Suamiku Si Cowok Humoris

Suamiku Si Cowok Humoris
Kantor Pusat


__ADS_3

Di cafe


"Ehh iya Mel... tadi Riska bilang, katanya abis makan siang kita disuruh pak Bos untuk datang ke ruangannya" kata Putri.


"Oh Ya Ampun... Ada apa ya Put, emangnya kita ada masalah?" tanya Melvi.


"Memangnya yang masuk keruangan bos harus orang bermasalah gitu?" tanya Putri balik.


"Ya gak tau juga sih. Semoga saja kita tidak dipecat." kata Melvi.


"Iya... Ya udah kita pesen makanan keburu abis nanti waktunya" Putri.


"Mbak...!" Putri memanggil pelayan.


"Iya nona silahkan mau pesan apa?" ucap pelayan sambil menyodorkan menu.


"emm... saya Ayam geprek sama jus strawberry ya mbak. Kamu apa Mel?" Tanya Putri.


"Oooiiii...." Putri mengejutkan Melvi sambil menjitak dahinya.


"Awww.. sakit Putt" sahut Melvi.


"Makanya jangan kebanyakan melamun, tuh pesen." Ucap Putri.


"Saya makanannya samain aja ya mbak terus minumnya jus alpukat. Sama pesan Burger satu dibungkus ya mbak." ucap melvi pada pelayan.


"Baik nona, silahkan tunggu sebentar." ucap si pelayan.


......


20 menit kemudian pesanan mereka datang.


"Silahkan nona, selamat menikmati." Pelayan.


"Terimakasih..." sahut Putri dan Melvi.


Tidak ada pembicaraan apapun saat makan, hanya ada dentingan sendok yang saling bersahutan.


15 menit kemudian.


"Balik yuk Mell.." ajak Putri.


"Yuk.. Kita nanti langsung ke ruangan Bos aja ya Put abis nganter burger pesanannya Riska." Melvi.


"Iya" sahut Putri


...


"Nih Ris burger pesanan kamu" kata melvi sambil meletakkan burger dimeja kerja Riska.


"Makasih ya gengs, cepetan ke ruangan bos udah ditunggun tuh" kaya Riska.


"Yaudah kita ke atas dulu ya Riss.." Pamit Putri


Dibalas anggukan oleh Riska.


Saat didalam lift menuju lantai 15. Melvi terlihat gemetar dan berkeringat.


"Kamu kenapa sih Mel, keringetan gitu kaya mau interview aja deh." Putri memecah keheningan.


"yaelah Put. Kamu gak takut apa? masa kita gak ngelakuin apa-apa disuruh keruangan bos sih?" T


Respon Riska.


"Gini ya Mel, kita kan gak melakukan kesalahan apapun jadi gak takut." kata Putri.

__ADS_1


Dibalas anggukan oleh Melvi.


"Tinggg" bunyi lift saat sampai dilantai 15.


Mereka berjalan berdampingan sampai didepan meja sekretaris.


"Selamat Siang bu Devi." sapa Putri pada Bu Devi Sekretaris Pak Bayu Permana.


"Selamat siang Putri, Melvi. langsung masuk saja kalian sudah ditunggu Pak Bayu." kata Bu Devi.


"Baik Bu... Permisi." ucap Putri dan Melvi.


"Tok... tok... tok..." Melvi mengetuk pintu.


"Masuk." suara pak Bayu dari dalam.


"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Putri.


"Silahkan duduk. Begini berhubung kinerja kalian itu sangat bagus. Kalian saya kirim ke kantor pusat di Jawa Tengah." kata pak Bayu.


"Kenapa mesti kita pak?" tanya Melvi.


"Ya seperti yang saya katakan tadi. Yang pertama, karena kinerja kalian itu bagus. Yang Kedua karena disana kalian lebih dibutuhkan." jawab pak Bayu.


"Tunggu pak... maksudnya kami bertiga?" tanya Putri.


"Ya... kalian bertiga, Kamu, Melvi, dan Riska." Jawab pak Bayu.


"Terus kapan kami berangkat pak?" tanya Melvi.


"Lusa kalian berangkat. Oh ya untuk jabatan disana Putri sebagai Sekretaris CEO, Melvi dan Riska di bagian keuangan."


"Hahh... kok kenapa saya jadi sekretaris pak" tanya Putri.


"Karena disana sedan membutuhkan seorang sekretaris dan saya telah merekomendasikan kamu." kat Pak Bayu.


"Iya silahkan." Pak Bayu mempersilahkan.


Mereka beranjak dari tempat duduk dan pergi dari ruangan Pak Bayu. Sampai didepan terlihat Bu Devi yang sedang mengerjakan tugasnya.


