarang ini aku sudah menjadi


milik orang lain Nathan, seutuhnya.! jiwa raga


ku sudah di miliki olehnya.!"


Geram Kiran dengan tatapan tajam, Nathan


terhenyak, menatap Kiran tidak percaya.


"Itu tidak mungkin terjadi Kiran.! kau masih


sangat mencintaiku, kau tidak mungkin bisa


berpaling dariku.!"


"Kau terlalu percaya diri Nathan.! sekarang


ini baik raga ku maupun hatiku sudah aku


serahkan sepenuhnya kepada suami ku..!"


Tatapan Nathan semakin buas di penuhi oleh


api kecemburuan yang sangat besar. Rahang


nya tampak mengeras. Cengkraman tangannya


kini semakin kuat membuat Kiran berjingkat


meringis.


"Tidak Kiran, kau tidak bisa melakukan ini


padaku.! aku yakin kamu hanya ingin balas


dendam padaku kan..?"


"Terserah apa katamu..! sekarang lepaskan


aku, jagalah sedikit saja harga dirimu.!"


Kiran segera mendorong dada Nathan yang


masih bertahan dengan cengkraman nya.


Tatapan matanya masih mengunci wajah


cantik Kiran yang begitu menggiurkan.


Zack tidak tahan lagi melihat perbuatan Nathan


yang sudah di luar batas. Dengan gerakan cepat


tak terlihat dia menotok saraf vital di pundak pria


itu hingga cengkraman tangannya di pinggang


Kiran kini terlepas karena dia kehilangan daya


kepal di telapak tangannya. Kiran segera menjauh, menatap penuh emosi kearah Nathan, merapihkan kembali gaun nya yang tadi sempat kusut.


"Jangan coba-coba mendekatiku lagi.!"


Ancam Kiran sambil kemudian melangkah cepat


di kawal oleh Zack di ikuti tatapan Nathan yang di penuhi kemarahan juga kekecewaan atas fakta tentang wanita yang sangat di cintai nya itu.


"Ohh.. bagaimana rasanya di khianati Tuan


Nathan..?"


Aryella berucap dingin dengan sesungging


senyum sinis terukir di bibir merahnya. Nathan


melirik kearah Aryella, mendengus sebal.


"Aku mengajakmu kesini hanya untuk membuat


kakakmu itu cemburu, jadi jangan ikut campur


urusan pribadi ku.!"


"Apa katamu.? ikut campur..? hooh..kau sudah


melibatkanku ke dalam urusan mu dan kau


bilang jangan ikut campur ? dasar ngawur.!"


nya saling pandang kuat, lalu kemudian saling


berpaling. Nathan mulai melangkah di ikuti


Aryella yang cemberut kesal.


Kiran tiba di pintu pemeriksaan utama setelah


tadi lolos tanpa banyak drama di pintu pertama


bahkan para penjaga tampak segan melihat


keberadaan Zack di samping Kiran. Mereka


juga tidak berani mengangkat muka .


"Silahkan masuk Nona Mahesa..Tuan Erik


akan menyambut anda langsung di dalam."


Ucap sang penjaga seraya membungkuk


hormat di hadapan Kiran yang mengganguk.


Kiran dan Zack masuk ke dalam ruangan.


Tiba di dalam, Kiran tampak terperangah saat


melihat bagaimana gemerlapnya suasana


ruangan megah tempat pesta berlangsung


itu yang di penuhi oleh kilatan cahaya dari


setiap sudut ruangan. Sungguh ini sebuah


pemandangan yang sangat menakjubkan.


"Nona Kiran.. selamat malam dan selamat


datang. Perkenalkan saya Erik, sekretaris


pribadi Presdir Bimantara.."


Kiran tersadar dari kekagumannya, dia melihat


kini Erik tengah berdiri membungkuk di depan


nya tanpa berani mengangkat muka.


"Ohh.. selamat malam juga Tuan Erik.."


"Panggil saja saya Erik Nona.."


Kiran tertegun sebentar, lalu dia tersenyum


lembut seraya menunduk sopan dengan


gestur tubuh yang sangat halus dan santun.


"Ohh..baiklah Erik.. terimakasih sekali atas sambutannya. Mohon petunjuknya karena ini


adalah pengalaman pertama saya bergabung


dalam acara sebesar dan semewah ini."


Erik seakan tersihir oleh keanggunan dan


kesantunan tutur bahasa Kiran, dia nampak


terpaku dalam diam sampai Zack berdehem


untuk menyadarkan nya.


