
**********
Ballroom super megah Star Hotel...
Suasana di dalam bangunan megah berbentuk
bintang itu kini tampak gemerlap oleh dekorasi
yang serba mewah dan glamor di padu dengan
tekhnologi lighting yang super canggih. Semua
hal bila sudah menyangkut dengan Bintang Group
pasti akan selalu bersinggungan dengan hal-hal
yang berbau teknologi dan hal canggih. Begitu
pun dengan acara besar malam ini.
Team management yang mendapat mandat
untuk mengatur dan menangani acara malam
ini sudah mempersiapkan konsep yang sangat
ekslusif dan tentunya berhubungan dengan
segala hal yang berbau futuristik.
Para tamu saat ini sudah hampir semua datang
setelah melewati proses verifikasi data terlebih
dahulu di dua pintu pemeriksaan. Bukan suatu
hal aneh kalau prosedur yang di terapkan pada
acara besar ini di buat sedetail mungkin karena
acara ini merupakan tempat berkumpulnya para pengusaha berskala besar baik itu dari dalam dan
luar negeri. Mereka biasanya sangat antusias
dan tidak ingin melewatkan moment besar ini,
karena sudah merupakan keberuntungan serta
kehormatan tersendiri bisa hadir dalam acara ini.
Semua tamu yang hadir dalam acara ini rata-
rata adalah para pengusaha, konglomerat, juga
orang-orang penting yang berada di strata sosial
kelas atas seperti para bangsawan ataupun para
pejabat dan orang-orang penting pemerintahan
yang rata-rata datang bersama para pendamping
nya dengan segala busana resmi yang serba
mewah dan glamor.
Mereka saat ini sudah berada di tempat duduk
masing-masing yang sudah di susun sedemikian
rapi dan teratur oleh pihak management sesuai
dengan golongan ataupun lingkup nya masing-
masing agar mereka bisa bercengkrama dengan
bebas tanpa terlalu mencolok arah pembicaraan
nya dan bisa berbaur dengan mudah.
Suasana tampak riuh rendah, para tamu
terlihat berbincang seru sambil menikmati
hidangan pembuka yang telah tersedia di meja
bundar nya masing-masing. Rata-rata para tamu
yang hadir memperbincangkan kemegahan
suasana di dalam ballroom saat ini yang mampu
membuat semua mata terpukau dan berdecak
kagum atas segala hal yang tersuguh dengan
serba canggih. Dan tentunya pusat dari semua
kekaguman mereka ada pada sosok central dari
acara malam ini yang tiada lain dan tiada bukan adalah Presdir Bimantara Agra Bintang sebagai pemimpin tertinggi dari Bintang Group..
Di pintu utama yang langsung terhubung dengan
bentangan karpet merah saat ini tampak muncul
seorang wanita super cantik dengan tubuh yang
sangat sempurna, di balut gaun warna silver gold
yang terlihat begitu indah melekat di tubuhnya.
Semua orang tampak melirik kearahnya karena
siapa yang tidak mengenal Mikhayla Alexandria.
Hampir semua laki-laki baik itu yang muda
maupun yang sudah matang tidak ada yang
tidak mendambakannya.
"Nona Alexandria.. silahkan.. tempat anda di
sebelah sini..!"
Sambut sang ketua panitia yang merupakan
sekretaris pribadi Agra bernama Erik. Mikhayla
tampak tersenyum manis sambil melangkah
anggun lemah gemulai menuju tempat duduk
nya bersama para pengusaha luar negeri lain
nya yang rata-rata sudah saling mengenal.
Mereka semua berdiri menyambut kehadiran
Mikhayla, menundukkan kepala sedikit. Cukup
banyak juga yang tahu kalau ratu kecantikan
itu adalah calon tunangan nya Presdir Agra
jadi mereka tidak berani macam-macam.
Acara semakin meriah dengan kehadiran para
penyanyi papan atas baik itu lokal maupun
internasional. Mereka sengaja di undang
untuk turut memeriahkan acara malam ini.
Saat ini Kiran baru saja tiba di loby hotel. Dia
masih terdiam di dalam mobil dengan hati
yang di liputi kegugupan dan keraguan karena
ini merupakan kali pertama dia menghadiri
acara besar dan resmi seperti ini. Selama ini
ayah nya tidak pernah mendapat undangan
serupa dari perusahaan ini.
"Nona.. turunlah..saya akan mengawal anda
sampai di dalam.."
