
•••
Catya berdiri sangat lama seraya menatap kartu debit itu. Tak lama setelah itu, dua orang nenek melintas di depan matanya seraya berkata "Non. mohon bantu kami... kami belum makan, mohon sedekah nya" Ucap salah satu nenek. Catya mulai terenyuh dari lamunanya.
"Nenek, apakah nenek lapar?" Tanya Catya. Sang nenek pun mengangguk "Ia nak. Anak nenek merantau tak pulang-pulang. Nenek hanya bisa makan dari meminta-minta'' Jelas Sang nenek.
Mendengar penjelasan itu, batin Catya tersentuh. Catya segera membawa nenek itu ke sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan. Nenek tersebut pun tampak makan dengan lahap nya, Catya amat sangat senang setalah melihat sang nenek terlihat baik-baik saja.
***
Ditempat lain...
Keane Group mobile...
__ADS_1
Dalam ruangan CEO, seseorang tampak berkutat dengan pekerjaan nya. Ia tak hirau kan sekelilingnya Karana terlalu sibuk mempelajari berkas-berkas yang ada. Kemudian Tio datang dengan sebuah informasi berkaitan dengan kelakuan Catya yang menghambur-hamburkan uang Prihadi milik Alexander.
Tok! Tok!
"Masuk!" Balas Alexander.
"Tuan ini saya" Balas Tio seraya masuk.
"Ya. Ada hal apa. Kenapa tiba-tiba kamu menemuiku di jam kerja, tidak biasanya" Ucap Alexander belum bergeming dari layar monitor itu.
"Pagi ini setelah nona Catya turun dari mobil sekitar jam tujuh tiga puluh ia menggesekkan cartu debutnya di sebuah bank swasta perseroan sebanyak 20 juta" Jelas Tio. Alexander masih menyimak dengan biasa-biasa saja "Lalu. Apa masalahmu?" Tanya Alexander masih biasa saja.
"Kemudian ia menarik kembali di sebuah bank yang nyaris sama sebanyak 50 juta... Apakah ini tidak mencurigakan?" Tanya Tio.
__ADS_1
"Biarkan saja dia melakukan apa pun yang ia inginkan, asalkan dia bahagia... mana mungkin aku melarangnya"
"Sungguh... Anda sungguh dermawan" Balas Tio segera undur diri.
Meski Alexander berkata baik-baik saja tentu saja dalam hatinya ia berkata hal lain lagi...
"Heh. Wanita angkuh seperti nya juga ternyata luluh hanya dengan sebuah kartu. Tapi kenapa ia begitu sok jual malah padaku. Rupanya harga dirinya tak lebih murah dari wanita di luaran sana yang mendekatiku hanya untuk uang ku saja" Ucap Alexander sinis. Tak lama setalah ungkapan itu terlontar dari bibir titipis itu, Ia di kejutkan dengan sebuah Vidio viral di laptopnya yang tiba-tiba melintas di beranda nya begitu saja.
"Apa ini?" Tanya Alexander mulai mengklik Vidio tersebut. Dilihatnya seorang wanita cantik telah membagi-bagikan makanan, pakaian juga ampop kepada para manula. Juga anak-anak gelandangan dan tunawisma, seorang pejalan kaki tak sengaja merekam kelakuan wanita malaikat itu.
Alexander makin terelalak ketika menzoom wajah wanita di dalam Vidio itu "Ini... bukankah ini wanitaku?" Kaget Alexander.
Rupanya, uang yang di Jelas kan Tio adalah uang yang sengaja di tarik Catya untuk beramal dan sedekah. Dalam Vidio itu Wajah Catya yang selalu cemberut di depan Alexander tampak amat sangat memanwan. Rupanya kebahagian Catya terlihat saat ia bisa berbagi pada sesama, di sana Alexander tersadar. Rupanya ia sungguh menemukan sebuah berlian di antara tumpukan sampah. Memilih Catya untuk ada di sampingnya adalah merupakan hal yang tepat.
__ADS_1
"Semakin kamu menjauh dari ku. Maka aku akan semakin gesit menggodamu hingga kamu benar-benar jatuh hati padaku Catya" Bathin Alexander menggumam.
Bersambung...