
"Kok bapak bisa disini?" tanya Putri
"Pengen makan diluar aja sekalian kumpul dengan dua orang gila ini hahaha..." Kata Bagas sambil tertawa.
"Enak aja ngatain kita gila, lu juga kali Gas. Kita inikan 3 serangkai, 1 gila ya gila semua haha.. Ya gak San.." Kata Anton
"Bener banget."Sahut Hasan
"Terserah kalian aja dah yang penting gue ganteng." Kata Bagas sombong
"Hahahahhahahhh..." Mereka semua tertawa.
"Kalian berdua ngapain disini." tanya Bagas pada Melvi dan Riska.
"Makan siang pak hehe..." Jawab Riska
"Oh ya kenalin ini temen saya, Si Buaya Anton dan Si Playboy Hasan." Kata Bagas mengenakan.
"Haii.." Sapa Anton dan Hasan
"Emm Saya Melvi dan ini Riska." Kata Melvi memperkenalkan.
Mereka berenam menghabiskan waktu makan siang dengan mengobrol. Sesekali mereka tertawa karena Bagas, yang memang kepribadian Bagas yang humoris. Hingga pada jam 1 siang kurang beberapa menit...
"Kalian gak balik ke kantor?" Tanya Bagas pada Melvi, Riska, Hasan, dan Anton.
"Ehhh iya lupa... Put kita duluan ya." Kata Riska pamit.
"iya. eh Mel... tolong pesenin taksi online ya hehe." Kata Putri
"Gausah... kamu bareng saya aja." Kata Bagas.
"Tapi...." Kata Putri
"Gapapa." Kata Bagas yang dibalas anggukan oleh Putri.
"Baiklah kita pamit ya." Kata Melvi
"Hehhh... kalian berdua gak balik juga?" Tanya Bagas pada Anton dan Hasan.
"Bentar Gas, masih pengen ngobrol sama Putri." jawab Anton
"Gue laporin ke bapak kalian." Ancam Bagas.
"Huuuuuuu ngancem senjata lo Gas, bilang aja mau berduaan sama Putri." Protes Anton
"Diem lo udah pergi sana." Usir Bagas
"Udah kita pergi aja nyettt Bagas kumat penyakit C nya." Kata Hasan
"Lo juga manggil gue monyet, padahal kita ini sama-sama monyet." Anton kesal dengan bercanda
"Sama-sama monyet dilarang ribut. Udah sana pergi." Usir Bagas
__ADS_1
"iya iya. Put hati-hati ya Bagas berbahaya." Kata Anton yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Putri.
"Cantik" Kata Bagas lirih
"Apa pak?" tanya Putri
"Gak. Kita pergi juga. dan satu lagi, kita diluar kantor Put biasa aja manggilnya serasa jadi tua saya hahah..." Protes Bagas
"Hehe... lupa mas." Kata Putri sambil nyengir kuda.
Didalam mobil mereka hanya diam.
"Emm mas... ini kan bukan jalan ke apartemen atau kantor. Kita mau kemana?" Tanya Putri
"Kita ke Mall dulu Put saya mau beli setelan kerja, besok kita harus ke Jogja. Kamu bantu pilihkan yang cocok buat saya." Kata Bagas dibalas anggukan oleh Putri.
DIMALL
"Put, tolong Pilihkan beberapa yang buat saya ya..." Kata Bagas
"Iya mas." jawab Putri
"Tolong temani dia." Kata Bagas pada pelayan toko
Bagas duduk di sofa yang sudah disediakan sambil melihat Putri yang sedang mencari setelan untuknya.
Putri memilih setelan yang cocok dipakai Bagas. Dia memilih Kemeja putih dengan jas hitam, kemeja cream dengan jas maroon, dan kemeja biru laut dengan jas navy.
Tak sengaja Bagas, melihatnya.
"Apakah ini cocok dengan selera anda mas?" Tanya Putri. Bagas hanya diam.
"Emmm... kalau anda tidak suka saya carikan lagi." Kata Putri
"Gak usah... kamu memiliki selera yang bagus, dan kebetulan saya suka dengan warnanya." jawab Bagas
"Kalau gitu say ke toilet sebentar mas." Kata Putri dibalas anggukan oleh Bagas.
Setelah Putri pergi...
"Bungkus semuanya dan tolong ambilkan juga dress yang dipegang wanita tadi." Kata Bagas sambil menyerahkan kartu ATM miliknya.
"Dress kek gitu aja harganya 12 juta. Ya ampun bisa buat beli TV 5 itu mah." Kata Putri
Ketika hendak kembali ke tempat Bagas, Putri bertemu dengan seseorang.
"Putri?" Panggil seseorang
"Re.. Revan." Kata Putri
"Kok kamu disini?" Tanya Revan
"Aku... emm aku sedang beli setelan kantor." Jawab Putri
__ADS_1
"Kamu punya waktu kan? kita ngobrol bentar." Kata Revan
"Maaf van.. aku harus pergi." Jawab Putri membalikkan badan dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Namu Revan menahan tangannya.
"Sebentar aja Put aku mohon." kata Revan memelas.
"Lepasin Van.." Putri memberontak melepaskan tangannya yang dipegang Revan.
"Putriii..!!!" Panggil Bagas.
Putri dan Revan menoleh ke arah Bagas. Dirasa pegangan tangan Revan sudah tidak terlalu kuat, Putri menghempaskan tangan Revan dan berlari menghampiri Bagas. Revan tak tinggal diam, dia pun menghampiri tempat Bagas dan Putri.
"Kita pergi sekarang mas." ajak Putri pada Bagas dengan menarik tangan Bagas sambil menangis.
"Kenapa Put, dia Siapa?" Tanya Bagas.
Belum sempat Putri menjawab, Revan sudah berada di depan mereka.
"Putri... Dia ini siapa?" Tanya Revan
"Di.. dia.. dia..." Jawab Putri gugup
"Saya tunangannya." Kata Bagas lantang
Degggg..... seketika jantung Putri serasa berhenti berdetak.
"Saya tunangannya, dan tolong jangan ganggu dia lagi. Ayo Put kita pergi." Kata Bagas sambil berlalu dengan menggandeng tangan Putri.
Sampai diparkiran, Putri masih menangis dan refleks Bagas memeluknya dan mengusap rambutnya. Putri pun membalasnya dengan merangkul Bagas. Karena postur Bagas yang tinggi, Putri menangis sesenggukan di dada Bagas.
Putri merasakan kehangatan dan ketenangan dalam pelukan Bagas, hingga Putri sudah sedikit senang.
"Maaf." Kata Putri menunduk.
"Gapapa... masuk, kita pergi sekarang." Kata Bagas sambil membukakan pintu mobil.
Didalam mobil, beberapa kali Bagas menoleh terlihat Putri yang diam melamun.
"Put..." Panggil Bagas lembut.
"Iya mas." Jawab Putri
"Kalau boleh saya tau, orang tadi siapa?" Tanya Bagas
"Entahlah mas, saya bingung ingin menjelaskan siapa orang tadi." Jawab Putri
"Bisa kamu ceritakan sedikit saja tentang orang tadi?" Tanya Bagas yang dijawab anggukkan oleh Putri.
"Sebenarnya tadi itu Revan pacar saya dulu, tapi entah apa status hubungan kami sekarang karena dia tidak pernah memberi kejelasan pada hubungan kami. Kami sudah 2 kali berpacaran, saat pertama kalinya dia selingkuh dengan teman saya sendiri. Dia meminta balikan, Dan dengan bodohnya, saya memberikan kesempatan kedua padanya.
Saya kira hubungan kami akan lebih baik, namun ternyata malah lebih buruk. Dia seperti tidak pernah menganggap saya ini ada, bahkan jika saya mempertanyakan status hubungan dia hanya menjawab "Terserah kamu saja" Kata Putri
BERSAMBUNG.....
__ADS_1