
***
Akhirnya setelah tragedi itu, Catya pun di bawa pulang ke apartemen megah pemberian Alexander. Mata Catya masih memutar dan mencari, ia seakan enggan menatap manik mata abu milik Alexander. Hingga Alexander merasa terganggu dan mulai membuka mulutnya "Kenapa? Apakah karna pingsan tdi matamu jadi juling? hingga enggan menoleh ke arah ku begini?" Tanya Alexander marah. Catya masih enggan membuka suara nya. Lalu Alexander pun menarik lengan Catya kasar dan mulai menariknya "Akh! Tuan, pelankan sedikit... rasanya sangat sakit!" Pekik Catya terseret tarikan dari Alexander yang saat ini tampak sangat marah besar.
"Diamlah... dan jadilah seorang gadis penurut!" Ucap Alexander mulai menghentikan langkahnya di depan pintu Lift. Degh! Catya pun mulai teringat "Ah! Kenapa tiba-tiba aku jadi gugup" Bathin Catya menggumam.
Alexander mulai menekan tombol lift tersebut dan pintu pun terbuka "Ayo masuk" Ucap Alexander, Catya cukup gugup hingga ia melangkah pelan dan membuat Alexander geram lagi.
"Gggghh! Kenapa jalanmu pelan begitu! seperti seorang putri saja!" Marah Alexander seraya menarik lengan Catya keras-keras. Catya pun tak sanggup menahan tarikan Alexander hingga kakinya bersenggolan dan akhirnya Catya pun hendak tersungkur.
__ADS_1
GRAP!!! Di saat itu, Alexander lekas memeluk Catya yang hendak jatuh itu, Lalu memutarkan tubuh Catya hingga Catya terlihat terbaring dalam dekapan Alexander persis seperti akhir tarian Tanggo. Mata Catya dan Alexander saat itu saling terpaut satu sama lain.
'Degh! Catya mulai sadar saat menatap manik mata Alexander. Bukankah aku tak mau melihat pria arogan ini. Bathin Catya. Alexander masih menatap Catya dan mulai mengencangkan dekapan nya di pinggang Catya lalu sesegera mungkin Alexander membangunkan Catya dan Catya pun seketika berdiri di hadapan Alexander.
"Sayang! Kamu baik-baik saja?" Tanya Alexander cemas. Catya hanya bisa mengerutkan alisnya serta mulai menunduk "Ya. Sya baik-baik saja" Jawab Catya masih canggung. Alexander pun tenang hingga membuang napas leganya "Fyuuuh... Syukurlah, lain kali... jangan buat aku cemas lagi ya?" Ucap Alexander seraya melangkah mendekati Catya lalu memeluknya lembut.
Saat itu, Catya bahkan merasakan kehangatan dan kekar Alexander, tapi entah kenapa ia tak bisa membuka hatinya sama sekali. Perlahan Alexander melepaskan pelukannya dan mulai mundur. Lalu kemudian menatap Catya dalam-dalam, lengan Alexander mulai membelai pipi Catya di lift tersebut "Aku sangat kangen... malam ini mau ya?" Tanya Alexander seraya mencium gemas bibir Catya. Catya sungguh tak nyaman saat Alexander mencumbunya di dalam lift yang di dalamnya di sematkan sebuah CCTV.
"Ummmm" Desis Alexander tak mau dengar, ia bahkan malah lebih hot lagi dengan menyematkan lidahnya ke dalam mulut Catya lalu mengabsen satu persatu gigi Catya lebih dalam.
__ADS_1
"Tuan..." Ucap Catya terhalang kecupan gemas Alexander.
"Ummmm... nggggh diamlah" Akhirnya setelah mata Alexander terbuka dan menatap ke atas, dan di lihatnya kamera CCTV, ia pun mulai melepas bibir tips Catya dan mulai menjauhi gadis itu seraya berkata "Sial... aku lupa kalau di sini sudah di sematkan kamera pengawas..." Gerutunya. Mendengar gumaman Kesal Alexander, Catya pun tertawa "Hmm... hihihi" Tawa Catya lepas tanpa batas hingga membuat Alexander menoleh ke arah Catya yang tampak tersenyum lepas.
Degh! Pipi Alexander mulai memerah dan jantungnya mendidih tak karuan... Dalam Hati Alexander menggumam tiba-tiba "Cantik... jika dia tersenyum, aura cantiknya sungguh luar biasa... aku bahkan tergoda, hingga aku tak sabar untuk memakannya sekarang juga..." Gumam Bathin Alexander.
Catya berhenti tertawa dan mulai menoleh ke arah Alexander menatapnya. Degh! Catya sungguh sangat Kaget ketika tiba-tiba Alexander meraih tubuhnya lalu menggendongnya.
Tink! pintu Lift pun terbuka dan dengan langkah lugas, Alexander membawa Catya ke arah kamar apartemen nya untuk sekedar bermalam dan memulai senam ranjang.
__ADS_1
'Sial... pria ini sungguh idiot! dia takan membiarkan ku tidur semalaman...' Bathin Catya.
Bersambung...