Sugar Baby Sang CEO

Sugar Baby Sang CEO
Yang paling di inginkan


__ADS_3

***


Dok! Dok! Dok! Suara bising dari tinjuan tangan Kaishar mendarat terus menerus di pintu otomatis Lift tersebut.


"Hentikan! Jangan di pukul-pukul begitu!! Bisa bahaya! Bagai mana jika liftnya jatuh!" Jelas Catya memperingatkan. Kaishar mendelik ke arah Catya yang tampak lemas itu.


"Minggir dan diamlah!" Bentak Kaishar marah. Ia mulai berhenti memberontak dan kembali merogoh ponselnya "Uuughh! Sial! Kenapa di saat seperti ini aku harus terjebak dengan wanita siluman ini?!" Bentak Kaishar uring-uringan.


"Sebaiknya kita cari cara lain!" Pinta Catya. Kaishar malah acuh "Heh! Kau pikir hanya dengan diam saja, orang akan tahu jika ada orang terjebak di sini! Bodoh!" Umpat Kaishar mulai sedikit menenang.


"Hah. Kalau begitu terserah padamu saja!" Marah Catya segera menjauhi Kaishar dan mundur ke dinding Lift tersebut.


Duk! Catya menyender kan tubuhnya lemas ke dinding tersebut seraya menggulung lengannya di perut. Entah kenapa sesekali ia menggesek-gesekkan satu telapak tangannya ke bahunya berulang-ulang seakan kedinginan.


Kaishar pun mendelik ke arah Catya yang saat itu tengah menarik perhatiannya "Sedang apa dia" Batinnya.


Sedangkan dalam hati Catya "Oh. Tuhan, apalagi ini? Baru saja aku dengan susah payah nya berusaha melupakan pria ini? Tapi engkau malah mempertemukan ku berulang kali seakan menguji hidupku ini. Bathin Catya. Mata Catya menatap ke segala sudut sebab ia kaku ketik terjebak bersama sang mantan kekasih yang selalu ingin ia hindari.

__ADS_1


"Hei kau!" Seru Kaishar di tengah ke heninannya. Suara seruan itu pun lekas membuyarkan lamunan Catya dan ia pun mulai bertanya "Aku? Apakah kamu tadi memanggilku?" Tanya Catya menunjuk dirinya sendiri dengan jemarinya. Kaisar lekas mencercidkan sebelah alis kanannya sembari bicara membelakangi Catya.


"Ya. Kamu! Memangnya ada orang lain selain kita di sini?!" Bentak Kaishar mulai memandangi wanita di hadapannya. Catya lekas terdiam dan menatap pria itu "Kamu? Dia bahkan amat lupa siapa namaku? Dulu saja dia tak pernah memanggil namaku sekasar ini. Bagiku sudah biasa mendengarkan cacian kasar darinya. Tapi kenapa rasanya selalu saja menyakitkan. Bathin Catya.


Kaishar kembali menyerunya "Hei. Kamu! Kenapa kamu sama sekali tidak menyahut seruanku?" Marah Kaishar menggebrak dinding Lift yang sekelilingnya adalah Stainles kokoh yang tebal.


BRANG! suara gebrakan Kaishar kembali membuyarkan lamunan Catya "Ah!" Pekik Catya.


Kaishar kembali membentak "Heh! rupanya yang aku Tanya orang tuli hingga ia sama sekali tak mau membalas pertanyaanku' Grutu Kaishar kembali membuang wajah nya ke arah lain. Catya mulai menundukan kepalannya.


"Jangan. Jika aku sampai kabur dari pria itu. Maka masa depan keluarga ku, adikku juga mantan pacarku ini akan hancur. Itu kan yang di Ancam tuan Alexander? Semua pikiranku hanya akan merugikan siapapun.. tapi pilihan ku juga bukanlah pilihan yang tepat? Apa yang harus aku tuju? Dan untuk apa aku hidup... karna hidupku saja sudah hancur berkeping-keping oleh keteledoran dan ke ceroboh ku sendiri. Ini amat sangat menyedihkan. Hidupku ini memang sangat menyedihkan. Gumam Bathin Catya amt pedih ketika meratapi nasibnya yang terlanjur hancur. Yah apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur... nasib buruk yang menimpa Catya hanya perlu di jalani dan di terima dengan penuh ke ikhlasan.


Lama keheningan di antaranya terjadi, hingga pikiran Catya yang terlalu pedih itu malah membuatnya tak sadarkan diri, bukan hanya itu... Tubuh Catya mulai lelah sebab ia sudah lama sekali sejak bertemu Alexander, ia tak pernah lagi mengurus dirinya sendiri termasuk perutnya yang amat lepek dan kurus tak terisi dengan baik. Alhasil suara jatuh pun terdengar amat keras hingga membuat Kaishar kaget dan seketika mengalihkan pandangannya ke arah dimana Catya tergeletak. Kaishar panik dan segera Teriak meminta tolong.


Beberapa jam kemudian...


Usai tergeletak begitu saja di lantai, Catya lekas membuka mata pelan, namun yang ia dapati hanyalah langit-langit putih berlampu bult di atasnya.

__ADS_1


Lalu, Seseorang menyeru "Sayang! Sayang! Kamu baik-baik saja?!'' Tanya seorang pria yang paling ia cintai. Catya cukup kaget karna, kenapa tiba-tiba pria yang selama ini membencinya itu memanggil nya dengan seruan seromantis saat mereka masih saling mencintai.


'Apakah semua sudah kembali ke asalnya. Apakah Kaishar sudah mulai sadar?" Bathin Catya menggumam.


Kaishar lekas menghampiri Catya lalu membangunkannya dan mulai mendudukan Catya. Lalu Kaishar pun lekas memeluk wanita itu begitu erat.


"Sayang.... apakah kamu baik-baik saja! Maafkan aku dengan segala kesalahan ku... tolong kembalilah padaku lagi..." Jelas Kaishar.


Catya terelalak dan entah kenapa, air matanya berlinang begitu derasnya bahkan sama sekali tak terhentikan.


"Apakah kamu mau kembali padaku?" Tanya Kaishar. Dengan hati yang bahagia bercampur Haru. Catya pun mengangguk dan berkata "Ya. aku sangat mau... sudah lama sekali aku menunggumu, aku sangat menyayangimu hingga tak dapat melupakan MU sedetikpun di setiap napas hidupku. Jelas Catya sembari kembali memeluk erat pria itu.


" Terimakasih... " Balas Kaishar.


Saat itu, Catya sungguh bahagia hingga kebahagiaan nya itu akan bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2