"Ba-baik Nona Kiran..mari saya antar ke


kursi anda, ada di sebelah sana.."


Erik tampak tergagap karena tiba-tiba saja


di telan kegugupan. Kiran mulai melangkah


dengan anggun di dampingi dua orang pria


tegap di sisi kanan kiri nya seolah sengaja


mereka mengawal keberadaan Kiran.


Namun tetap saja kemunculan nya membuat


para tamu memusatkan perhatian padanya.


Keanggunan dan keelokan rupa Kiran yang


memiliki mata indah mampu menyihir semua


tamu pria yang di lewatinya. Apalagi saat ini


Kiran mengenakkan gaun pas body dengan


menampilkan bahu datar dan belahan dada


nya yang indah, hal itu jelas sekali mengekspos keseluruhan lekuk tubuhnya yang memiliki


bentuk istimewa dan sangat menggiurkan.


Kiran sedikit risih melihat tatapan aneh para


tamu yang terus saja mengunci sosoknya di


sepanjang karpet merah. Zack dan Erik tidak


kalah geram melihat tatapan tidak sopan para


tamu terhadap Nona Muda nya itu, namun


saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan


karena situasi resmi ini.


Erik membawa Kiran ke barisan meja yang


ada di jajaran VVIP. Para tamu yang sedang


penasaran pada sosok Kiran karena belum


pernah di lihat sebelumnya itu tampak terkejut


saat Erik menempatkan Kiran di meja VVIP.


Meja yang akan di tempati oleh Presdir beserta

__ADS_1


3 orang tamu besar lainnya. Kiran pun sama


terkejut nya dengan orang lain.


"Erik.. apakah anda tidak salah.? kenapa saya


di tempatkan di meja utama ini.?"


Kiran bertanya untuk meyakinkan diri bahwa


Erik tidak melakukan kesalahan penempatan.


"Tidak Nona.. tempat anda memang di sini."


"Kenapa bisa.? saya hanyalah rekanan baru.


Bahkan kami belum pernah bertatap muka


secara langsung dengan para rekanan lain."


"Nona tenang saja..tidak ada kesalahan di


sini.! semuanya sudah di atur dengan sangat


baik sesuai ketentuan."


"Baiklah kalau begitu..tapi sebelum Presdir


beserta tamu lain nya tiba rasanya akan sangat


lancang bagi saya kalau mendahului duduk.!"


Kiran tampak enggan untuk duduk. Erik dan


Zack terlihat saling pandang bingung.


"Eumm..begini Nona, Presdir sebentar lagi tiba


di sini, saat ini beliau sudah ada di bawah jadi


sebaiknya anda duduk. Saya akan menemani


anda sebentar sampai beliau tiba.."


Kiran menatap Erik sedikit ragu, namun akhir


nya dia mengangguk. Baru saja dia berniat


untuk duduk tiba-tiba saja datang Mikhayla


ke tempat itu, langsung menghampiri Kiran.


"Hallo.. selamat malam.."


Sapa nya dengan suara lembut dan sikap


yang sangat ramah. Kiran menyambut wanita


itu dengan menundukkan kepala sedikit.


"Hi.. selamat malam juga Nona Mikhayla.."


Sambut Kiran tidak kalah ramahnya. Kedua


nya saling menatap sebentar.


"Bisa tinggalkan kami berdua.? ada yang ingin


saya bicarakan dengan Nona ini.."


Mikhayla melirik kearah Zack dan Erik yang


terlihat sedikit keberatan. Tapi Kiran memberi


isyarat agar mereka menuruti permintaan


Mikhayla. Mereka mengganguk lalu mundur


beberapa langkah namun tetap mengamati


kedua wanita super cantik itu yang kini berdiri


saling berhadapan.


Sebagian dari para tamu saat ini memusatkan


perhatian pada dua sosok mempesona tersebut.


Namun anehnya kebanyakan dari mereka malah


lebih terfokus pada sosok Kiran yang terlihat


lebih menarik di lihat dari sudut manapun. Dia


juga memiliki daya tarik luar biasa yang mampu


membuat mata para pria terbius oleh pesonanya.


"Tidak di sangka ya kita bisa jumpa di tempat


ini. Bukankah anda yang kemarin datang


bersama Eyang putri ke butiknya Michelle..?"


Kiran menautkan alisnya namun berusaha


untuk tetap bersikap setenang mungkin.


"Benar sekali Nona Mikhayla.."


