
Didalam Apartemen
"Ehemmm... cieee yang baru pulang sama cowo." Goda Melvi
"Apaan sih mel." Jawab Putri salah tingkah
"Put.. aku rasa Pak Bagas suka deh sama kamu." Kata Riska
"Jangan aneh-aneh deh Ris, ngomong tu yang bener." Kata Putri
"Emang bener kok, kamu juga nyaman kan di samping pak Bagas. Ya gak Mel" Kata Riska
"Bener banget tuh. Sebelumnya aku gak pernah liat kamu deket sama cowok Put setelah kejadian sama si cowok gila itu (Revan)" Kata Melvi
"Aku juga bingung, kenapa aku bisa merasakan kenyamanan jika dekat dengan Pak Bagas." Jawab Putri
"Perjuangkan Put. Aku rasa pak Bagas itu orang yang baik." Saran Riska
Putri mengangguk. " Aku istirahat duluan ya. Besok aku ada perjalanan bisnis ke Jogja sama Pak Bagas." Kata Putri
"Ettttdahhhh pak Bagas pinter amat sih nyari kesempatan hahahaah..." Kata Melvi.
"Hahahahahahah...." Mereka bertiga tertawa.
DITEMPAT BAGAS
" Kenapa saat aku bersama dia, aku merasa nyaman dan bahagia. Apa aku jatuh cinta padanya? tapi aku dan dia belum lama bertemu." Kata Bagas pada dirinya sendiri. "Lebih baik aku minta saran dari ahlinya."
Bagas mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke grup biasanya.
...VITAMIN BHA😎...
^^^Pada diman kalian, sibuk gak?^^^
Hasan😌
Dirumah
Anton🐊
Dirumah ada apa emang
^^^Gue mau minta saran dari kalian yang sudah ahli. Kalian bisa datang ke rumah kan?^^^
__ADS_1
Anton🐊
Oke gue ke rumah lo tapi harus ada upahnya nanti 😈
Hasan 😌
Setuju
^^^Itu gampang, sekarang kesini dulu^^^
Tak lama kemudian Hasan dan Anton datang.
Tok... tok... tok...
"Assalamu'alaikum..." Anton mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam, eh den Anton dan den Hasan silahkan masuk." Kata Bibi mempersilahkan.
"Bagas ada bi?" Tanya Hasan.
"Ada di kamarnya den." Kata Bibi
"Yaudah bi kita nyusul Bagas dulu." Kata Anton sambil berlalu.
"Busetttt... ni monyet masuk kamar orang kagak ketuk dulu kek salam kek, main nyelonong aja." Bagas keluar dari kamar mandi dengan perasaan kesal.
"Namanya juga monyet Gas. Haha..." Sahut Hasan
"Udah langsung aja. Ada apa lo nyuruh kita kesini." Tanya Anton
"Bentar, gue ambilin kopi ma cemilan dulu. Kalian tunggu di balkon." Kata Bagas sambil berlalu ke dapur.
"Nah ini nih yang gue suka kalau main ke rumah lo." Kata Anton.
Beberapa menit kemudian....
DiBalkon
"Taruh dimeja aja bi..." Kata Bagas
"Baiklah den bibi permisi." Kata bibi mengundurkan diri.
"Terimakasih ya bi..." Kata Hasan
__ADS_1
"Sama-sama den." Sahut bibi
"To the point Gas." Kata Anton
"Sebenarnya ada yang mau gue tanyain sama kalian. Setiap kali gue bersama Putri itu rasanya kok aneh ya, deg-degan gitu. Apa ini yang dinamakan cinta?" Kata Bagas
"uhukk...uhukk...uhukk..." Hasan tersedak. "Selain deg-degan?" Tanya Hasan.
"Gue merasa nyaman saat bersamanya, dan suasana hati gue yang awalnya buruk langsung membaik hanya dengan melihat senyumnyaa." Kata Bagas
"Tanda-tanda itu Gas." Kata Anton
"Kalau kata om Bayu sama Kak Rasta sih dia itu orangnya baik. Tapi gue takut bakal dikecewain lagi." Kata Bagas
"Lupain yang udah berlalu Gas. Kalau lo ragu, Lo tes dikit gapapalah tu si Putri." Kata Anton sambil menyeruput kopinya.
"Gimana caranya?" Tanya Bagas
"Gini... tes dari segi ketulusan Lo ajak dia kerja lembur, dan juga untuk mengetes apakah dia itu materialistis atau gak, ajak dia makan diwarteg aja. Kalau lo ajak lembur terus dia ngeluh cape terus minta pulang berarti dia gak tulus. Terus kalau lo ajak makan di warteg dia nolak berarti dia materialistis." Kata Hasan
"Denger tuh saran dari Ahli." Kata Anton
"Emmm gimana ya.. okelah gue coba besok di Jogja." Kata Bagas
"Lo mau ke Jogja Gas?" Tanya Anton
"Iya. Besok pagi gue berangkat sama Putri." Jawab Bagas
"Berdua doang?" Tanya Anton lagi
"Ya terus mau siapa lagi... dia sekretaris gueeee." Jawab Bagas sewot. "Udah malam nih gue mau istirahat, mending kalian pulang." Usir Bagas secara halus.
"Yeeee ngusir... malam ini kita nginep disini ya. Males gue mau balik nyetir." protes Anton
"Terserah kalian. Gue tidur duluan." Pamit Bagas masuk ke kamarnya.
Setelah dirasa Bagas sudah tidur, Anton dan Hasan masuk ke kamar Bagas.
"Uluh uluh... ni orang kalau tidur anteng banget. Gimana kalau kita tidur disini aja, cape gue mau turun tangga ke kamar tamu." Kata Anton
"Setuju gue." Jawab Hasan
Akhirnya Anton dan Hasan tidur satu ranjang bersama Bagas. Dengan Posisi Anton disebelah kanan, Bagas ditengah, dan Hasan disebelah kiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......