Zack sudah berdiri di depan pintu mobil. Kiran
menatap Zack sebentar, apakah bisa Zack
masuk dan mengantarnya ? bukankah tidak
sembarang orang bisa masuk.?
"Silahkan Nona..acara utama sepertinya akan
segera berlangsung."
Zack kembali mengingatkan. Kiran menarik
napas panjang. Saat ini di belakang mobil mereka
baru saja tiba sebuah mobil sport mewah warna merah metalik. Kiran keluar dari mobil dengan
hati-hati berbarengan dengan penghuni mobil
sport tadi. Kiran berdiri di depan mobil mencoba mengatur napas, menatap lurus ke dalam loby.
Dia melirik kearah samping tepat pada saat
sosok tinggi tegap di sebelahnya pun sedang
melirik kearahnya. Mata mereka bertemu,
saling menatap terkejut, Kiran segera memutus
pandangan nya. Namun justru sosok tampan
rupawan itu malah sedang terkesima kearah
Kiran yang saat ini berbalut gaun model v-line
lengan pendek warna Burgundy, menampilkan keindahan leher jenjang dan dada indahnya.
Terlihat sangat mewah dan elegan. Rambutnya
di cepol tinggi dengan anak rambut tergantung
manis di kedua sisi wajahnya. Riasan wajahnya
di sesuaikan dengan gaya dan warna gaun nya.
Malam ini Kiran tampak bagaikan bintang yang bersinar terang. Selama ini dia memang jarang berpenampilan resmi ataupun berdandan seperti sekarang. Jadi semua yang ada padanya saat
ini sungguh membuat dia bagaikan cahaya di
langit yang begitu indah dan menyilaukan,
sangat memukau dan mempesona.
"Kiran.."
Sosok tadi yang ternyata adalah Nathan tersadar
dari keterpesonaan nya. Dari pintu sebelah turun
sosok lain yang ternyata adalah Aryella. Mata
Kiran kembali bertemu dengan mata panas
Aryella yang tidak percaya melihat penampakan
kakaknya itu yang jauh lebih memukau dari dirinya.
Kiran segera berjalan mendahului. Dia berusaha
melangkah setenang mungkin walau hatinya
saat ini semakin merasakan resah dan gelisah.
Nathan melangkah cepat menyusul Kiran dan
mengabaikan Aryella yang menatapnya marah.
"Kiran tunggu..!"
Nathan menarik tangan Kiran cukup kencang
hingga tubuh gadis itu berbalik dan menabrak
dada bidang Nathan, tangan laki-laki itu kini
melingkar kuat di pinggang ramping Kiran.
Keduanya untuk sesaat saling pandang kuat.
Kiran dengan keterkejutan nya dan Nathan
dengan gejolak kerinduan nya. Dengan cepat
__ADS_1
Kiran menjauh dan mendorong tubuh Nathan.
Wajahnya tampak memerah menahan emosi.
Tapi Nathan kembali menarik pinggang Kiran
yang langsung meronta.
"Aku sangat merindukanmu Kiran sayang.."
Suara Nathan terdengar berat dengan tatapan
yang kini mengunci wajah elok Kiran.
"Lepas Nathan..! kenapa kamu tidak pernah
bisa menjaga etika dan sopan santun mu !
kita ada di tempat umum..!"
Desis Kiran dengan wajah yang sudah sangat
memerah, dia melihat ke sekitar ruangan
dimana saat ini banyak orang di sana sedang
menatap bingung kearah mereka.
"Aku tidak peduli.! yang aku pedulikan saat ini
hanyalah dirimu saja Kiran..!"
"Apa kau tahu, kau sudah mempermalukan kita
berdua Tuan Nathan..!"
"Akan aku hancurkan siapapun yang berani
menjelekkan dirimu..!"
"Nathan ! kamu benar-benar sudah kehilangan
akal sehatmu.!"
"Aku memang sudah gila, dan semuanya karena
kamu sudah menolak niat baikku.!"
"Hooh.. harus berapa kali aku mengingatkan
dirimu kalau sekarang ini aku sudah menjadi
milik orang lain Nathan, seutuhnya.! jiwa raga
ku sudah di miliki olehnya.!"
Geram Kiran dengan tatapan tajam, Nathan
terhenyak, menatap Kiran tidak percaya.
