Suamiku Si Cowok Humoris

Suamiku Si Cowok Humoris
First


__ADS_3

Atika Putri


Gadis cantik berusia 20 tahun yang sederhana, pintar, baik hati. Kisah masa lalu yang selalu gagal dalam percintaan, membuat gadis itu menutup hatinya. Entah sudah berapa pria yang menyatakan perasaannya namun selalu saja ditolak olehnya.


Bagas Putra Permana


CEO tampan berusia 22 tahun. Memiliki sifat Humoris, keras kepala, setia kawan, dan berhati baik. Memiliki kisah masa lalu yang rumit membuatnya tidak percaya lagi dengan sebuah Cinta.


Hasan Sandega


Cowok tinggi putih berusia 22 tahun. Salah satu teman setia Bagas yang selalu ada disampingnya, bahkan banyak yang mengira mereka itu kakak beradik.


Anton Sanjaya


Teman setia Bagas juga. Bahkan mereka (Bagas, Hasan, Anton) memiliki julukan yang disebut Trio Kampret.


Riska Alviana


Sahabat Putri dari kecil sekaligus teman di kantornya.


Melvi Lestari


Teman sekantor Putri, memiliki hobi berdandan sampai kemana-mana selalu membawa kaca.

__ADS_1


....


"Hah... akhirnya jam makan siang datang juga. Mel keluar yuk!" ajak putri pada Melvi.


"Bentar lagi Put, tanggung nih" balas Melvi.


"Yaudah aku mau bereskan mejaku dulu kalau begitu, nanti panggil aku ya kalau sudah selesai kita makan sama-sama di cafe depan kantor"


"Iya siap komandan" jawab Melvi.


ketika sedang berjalan menuju mejanya tiba-tiba Riska menghampiri putri dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Put...! " panggil Riska.


"Engga Put tadi dapat perintah dari pak bos. Nanti setelah makan siang kamu sama Melvi disuruh keruangan pak bos." kata Melvi.


"Iya.... ehhh kamu habis ngapain sih kok sampai lari-lari gitu."


"Tadikan aku disuruh nyerahin laporan bulan ini ke ruangan Bos. Dan ternyata pekerjaanku ada yang salah Put."


"Lahhh cuma itu aja kok lari-larian gitu?" Tanya Putri bingung.


"Kalau itu, tadi bos bilang gini ekhemm... "Kembali ke ruangan mu dan serahkan lagi padaku besok. oh ya satu lagi... sebagai hukuman, tolong beritahu Putri dan Melvi untuk pergi ke ruangan ku nanti setelah makan siang." gitu.

__ADS_1


"yaelah kalo cuma itu aja sih ga usah sampai segitunya neneng. Pakek acara lari-larian segala." tanggapan putri sambil geleng - geleng kepala melihat temannya itu.


"Bukan itu Put yang bikin aku sampai lari kaya ngejar maling kek gini." Sahut Melvi.


"Terus apa?" balas Putri


"Tadi pak bos bilang "cepat keluar dan beritahukan pada mereka berdua!", trs aku balik nanya. "sekarang pak?" terus bos jawab gini, "iya sekarang cepetan!! atau kamu saya pecat". Abis Bos bilang gitu aku langsung lari Put nyari kamu. Aku cari dimeja kerjamu gak ada."


"Ya Ampun sampai segitunya sih. Ini pasti kamu ketahuan melamun sambil mandang wajah tampan pak Bos sambil bayangin yang enggak-enggak kan?" Putri menebak kelakuan Riska.


"eheheh... tau aja sih" jawab Riska sambil nyengir kuda.


"Udah selesai Put yuk kedepan. Keburu abis nih ntar jam makan siangnya" ajak Melvi.


"Ehhh udah selesai Mel? Yuk Ris ikut kita ke cafe depan yuk."


"Kalian aja deh aku bawa bekal kok tadi, sama capek juga nih abis lari-lari tadi" jawab Riska.


"Yaelah Riska yuklah sekali-kali napa kita makan diluar. Masa kamu gak mau ikut?" Balas Melvi.


"Kalian aja deh... Aku nitip aja beliin Burger ya Mel hehe.." Riska.


"iya deh. Yuk Put" ajak Melvi.

__ADS_1


"Ayo. Ris kita pergi dulu ya." Pamit Putri sambil melambaikan tangan ke Riska.


__ADS_2