
***
Zraaaasssshhhh... Sawyer di kamar hotel itu membasahi tubuh keduanya. Catya yang lemas akibat cumbuan Alexander yang brutal akhirnya pasrah ketika ia di paksa memandikan tubuh kekar sang tuan muda.
"Sayang, kamu hebat dalam menyenangkan ku, aku akan memberikan mu sebuah hadiah, apa yang kamu mau?" Tanya Alexander lembut, ia masih berdiri membelakangi Catya, sementara punggungnya telah di sabuni lalu di pijat beberapa kali.
"Hadiah?" Tanya Catya.
"Ya. Hadiah, apa hadiah yang paling kamu inginkan?" Tanya Alexander kembali.
"Apakah Anda tak akan marah jika saya menybutkan hal apa yang paling saya inginkan?" Tanya Catya lagi.
Alexander nampak curiga pada kata-kata Catya hingga ia menoleh ke arah Catya "Kenapa kamu ragu untuk meminta hadiah itu padaku? Apa sebenarnya yang kamu harapkan? Tanya Alexander bingung.
__ADS_1
Catya kembali berkata "bagai mana jika aku meminta sebuah ke bebas an?" Tanya Catya, sontak mendengar ungkapan itu Alexander pun terkekeh "Hahahaha... Apa yang kamu pikirkan sayang?" Alexander mulai membalikan tubuh telanjang nya ke muka Catya.
Apakah dia marah? Bagai mana ini? Jangan-jangan dia akan memukulku?!" Bathin Catya berkecamuk. Alexander lekas menatap Catya dengan mata yang berbinar, rambutnya basah terguyur Sawyer yang keluar membalas keduanya "Apa maksudnya kebebasan itu? Coba jelaskan?" Alexander menatap dan terus menatap. Lengan Catya di genggamnya lalu di ciumnya.
CHUUP! Catya pun membuang wajah nya merasa sebal dan jijik "Sayang, bukankah kamu ingin menjelaskan maksud dari permintaan mu itu?" Tanya Alexander kembali.
"Keluarkan aku dari penjara mu ini tuan muda" Jelas Catya sembari menatap pintu keluar. Alexander lantas kembali terkekeh "Ha-ha-ha, apakah kamu sungguh inginkan sebuah ke bebas an?" Tanya Alexander menekan. Catya pun mengangguk diam.
"Baiklah... akan ku berikan, tapi hanya untuk hari ini saja. Lakukanlah apapun yang kamu mau... tapi aku tak mengijinkan mu untuk bertemu laki-laki... kau paham?" Tanya Alexander.
"Maksudku kamu sekarang adalah milik ku... Jadi jika ada pria lain yang berusaha mengambil mu dariku, maka bersiaplah kehilangan nya untuk selamanya" Jelas Alexander.
JDERRRR!!! Catya sungguh keget hingga terbelalak "Ma-maksudmu mati?" Tanya Catya pada Alexander yang tampak serius.
__ADS_1
"Ya bisa di bilang begitu..." balas Alexander sinis. Catya sungguh tak berkutik ketika mendengar hal tersebut.
"Baiklah sayang, ambil handuk itu dan belitkan di pinggangku sekarang" Pinta Alexander. Catya pun mengangguk dan mengikuti nya begitu saja.
Alexander lekas melucuti pakaian Catya yang basah kuyup itu "Apa yang kamu lakukan?" Tanya Catya panik Hinga mulai menutupi seluruh tubuhnya dengan jari yang ada.
"Lepaskan!!" Teriaknya. Alexander tampak menikmati teriakan itu "Sayang, jangan di tutupin begitu... memangnya bagian tubuh mana yang belum ku lihat dari mu?" Jelas Alexander tersenyum.
Sial, pria ini memang benar, ini sungguh menjijikan! Jika aku berontak maka Kaishar juga ayah dan ibu angkatku akan sangat memderita. Bathin Catya.
Akhirnya sekeras apapun usaha yang di lakukan Catya, Catya tetap lah si lemah yang tak bisa menolak apapun permintaan Alexander untuk tak mengekang hidupnya. Catya sayang Catya Malang, begitulah kalimat yang tepat saat menghiasi gelap dan hancur hidupnya.
Alexander menyabuni dan mebilas sisa busa di tubuh Catya seperti yang di lakukan Catya tadi pada Alexander. Akhirnya usai mandi panas berdua. Catya di baluti handuk dan di gendong Alexander menuju kamar di hotel itu.
__ADS_1
"Sayang... hari ini, dan besok... lakukan lah hal yang kau inginkan, tentang kebebasan itu, kau bisa lakukan apapun kecuali bertemu seorang pria, jika itu sampai terjadi... tamatlah" Ancam Alexander. Kata-kata itu tentu saja membuat Catya tak tennag hingga merasa di hantui rasa ketakutan yang amat besar.
BERSAMBUNG...