"Maaf.. kalau boleh tahu ada hubungan apa


anda dengan keluarga itu.? emm.. tentu saja


maksudku hubungan mu dengan Tuan muda


Bimantara.?"


Kiran semakin bingung dengan pertanyaan


yang di lontarkan oleh Mikhayla.


"Mohon maaf Nona Mikhayla.. kalaupun saya


ada hubungan dengan nya tapi saya rasa itu


tidak ada kaitannya dengan anda.!"


"Ohh ya.? tentu saja itu sangat berkaitan


denganku Nona.. siapa namamu..?"


Mikhayla mencondongkan tubuhnya. Kiran


menarik napas pelan.


"Evanindhia Sashikirana.. panggil saja saya


Kiran..!"


"Oke..Nona Kiran.. tentu saja semua itu ada


hubungan nya dengan ku.. karena kenapa.?"


Mikhayla menjeda ucapannya, menatap tajam


wajah Kiran yang menatap penasaran.


"Karena aku adalah calon tunangan nya Presdir


Bimantara Agra Bintang..!"


Jelas Mikhayla dengan penuh penekanan.


Wajah Kiran sedikit beraksi terkejut.


"Presdir Bimantara Agra Bintang..?"


Dia mengulang kata-kata itu di penuhi rasa


percaya tidak percaya namun seakan ingin meyakinkan sesuatu. Tidak ! ini pasti hanya


kebetulan saja.! elak bathin Kiran.


"Yes..saya adalah calon tunangan nya cucu


tunggal keluarga Hadiningrat..Jadi Nona Kiran


saya ingatkan, anda jangan pernah berharap


lebih padanya..! perjodohan kami sudah di


atur dengan sangat baik oleh kedua keluarga."


Mikhayla kembali memberi penegasan. Kiran


terdiam dalam kebingungan.


"Saya hanya ingin memperingatkan hal itu saja.


Dan saya yakin ada kesalahan di sini, tempat


duduk ini sepertinya kurang cocok untukmu


Nona, permisi..selamat menikmati pestanya.."


Mikhayla melenggang pergi dari hadapan Kiran


dengan langkah gemulai khas seorang model profesional. Kiran terduduk perlahan di kursi. Pikirannya saat ini masih di liputi kebingungan,


kenapa ratu kecantikan itu menuduh dirinya


punya hubungan dengan Presdir terhormat


Bintang Group.? kenal juga tidak.! Apa hanya


karena kemarin dia melihat dirinya bersama


dengan Eyang putri.? Dan yang baru dia sadari


kini, kenapa selama dirinya ada di istana itu


tidak pernah sekalipun dia berjumpa dengan


cucu tunggal keluarga itu.!


Di tengah segala kesibukan pikirannya, Kiran


tersadar ketika pembawa acara mengumumkan


kedatangan Presdir Bintang Group ke dalam


gedung megah itu. Dan saat ini tepat di pintu


utama yang langsung terhubung dengan karpet


merah muncul seseorang yang di ikuti oleh


barisan para pengusaha besar yang tergabung


dalam Bintang Group serta para pengusaha


tamu lainnya yang berasal dari berbagai negara.


Sosok central dari rombongan yang baru datang


tersebut kini mulai melangkah tenang penuh


dengan keyakinan. Dia tampak begitu tampan,


di selimuti aura kebangsawanan yang sangat menyilaukan mata. Tubuh gagahnya berbalut


setelah jas menawan yang hanya dalam sekali


pandang saja sudah nampak jelas pakaian itu


sangat mahal dan di jahit khusus untuknya.


Kiran berdiri dari duduknya, di belakang nya


Zack tetap siaga, sementara Erik saat ini


sudah pergi menyambut sang tokoh utama


dalam pesta ini yang sudah sangat di nantikan


kehadirannya oleh seluruh tamu undangan.


Sosok gagah penuh kharisma itu kini semakin


mendekat menuju area khusus tempat duduk


nya berada. Dan saat ini Kiran sedang berdiri membeku di tempat, terkesima dengan apa


yang di lihatnya. Dia seakan langsung dibawa


terbang pada ketidakyakinan dirinya. Kenapa


sosok central itu sangat mirip dengan suami urakannya.? bahkan bukan mirip lagi, tapi..


Mata mereka bertemu dalam jarak pandang


yang cukup jauh. Saling mengunci satu sama


lain dengan sorot mata yang berbeda. Kiran


dengan keyakinan akan halusinasinya sedang


Sang Presdir dengan tatapan penuh cinta nya..


**********

__ADS_1


 


TBC.....


__ADS_2