
Pukul setengah sebelas siang..
"Put kita berangkat, meting akan segera dimulai." ajak Bagas.
"Baik pak." Jawab Putri.
"Kamu bawa berkas dimap merah ya." Perintah Bagas.
"Baik pak." Jawab Putri.
.....
Didalam mobil mereka hanya saling diam. Hingga Bagas akhirnya buka suara.
"emmmm kamu Putri yang di mall itu kan?" tanya Bagas.
"Iya Pak. Maaf hari itu saya merepotkan bapak." Jawab Putri.
"Kita diluar kantor, jangan terlalu formal gitulah manggilnya." Kata Bagas.
"Tapi kan masih jam kerja pak. Gak enaklah masa sama bos manggilnya gak sopan." Jawab Putri sambil tersenyum.
"Iya deh terserah kamu." Bagas mengalah.
......
"Sudah sampai Put. Ini... kamu catat poin penting dalam rapat nanti ya." Kata Bagas.
"Baik pak. silahkan." kata Putri.
"Selamat siang Tuan Verdi, Pak Anton." Sapa Bagas serta menjabat tangan Anton dan ayahnya.
"Selamat siang Pak Bagas." Jawab Tuan Verdi, ayahnya Anton.
"Silahkan duduk dan pesan makanannya." Kata Tuan Verdi.
"Baiklah. Pelayanan..!" Bagas memanggil pelayan.
"Iya Tuan." Kata si pelayan.
"Saya pesan spaghetti dan capuccino. Kamu pesan apa Put?" tanya Bagas.
"Saya samain saja ya mbak." kata Putri.
"Baiklah Tuan, Nona." Silahkan tunggu pesanannya permisi." kata pelayan.
"Oke, mari kita mulai membahas rencana kerja sama kita Pak Bagas." Kata Tian Verdi.
"Iya Tuan." Jawab Bagas.
Satu jam Kemudian.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Verdi, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Kata Bagas sambil bersalaman dengan tuan Verdi.
"Sama-sama, Kalau begitu saya duluan ya." Pamit Tuan Verdi.
"Pah... aku disini dulu ya, ada yang mau aku omongin sama Bagas." Kata Anton.
"Terserah kamu saja, kalau sudah selesai urusan kamu, cepat kembali ke kantor." Kata Tuan Verdi pada Anton sedikit garang.
"Iya iya pah..." Sahut Anton.
"Diem aja Put dari tadi, ngomong apa gitu." Kata Anton.
"Heheh... saya nyimak saja Pak." Jawab Putri.
"Udah jam makan siang Put, gak usah formal gitu manggilnya." Kata Bagas.
"Iya Pak eh...emm terus saya manggilnya apa dong?" Tanya Putri.
"Panggil mas aja." Jawab Anton santai.
"Baiklah." Jawab Putri singkat.
"Umur kamu berapa Put?" Tanya Anton.
"20 Tahun mas." Jawab Putri.
"Wahhh masih seumuran dong kita, cuma selisih 2 tahun." Kata Anton.
"Ekhemmm.... Makan siang sudah selesai. Ton, kembalilah ke kantor bapak lo udah nunggu." Kata Bagas dengan muka datar.
"oke oke broo gue tau perasaan lo hahaha. Gue pamit. Put, duluan ya." Pamit Anton dibalas anggukan oleh Putri.
"Udah pergi sana." kata Bagas ketus.
"Put, kamu sebaiknya jangan terlalu dekat dengan Anton. Dia itu Playboy." Kata Bagas yang membuat Putri tertawa.
"Manis Sekali." Kata Bagas lirih
"Apa mas?" tanya Putri
"Gak kok." jawab Bagas salah tingkah
"Don't go tonight. Stay here..." Suara Handphone Bagas.
"Hallo kak, ada apa." Kata Bagas.
"Hari ini tolong kamu datang ke Surabaya untuk memantau proyek pembangunan Hotel." Kata orang di seberang sana.
"Baiklah. Kami berangkat sekarang.Tuuutttttt..." Bagas memutuskan telepon sepihak.
"Put... udah selesai kan?" tanya Bagas
__ADS_1
"Sudah mas." jawab Putri
"Kita harus ke Surabaya sekarang." Kata Bagas
"Baiklah Pak. Mari...." Sahut Putri.
Didalam perjalanan mereka hanya saling diam. Sesekali Putri menguap.
"Put..." Panggil Bagas.
"Iya Pak." Sahut Putri
"Mas aja, kita diluar kantor sekarang." kata Bagas dibalas anggukan oleh Putri.
"Saya mau tanya sama kamu. Apakah kamu mau menjadi teman saya?" tanya Bagas.
Sejenak Putri terdiam. "Hahahahhahah...." Putri tertawa.
"Kok malah tertawa? saya serius ini." kata Bagas.
"maaf... emmm iya saya mau berteman dengan mas. tapi cara mas bertanya apakah saya mau berteman dengan mas Bagas, seperti Anda tidak pernah mempunyai teman saja." Kata Putri.
"Ya memang." jawab Bagas santai
"Apaaa??? jadi mas Bagas sebelumnya tidak mempunyai teman?" Putri Terkejut.
"Lebih tepatnya teman perempuan. Kalau laki-laki sih banyak, tapi ada sesuatu yang pernah terjadi makanya saya tidak mau berteman dengan perempuan." Kata Bagas.
"kok sama saya Mas mau?" tanya Putri
"Ya karena kamu tu beda Put. Saya dalam waktu 1 tahun ini sudah ganti sekretaris 7 kali. Rata-rata dari mereka, melamar menjadi sekretaris itu hanya ingin menggoda saya." jawab Bagas yang masih fokus menyetir.
"Percaya Diri sekali anda hahahah...." Kata Putri.
"Ya memang begitu kenyataannya." Sahut Bagas.
"Ngomong-ngomong nih mas, kita kan baru kenal tadi pagi. Masa mas sudah menyimpulkan kalau saya ini berbeda?" tanya Putri.
"ingat gak, kita pernah ketemu di mall saat kamu hampir terjatuh." tanya Bagas tanya balik. Dibalas anggukan oleh Putri.
"Dari kejadian itu, saya sudah bisa menyimpulkan dari pertanyaan kamu tadi. Entah mengapa seseorang yang pernah dekat dengan saya hanya ingin mencari nama dan harta saja." kata Bagas.
Putri mengangguk paham.
"Jadi kita berteman kan?" tanya Bagas sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Berteman." Jawab Putri. Menerima uluran tangan Bagas dan Tersenyum.
Maaf ya readers... aku up nya lama
Jangan lupa kasih vote yang banyak ya 🤗
__ADS_1