"Itu tidak mungkin terjadi Kiran.! kau masih
sangat mencintaiku, kau tidak mungkin bisa
berpaling dariku.!"
"Kau terlalu percaya diri Nathan.! sekarang
ini baik raga ku maupun hatiku sudah aku
serahkan sepenuhnya kepada suami ku..!"
Tatapan Nathan semakin buas di penuhi oleh
api kecemburuan yang sangat besar. Rahang
nya tampak mengeras. Cengkraman tangannya
kini semakin kuat membuat Kiran berjingkat
meringis.
"Tidak Kiran, kau tidak bisa melakukan ini
padaku.! aku yakin kamu hanya ingin balas
dendam padaku kan..?"
"Terserah apa katamu..! sekarang lepaskan
aku, jagalah sedikit saja harga dirimu.!"
Kiran segera mendorong dada Nathan yang
masih bertahan dengan cengkraman nya.
Tatapan matanya masih mengunci wajah
cantik Kiran yang begitu menggiurkan.
Zack tidak tahan lagi melihat perbuatan Nathan
yang sudah di luar batas. Dengan gerakan cepat
tak terlihat dia menotok saraf vital di pundak pria
itu hingga cengkraman tangannya di pinggang
Kiran kini terlepas karena dia kehilangan daya
kepal di telapak tangannya. Kiran segera menjauh, menatap penuh emosi kearah Nathan, merapihkan kembali gaun nya yang tadi sempat kusut.
"Jangan coba-coba mendekatiku lagi.!"
Ancam Kiran sambil kemudian melangkah cepat
di kawal oleh Zack di ikuti tatapan Nathan yang di penuhi kemarahan juga kekecewaan atas fakta tentang wanita yang sangat di cintai nya itu.
"Ohh.. bagaimana rasanya di khianati Tuan
Nathan..?"
Aryella berucap dingin dengan sesungging
senyum sinis terukir di bibir merahnya. Nathan
melirik kearah Aryella, mendengus sebal.
"Aku mengajakmu kesini hanya untuk membuat
kakakmu itu cemburu, jadi jangan ikut campur
urusan pribadi ku.!"
"Apa katamu.? ikut campur..? hooh..kau sudah
melibatkanku ke dalam urusan mu dan kau
bilang jangan ikut campur ? dasar ngawur.!"
nya saling pandang kuat, lalu kemudian saling
berpaling. Nathan mulai melangkah di ikuti
Aryella yang cemberut kesal.
Kiran tiba di pintu pemeriksaan utama setelah
tadi lolos tanpa banyak drama di pintu pertama
bahkan para penjaga tampak segan melihat
keberadaan Zack di samping Kiran. Mereka
juga tidak berani mengangkat muka .
"Silahkan masuk Nona Mahesa..Tuan Erik
akan menyambut anda langsung di dalam."
Ucap sang penjaga seraya membungkuk
hormat di hadapan Kiran yang mengganguk.
Kiran dan Zack masuk ke dalam ruangan.
Tiba di dalam, Kiran tampak terperangah saat
melihat bagaimana gemerlapnya suasana
ruangan megah tempat pesta berlangsung
itu yang di penuhi oleh kilatan cahaya dari
setiap sudut ruangan. Sungguh ini sebuah
pemandangan yang sangat menakjubkan.
"Nona Kiran.. selamat malam dan selamat
datang. Perkenalkan saya Erik, sekretaris
pribadi Presdir Bimantara.."
Kiran tersadar dari kekagumannya, dia melihat
kini Erik tengah berdiri membungkuk di depan
nya tanpa berani mengangkat muka.
"Ohh.. selamat malam juga Tuan Erik.."
"Panggil saja saya Erik Nona.."
Kiran tertegun sebentar, lalu dia tersenyum
lembut seraya menunduk sopan dengan
gestur tubuh yang sangat halus dan santun.
"Ohh..baiklah Erik.. terimakasih sekali atas sambutannya. Mohon petunjuknya karena ini
adalah pengalaman pertama saya bergabung
dalam acara sebesar dan semewah ini."
Erik seakan tersihir oleh keanggunan dan
kesantunan tutur bahasa Kiran, dia nampak
terpaku dalam diam sampai Zack berdehem
untuk menyadarkan nya.
"Ba-baik Nona Kiran..mari saya antar ke
kursi anda, ada di sebelah sana.."