"Permisi Bu Devi, kami ke bawah dulu." sapa Melvi.


"Iya silahkan." Bu Devi.


Didalam Lift


"Kok Riska gak bilang ya kalau dia ikut juga." tanya Melvi.


"Gak tau Mel, mungkin belum sempat kali." jawab Putri yang dibalas anggukan oleh Melvi.


"Tinggg" suara lift saat sampai di lantai 6 khusus Keuangan.


"Aku langsung ke mejaku ya Mel." Putri


"Iya Put." kata Melvi.


KANTOR PUSAT


Drrttttt....drrrttt....drrrttt.... suara handphone bergetar.


"Iya om ada apa?" tanya Bagas.


"Om sudah merekrut sekretaris terbaik untukmu Gas." Kata Pak Bayu diseberang sana.


"Laki-laki atau perempuan om?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Perempuan, kau tenang saja dia bekerja sangat handal dan satu lagi, dia itu cantik haha" canda pak Bayu.


"Om ini... terus kapan dia akan kesini?" Bagas.


"Mereka akan berangkat lusa. Jangan lupa suruh orang untuk menjemput mereka." lata Pak Bayu.


"kok mereka om. Berapa orang yang om kirim ke sini?" tanya Bagas.


"Hanya tiga Orang Gas, yang 1 nanti sekretarismu dan yang dua bagian keuangan." jawab pak Bayu.


"Yaudah kalau begitu om terimakasih" kata Bagas.


"sama-sama... yaudah om tutup dulu ya masih banyak yang mau om kerjakan." kata pak Bayu.


"iya om." Bagas


"Tuuuttt" panggilan diakhiri.


Bagas menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya memejamkan matanya sambil berkata, "Andai ayah masih hidup, mungkin perusahaan tidak akan seperti ini. Aku juga belum menikah yah, ayah sudah pergi sebelum melihatku di hari bahagiaku itu."


"hahhhhhhh" Bagas menghela nafasnya yang terasa begitu berat sambil memijat pelipisnya.


Tiba-tiba datang 2 tamu tak diundang.


"Heiii broo gitu amat muka lo, gak biasanya lo kaya gini" kata Anton sambil duduk, tanpa merasa berdosa sudah masuk ke ruangan orang tanpa permisi.


Sedangkan Hasan hanya mengikuti Anton.


"Iya nih Gas... kenapa loo kurang makan?" ejek Hasan


"Sialan lo berdua, udah masuk main nyelonong aja masih ngata-ngatain gue lagi. Kaga berdosa baget tu muka." jawab Bagas ketus.


"Santai aja kali gak usah ngegas gitu, nihh gue bawain makan siang lo mesti belum makan kan." kata Hasan.


"Pas banget, gue juga laper belum makan dari pagi." kata Bagas sambil membuka kantung kresek makanan dari Hasan.


"Cihhh dasar jomblo.. makanya cari pacar sana biar ada yang merhatiin lo." ejek Anton sambil memainkan game di HPnya.


"Udah diem jangan ngebahas itu, gue gak suka." jawab Bagas Ketus.


DITEMPAT PUTRI


Jam menunjukkan pukul 16.00 waktunya untuk pulang. Seperti biasa sebelum pulang, Putri menyempatkan membersihkan meja kerjanya dulu. Setelah benar-benar bersih baru dia menghampiri Riska dan Melvi untuk diajak pulang.


"Ris... Mel... Pulang yuk." Ajak Putri.


"Yuk..." jawab Riska.


"Bentar, tak benerin ini dulu." ucap Melvi sambil mengoleskan lipcream di bibirnya.


"yaelah udah wohhh tinggal pulang juga, ribet amat sih Mel." Jawab Riska Sewot.


"Tunggu bentar napa, udah selesai nih... tinggal ngambil kunci mobil doang." jawab Melvi tak kalah sewot.


Didalam mobil Melvi duduk di kursi kemudi, Putri Dikursi penumpang, dan Riska dibelakang.


"Ehh girl besok kan libur, gimana kalau besok kita ke mall nyari keperluan yang akan kita bawa lusa." ajak Putri.


"Setuju! Bawa mobilku aja besok kalian aku jemput." jawab Riska


"Okey, jam 9 aja ya, aku mau menikmati tidurku soalnya hehe.." kata Melvi sambil nyengir kuda.


"iya deh iya, tapi awas aja nanti kalau aku sampai kerumah kamu belum bangun." kata Riska sewot.


"iya bawel banget sih." Jawab Melvi.

__ADS_1


Putri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah due temannya itu.


__ADS_2