
Alexander terlelap malam itu, perutnya terisi penuh dan membuatnya kekenyangan. Catya saat yang saat itu di peluk erat sang tuan muda hanya bisa terdiam hingga lelap menghampirinya. Mata Catya pun terpejam dan seketika tak sadarkan diri.
***
Pagi pun tiba...
Cuaca pagi itu sungguh sangat sejuk hingga terasa menyegarkan dan berembun dingin, dinginnya embun pagi itu membuat kaca depan kamar kost Catya sedikit buram. Lalu mentari pagi mulai tiba perlahan ketika menyambut seluruh ribuan umat manusia dengan kehangatannya.
Namun di tengah-tengah kehangatan pagi itu, Alexander di kejutkan dengan suara ketukan pintu yang terdengar berulang-ulang "Tok! Tok!" Suara ketukan tersebut. Alexander segera membuka matanya dan ketika ia membuka matanya ia pun tersadar, Matanya mulai tertuju ke arah samping nya. Rupanya Alexander tak sengaja memeluk wanita itu malam tadi.
"Apa yang ia lakukan di pelukanku? Jangan-jangan dia sengaja datang ke pelukanku tadi malam. Karena ruangan ini begitu sempit. Jadi mana mungkin ia memiliki tidur di dekat kompor?" Bathin Alexander Bergumam senang.
Saat lamunanya menyelimuti pikirannya yang mulai kotor, ketukan pintu itu mulai terus kembali "Tok! Tok! Tok!" Lekas Alexander menatap ke arah daun pintu itu marah.
__ADS_1
'Sial! Siapa yang mengetuk pintu pagi-pagi buta begini!! Sungguh mengganggu ke tenangan ku saja. Padahal aku sedang dalam posisi Pw, belum puas aku menatap wajah cantik gadis ini. Orang diluaran sana malah gaduh sepagi ini!" Amuk Bathin Alexander meracau.
Alexander lekas menggeser tubuhnya pelan seraya berusaha menjauhi wanita itu pelan. Ia tak ingin membangun kan Catya dengan alasan belum puas memandang dan memeluknya. Apa boleh buat, ia selalu berontak dengan apapun yang di lakukan Alexander padanya termasuk perhatian dan keromantisan Alexander.
Alexander mulai menjauhi Catya, sampailah ia di depan daun pintu. Saat ia membuka pintu itu, rupanya yang datang adalah....
"Tio! Kenapa kamu datang sepagi ini?!" Tanya Alexander sedikit marah. Tiopun membungkuk serendah mungkin seraya meminta maaf kepada sang tuan muda "Maafkan saya tuan, tapi saya rasa Anda akan sengat memerlukan ponsel Anda..." Jelas Tio. Nampaknya penjelasan Tio tak membuat Alexander puas. Ia masih menjulangkan Alisnya tajam.
"Cih. mengganggu saja..." Balas Alexander seraya berusaha menutup pintu itu "Tunggu tuan!" Serunya.
"Ada hal yang ingin saya berikan pada anda" Jelas Tio. Alexander sedikit merespon tapi ia tetap merasa tak perduli "Apa itu? Cepatlah jangan bertele-tele..." Balas Alexander kecut. Tio pun mulai memberikan setumpuk berkas "Ini tuan..." Ucap Tio, Alexander nampak tak paham hingga mengangkat kembali satu alisnya "Apa ini?" Tanya Alexander bingung.
"Itulah proposal yang Anda inginkan. Itu adalah data hunian di Blok A Diamond squard" Jelas Tio. Alexander pun menginginkan bibirnya di iringi rasa raut wajah semberingah dan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Cerdas! Inilah yang ku suka darimu! Kau tak pernah mengecewakanku" Imbuh Alexander. Tio mengangguk "Terimakasih tuan atas pujian anda..." Balas Tio tersenyum lega.
"Baiklah, aku akan mengirimkan bonus tambahan untuk mu Minggu ini, itu pantas untuk kau terima" Sahut Alexander seraya memasukan ponsel nya dan meraih map biru berisikan keterangan hunian mewah di Blok A.
"Kendati demikian, saya mohon pamit pada anda tuan?" Pinta Tio pamit undur diri. Alexander pun melambaikan tangannya "Baiklah jemput aku saat aku memberi kode lewat pesan" Jelas Alexander. Tio pun mengangguk seraya beranjak pergi.
Blam, Alexander kembali masuk ke kamar kost Catya dan duduk di sampingnya. Di perhatiannya wajah manis Catya secara seksama. Alexander sungguh terpana, penampilan polos nya selalu membuat ia terkesima.
Alexander mulai menjulurkan lengannya dan mengobati poni tipis yang menutupi wajahnya, seketika itu Alexander makin terpana oleh ke cantikan wajah Catya.
"Wanita sempurna seperti mu, tak akan pernah aku lepaskan selamanya. Apapun alasannya, aku akan tetap menjaga dan ada di sampingmu" Lirihnya. Hingga sebuah kecupan hangat pagi itu pun mendarat di pipi kirinya dengan amat sangat lembut.
Chuppp... Pagi yang hangat di sambut dengan kabar hangat dan kecupan hangat dari Alexander yang mengiringi lelapnya mimpi Catya yang tak akan pernah terjadi seumur hidupnya tentang kembali ke masa dimana ia dan Kaishar masih saling mencintai.
__ADS_1
bersambung...