Erik tampak tergagap karena tiba-tiba saja
di telan kegugupan. Kiran mulai melangkah
dengan anggun di dampingi dua orang pria
tegap di sisi kanan kiri nya seolah sengaja
mereka mengawal keberadaan Kiran.
Namun tetap saja kemunculan nya membuat
para tamu memusatkan perhatian padanya.
Keanggunan dan keelokan rupa Kiran yang
memiliki mata indah mampu menyihir semua
tamu pria yang di lewatinya. Apalagi saat ini
Kiran mengenakkan gaun pas body dengan
menampilkan bahu datar dan belahan dada
nya yang indah, hal itu jelas sekali mengekspos keseluruhan lekuk tubuhnya yang memiliki
bentuk istimewa dan sangat menggiurkan.
Kiran sedikit risih melihat tatapan aneh para
tamu yang terus saja mengunci sosoknya di
sepanjang karpet merah. Zack dan Erik tidak
kalah geram melihat tatapan tidak sopan para
tamu terhadap Nona Muda nya itu, namun
saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan
karena situasi resmi ini.
Erik membawa Kiran ke barisan meja yang
ada di jajaran VVIP. Para tamu yang sedang
penasaran pada sosok Kiran karena belum
pernah di lihat sebelumnya itu tampak terkejut
saat Erik menempatkan Kiran di meja VVIP.
Meja yang akan di tempati oleh Presdir beserta
__ADS_1
3 orang tamu besar lainnya. Kiran pun sama
terkejut nya dengan orang lain.
"Erik.. apakah anda tidak salah.? kenapa saya
di tempatkan di meja utama ini.?"
Kiran bertanya untuk meyakinkan diri bahwa
Erik tidak melakukan kesalahan penempatan.
"Tidak Nona.. tempat anda memang di sini."
"Kenapa bisa.? saya hanyalah rekanan baru.
Bahkan kami belum pernah bertatap muka
secara langsung dengan para rekanan lain."
"Nona tenang saja..tidak ada kesalahan di
sini.! semuanya sudah di atur dengan sangat
baik sesuai ketentuan."
"Baiklah kalau begitu..tapi sebelum Presdir
beserta tamu lain nya tiba rasanya akan sangat
lancang bagi saya kalau mendahului duduk.!"
Kiran tampak enggan untuk duduk. Erik dan
Zack terlihat saling pandang bingung.
"Eumm..begini Nona, Presdir sebentar lagi tiba
di sini, saat ini beliau sudah ada di bawah jadi
sebaiknya anda duduk. Saya akan menemani
anda sebentar sampai beliau tiba.."
Kiran menatap Erik sedikit ragu, namun akhir
nya dia mengangguk. Baru saja dia berniat
untuk duduk tiba-tiba saja datang Mikhayla
ke tempat itu, langsung menghampiri Kiran.
"Hallo.. selamat malam.."
Sapa nya dengan suara lembut dan sikap
yang sangat ramah. Kiran menyambut wanita
itu dengan menundukkan kepala sedikit.
"Hi.. selamat malam juga Nona Mikhayla.."
Sambut Kiran tidak kalah ramahnya. Kedua
nya saling menatap sebentar.
"Bisa tinggalkan kami berdua.? ada yang ingin
saya bicarakan dengan Nona ini.."
Mikhayla melirik kearah Zack dan Erik yang
terlihat sedikit keberatan. Tapi Kiran memberi
isyarat agar mereka menuruti permintaan
Mikhayla. Mereka mengganguk lalu mundur
beberapa langkah namun tetap mengamati
kedua wanita super cantik itu yang kini berdiri
saling berhadapan.
Sebagian dari para tamu saat ini memusatkan
perhatian pada dua sosok mempesona tersebut.
Namun anehnya kebanyakan dari mereka malah
lebih terfokus pada sosok Kiran yang terlihat
lebih menarik di lihat dari sudut manapun. Dia
juga memiliki daya tarik luar biasa yang mampu
membuat mata para pria terbius oleh pesonanya.
"Tidak di sangka ya kita bisa jumpa di tempat
ini. Bukankah anda yang kemarin datang
bersama Eyang putri ke butiknya Michelle..?"
Kiran menautkan alisnya namun berusaha
untuk tetap bersikap setenang mungkin.
"Benar sekali Nona Mikhayla.."
"Maaf.. kalau boleh tahu ada hubungan apa
anda dengan keluarga itu.? emm.. tentu saja
maksudku hubungan mu dengan Tuan muda
Bimantara.?"
Kiran semakin bingung dengan pertanyaan
yang di lontarkan oleh Mikhayla.
"Mohon maaf Nona Mikhayla.. kalaupun saya
ada hubungan dengan nya tapi saya rasa itu
tidak ada kaitannya dengan anda.!"
"Ohh ya.? tentu saja itu sangat berkaitan
denganku Nona.. siapa namamu..?"
Mikhayla mencondongkan tubuhnya. Kiran
menarik napas pelan.
"Evanindhia Sashikirana.. panggil saja saya
Kiran..!"
"Oke..Nona Kiran.. tentu saja semua itu ada
hubungan nya dengan ku.. karena kenapa.?"
Mikhayla menjeda ucapannya, menatap tajam
wajah Kiran yang menatap penasaran.
"Karena aku adalah calon tunangan nya Presdir
Bimantara Agra Bintang..!"
Jelas Mikhayla dengan penuh penekanan.
Wajah Kiran sedikit beraksi terkejut.
"Presdir Bimantara Agra Bintang..?"
Dia mengulang kata-kata itu di penuhi rasa
percaya tidak percaya namun seakan ingin meyakinkan sesuatu. Tidak ! ini pasti hanya
kebetulan saja.! elak bathin Kiran.
"Yes..saya adalah calon tunangan nya cucu
tunggal keluarga Hadiningrat..Jadi Nona Kiran
saya ingatkan, anda jangan pernah berharap
lebih padanya..! perjodohan kami sudah di
atur dengan sangat baik oleh kedua keluarga."
Mikhayla kembali memberi penegasan. Kiran
terdiam dalam kebingungan.
"Saya hanya ingin memperingatkan hal itu saja.
Dan saya yakin ada kesalahan di sini, tempat
duduk ini sepertinya kurang cocok untukmu
Nona, permisi..selamat menikmati pestanya.."
Mikhayla melenggang pergi dari hadapan Kiran
dengan langkah gemulai khas seorang model profesional. Kiran terduduk perlahan di kursi. Pikirannya saat ini masih di liputi kebingungan,
kenapa ratu kecantikan itu menuduh dirinya
punya hubungan dengan Presdir terhormat
Bintang Group.? kenal juga tidak.! Apa hanya
karena kemarin dia melihat dirinya bersama
dengan Eyang putri.? Dan yang baru dia sadari
kini, kenapa selama dirinya ada di istana itu
tidak pernah sekalipun dia berjumpa dengan
cucu tunggal keluarga itu.!
Di tengah segala kesibukan pikirannya, Kiran
tersadar ketika pembawa acara mengumumkan
kedatangan Presdir Bintang Group ke dalam
gedung megah itu. Dan saat ini tepat di pintu
utama yang langsung terhubung dengan karpet
merah muncul seseorang yang di ikuti oleh
barisan para pengusaha besar yang tergabung
dalam Bintang Group serta para pengusaha
tamu lainnya yang berasal dari berbagai negara.
Sosok central dari rombongan yang baru datang
tersebut kini mulai melangkah tenang penuh
dengan keyakinan. Dia tampak begitu tampan,
di selimuti aura kebangsawanan yang sangat menyilaukan mata. Tubuh gagahnya berbalut
setelah jas menawan yang hanya dalam sekali
pandang saja sudah nampak jelas pakaian itu
sangat mahal dan di jahit khusus untuknya.
Kiran berdiri dari duduknya, di belakang nya
Zack tetap siaga, sementara Erik saat ini
sudah pergi menyambut sang tokoh utama
dalam pesta ini yang sudah sangat di nantikan
kehadirannya oleh seluruh tamu undangan.
Sosok gagah penuh kharisma itu kini semakin
mendekat menuju area khusus tempat duduk
nya berada. Dan saat ini Kiran sedang berdiri membeku di tempat, terkesima dengan apa
yang di lihatnya. Dia seakan langsung dibawa
terbang pada ketidakyakinan dirinya. Kenapa
sosok central itu sangat mirip dengan suami urakannya.? bahkan bukan mirip lagi, tapi..
Mata mereka bertemu dalam jarak pandang
yang cukup jauh. Saling mengunci satu sama
lain dengan sorot mata yang berbeda. Kiran
dengan keyakinan akan halusinasinya sedang
Sang Presdir dengan tatapan penuh cinta nya..
**********
__ADS_1
TBC.....