Summer In Your Eyes

Summer In Your Eyes
apa yang kamu lihat?


__ADS_3

Lagi-lagi wanita itu,


Wanita yang pernah menyelamatkan ku dari tatapan orang-orang yang menganggapku jijik maupun kasihan. Waktu itu aku sebagai videographer di event besar kampus. Di tengah keramaian sesuatu genting terjadi. Awalnya aku santai memvideo stan-stan kuliner di event tersebut. Tanpa disadari orang-orang memperhatikan ku. Seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi. Tiba-tiba saja muncul seorang gadis berambut merah muda. Ia melepas jaket denimnya dan mengikatnya dipinggangku.


“Ambil saja jaketnya. Aku sudah tidak menginginkanya lagi. Ada noda dicelanamu. Apa kamu tidak membawa pembalut?”


Kemudian ia pergi begitu saja. Muka ku memerah seperti udang rebus karena malu. Sedari tadi orang-orang memperhatikanku karena itu rupanya. Padahal ini masih awal bulan tetapi tiba-tiba saja aku sudah kedatangan bulan. Sebagai pubdekdok kami berseragam layaknya pegawai net tipi. Atasan dongker dan celana krem. Tentu saja ketika kebocoran itu terjadi. Celana krem jadi berbecak kemerahan. Itu insiden memalukan beberapa hari yang lalu.


Pagi ini di taman kampus. Setelah kuliah desain katalog, wanita itu muncul lagi. Aku belum sempat mengucapkan terimakasih. Dari style-nya seperti mahasiswa jurusan tata busana. Dress putihnya begitu nyentrik tetapi elegan dalam satu waktu. Riasannya tidak tebal namun mampu menonjolkan sisi barbie. Make up Thailand yang khas. Aku menghampirinya di bawah pohon ketapang kencana. Belum saja menyapanya, wanita itu berjalan ke arah laki-laki yang baru saja turun dari mini cooper silver. Apakah itu pacarnya? Dandanannya cukup stylist. Kaos putih di balut kemeja casual hijau army lengan pendek. Layaknya oppa oppa korea atau ahjussi menawan. Jika benar itu pacarnya. Mereka adalah pasangan yag sangat serasi. Pangeran berkuda putih dan putri konglomerat yang anggun.


Hari-hari ku seringkali tidak sengaja melihat gadis itu tapi tidak juga sempat bertatap muka. Selain ingin berterima kasih. Aku ingin mengembalikan jaket pemberiannya. Tampaknya jaket itu terlalu mahal karena dari brand ternama.


Suatu hari aku melihatnya menemui pria lain di sebuah café. Bukan pria yang waktu itu. Pria yang ia temui kali ini adalah seseorang dari jurusanku. Kami saling mengenal sebab beberapa kali satu projek bersama. Mataku mencari meja kosong, sembari membawa ransel berisi laptop dan tangan menggenggam kopi americano. Aku berencana tidak tidur malam ini. Tidak kusangka dia memanggil ku.


“Asty!”

__ADS_1


“Oh iya. Helo Pram”


“Kenalin ini Nancy dari tata busana”


Kami berjabat tangan dan akhirnya mulai berkenalan.


“Dia mau buat katalog hasil desain bajunya. Besok kamu mau ikut nggak jadi tim ku?”


“Yahh kalo tugas dari Pak Tom selesai. Pasti nanti akan ku bantu” ujarku


“Eh btw kayaknya kita pernah ketemu deh?” