
" Ahh, tidak.. Tidak mungkin itu 'dia' kan?" 😳
" Assalamu'alaikum, Naira.." ☺
" Zi-Zidaan??!!" 😳
" Ngapain kamu disini!!" 😫
" Lah, kan emang selama tiga hari ini aku yang akan kesini?" 🙁
" ini asrama cewek, keluar!!" 😫
" iya, iya.. Berisik." 😒 ujar Zidan seraya keluar.
" Neng Naira, gimana mendingan?"
" ehh, nek Icah. Mendingan Nek.."
Nek Icah masuk dan memeriksa kaki Naira.
" Alhamdulillah, ternyata cepet juga perkembangan nya."
"Acara tahunan besok aku bisa ikutan kan, nek?"
" ya, bisa sih. Tapi jangan dulu banyak lari. Pelan-pelan aja jalan nya."
" iya, nek."
Nek Icah kembali memijit pelan kaki Naira.
" Assalamu'alikum."
" Wa'alaikumsalam. Lho, kalian? Udah pulang ngaji nya??" Naira kaget melihat teman-teman nya pulang asrama. Padahal baru sepuluh menit yang lalu mereka pergi.
" iya, ustadzah Nisa nya lagi gak ada. Jadi libur dulu katanya." jawab Ayana.
" terus kalian kenapa kesini? Gak sekalian tadarus Al-Qur'an di mesjid?"
" gak ah, pengen nemenin kamu aja disini." ujar Fatma.
" so sweetnya.." ☺
" isshh, geli aku dengernya." 😑
" kalian lagi ngambekan?" 😆 canda Marwa.
" kayaknya bentar lagi ada yang godain pacarnya yg ngambek, nih." 😆 lanjut Shofa.
" udah, ah. Entar candaan kalian jadi do'a lho. Aku masih normal, lah!" 😒 gerutu Naira.
" yaudah, gimana kaki kamu sekarang?" tanya Marwa.
" mendingan, berkat do'a kalian dan nek Icah." ☺
" ngomong-ngomong, nek Icah kesini naik apa?" 🙁
" itu, nenek dianterin nak Zi.."
" eh! Nenek, bukan nya santri itu.. Yang.. Apa ya.. Itu Zi.. Zi.. Ziarah, iya.. Namanya Ziarah. Suruhan abi Yusuf kan ya, nek?" 😰 Naira mengisyaratkan nek Icah untuk tidak menyebut nama santri itu.
Jika mereka tau Zidan yang selama tiga hari ini datang ke asrama, akan ada gosip baru dan tentunya asrama akan ricuh. Bagaimana tidak? Santri nakal, tukang ngintip dan tukang tidur itu hanya populer lewat wajahnya saja.
" siapa? Ziarah??" 🙁
" Ziarah kubur maksud kamu?" 😂 Shofa tak bisa menahan tawanya.
" hush, jangan gitu ahk. Emang namanya begitu." 😒 tegas Naira agar mereka percaya.
Namun tiba-tiba saja, sepasang mata mengintip dari balik jendela. Perlahan wajahnya terlihat jelas.
" Tunggu.. Apa jangan-jangan Zidan masih menunggu di luar asrama?!" gumam Naira dalam hati.
" Ziarah?! Yang benar saja! Dia menganggapku mayat atau apa?! Kalau saja dia bukan anak abi Yusuf, sudah ku laporkan pada polisi atas kasus pencemaran nama baik!! Awas saja, kau!" gerutu Zidan dari balik jendela, ia mendengar semua percakapan mereka.
" Diam dulu disitu, ya. Jangan keluar." isyarat Naira pada Zidan yang menatap sinis ke arahnya.
" haish, kenapa tingkahku ini seperti seorang santriwati yang sedang menyembunyikan pacarnya. 😪 Eh! Pacar?! 😳 Amit-amit!!" 😫
Nenek Icah akhirnya selesai merawat Naira dan hendak pergi.
" nek, aku anter ya." ujar Fatma menawarkan diri.
" gak, usah biar aku aja." ujar Marwa.
" gawat, Zidan masih diluar." 😳
" jangaan!"
"eh, kenapa?" 🙁
__ADS_1
" b-biar aku aja yang nganter nek Icah ke depan." 😰
" Naira, lelucon apa lagi ini." 😪
" kamu lagi sakit, udah diem aja."
" tapi, itu.. Di luar.. Ehm.. Santri yang namanya Ziarah udah nunggu di luar, ya kan nek?"
" iya, gak apa-apa." ujar nek Icah meng-iyakan perkataan Naira.
" oh, ya. Ziarah itu ya.. 😆 Yaudah, nenek hati-hati ya." ujar Marwa.
Nek Icah pun pergi. Tai seisi asrama terus mentertawakan Naira.
" Ziarah.. Ziarah.. Nama yang lucu itu setiap terngiang di kepalaku langsung membuatku tertawa." 😂
" aku juga." 😂
" kalian memang hobi menertawakan orang lain." 😒
" udahlah, mending kita siapin beberapa hal buat acara besok." ujar Fatma.
" aku setuju." ujar Ayana.
" gimana kalo setrika baju dulu?" 😃
" oke!" 🙃
Acara tahunan Ponpes Nurul Hidayah.
Suasana pesantren sangat ramai. Para orang tua dan keluarga santri semua datang. Para guru besar pun turut hadir. Tapi yang paling di nantikan para santri adalah..
" bazaar!!" 😃
" bazar nya udah buka, Ra!!"
" iya aku juga lihat, kok." 😒
" wah, jenis makanan nya lebih banyak dari tahun lalu!"
" yaudah, cepetan ambil keburu habis!"
Fatma melesat bagai angin. Ya, memang Naira akui. Makanan-makanan gratis di bazar tahunan ini selalu yang paling enak. Tapi entah kenapa hari ini ia tidak begitu mood untuk mengambil banyak makanan. Mungkin karena kakinya masih ngilu dan malas untuk berjalan.
" Naira, gimana kaki kamu?"
" eh, Abi.. Mendingan. Ini Naira udah bisa jalan-jalan."
" iya, Abi. Seminggu ini Naira pasti lebih extra jaga kesehatan."
Abi Yusuf pun pergi setelah menerima panggilan seseorang yang tengah mencarinya.
Pesantren semakin penuh dan padat, semakin sedikit ruang untuk bergerak.
" Naira, kayaknya gak aman deh kamu disini."
" asal diem jangan kemana-mana, kaki aku bakalan baik-baik aja Fatma." 😑
" tapi aku masih pengen kesana kemari, Ra.." 😟
" yaudah, aku balik asrama aja dulu. Nanti pas acara inti aku balik lagi kesini."
" mau aku anter?"
" gak usah, jalan ke asrama gak terlalu padat kok. Asrama kita kan yang paling ujung." ujar Naira.
" aku agak pusing melihat banyak orang disini, di asrama seenggaknya adem. Tapi sisain satu tempat buat aku di acara inti nanti, ya?" 😅
" tentu!" 😃
" yaudah, aku pulang asrama dulu ya!" 😉
" hati-hati!" 😉
" Yaa!"
Naira berjalan sendirian menuju Asrama. Menenteng satu kantong kresek berisi beberapa camilan dari bazar tadi.
" Abi bilang juga gak apa-apa aku istirahat bentar di asrama." 🙃 ujar Naira seraya merebahkan badan lemasnya di kasur tipis miliknya.
" kira-kira acara inti siang ini akan sepadat apa, ya?" 🙁
Brak!
Klek!
" Fatma? Kok kamu udah.."
" Z-Zidaan?!" 😱
__ADS_1
" ngapain kamu..!!"😫
" sstt!!"
Entah kenapa, Naira kaget Zidan tiba-tiba masuk asramanya dan menutup pintu. Tapi ketika Zidan memintanya untuk diam, ia justru menurut. Padalah di asrama itu hanya mereka berdua. Bagaimana jika ada yang melihat mereka?! 😳
" ngapain kamu kesini!! Keluar!!" 😫 bisik Naira pada Zidan.
" bentar doang, kok! Habis ini aku keluar." jawabnya
Terdengar banyak langkah kaki di luar asrama, dan suara-suara laki-laki. Naira mengenal salah satu suara itu.
" Gawat! Kamu diem!!" Isyarat Zidan pada Naira.
Naira terdiam tak bergerak tak bersuara. Ia merasa seakan Zidan tengah menculiknya saat ini, di asramanya sendiri. Huh? 🙁
" kami yakin santri itu kabur lewat sini, Abi."
" kalau begitu cari di setiap asrama!"
Naira tercengang mendengar suara ayahnya yang baru beberapa saat yang lalu mengobrol dengannya.
" gawat!! Itu ayahku!! Kamu cepat keluar!!" 😫
" aku tau dia ayahmu! Makanya aku gak bisa keluar sekarang!!" 😡
" lalu gimana? Abi pasti akan mencarimu kesini!! Aku gak mau sampai mempermalukan Abi!" 😫
" makanya kamu diem, dong! Bantu aku kali ini aja!!"
" bantu kamu apa?! Kabur dari pesantren ini?!" 😳
" ya!"
Naira tercengang, ia tak menyangka akan ikut berpartisipasi dalam rencana kaburnya Zidan. Padahal ia tahu betul seberapa pusing ayahnya untuk menangkap santri nakal ini.
" enggak!! Aku gak mau!!" 😫
" Naira!!" gertak Zidan.
Naira terdiam. Kenapa ia begitu takut dengan gertakan santri nakal ini menyebut namanya. Dan sejak kapan ia tahu namanya?! 😫 Sejak kapan ia tahu bahwa Naira adalah anaknya Abi Yusuf, kepala pesantren ini?!
Tok!
Tok!
Tok!
" Gawat.." 😳
" Naira? Apa kamu ada di dalam?? Kalo gak ada, Abi masuk ya?"
" cepaat!!" Zidan yang tengah menahan pintu menjadi semakin panik.
" Abi!! Jangan masuk! Naira lagi di dalam gak pake kerudung!"
" oh, ya! Untung saja Abi belum masuk. Kamu pake kerudung dulu, Abi mau bicara."
Naira segera beranjak dan membuka pintu sedikit, sedangkan Zidan bersembunyi di belakang pintu itu.
" iya, kenapa Abi?" tanya Naira gugup.
" kamu kok udah di asrama aja, tadi kan masih di lapangan?"
" i-iya Abi, ini.. Kaki aku agak ngilu, jadi istirahat dulu." 😰
" di asrama kamu ada siapa?"
" ehm.. Gak ada siapa-siapa, Abi. Ada aku aja. Yang lain masih diluar."
" boleh abi masuk?"
" j-jangan!!"
" lho, kenapa?" 🙁
" i-itu.. Asrama Naira berantakan Abi."
" gak apa-apa, Abi cuman mau mastiin sesuatu kok."
Naira masih memegang erat pintunya tak membiarkan ayahnya masuk, lagipula bukan ayahnya saja yang berada disana.
" Naira yang bilang kan, gak mau diperlakukan beda oleh Abi selama di pesantren. Semua asrama sudah di periksa, tinggal asrama kamu." Abi Yusuf memaksa untuk masuk melihat gelagat putrinya yang aneh.
" t-tapi Abi.." 😰
Abi Yusuf terlanjur masuk asrama dan melihat semuanya.
" Naira!! Apa-apaan ini!!" 😡
__ADS_1
To be continue..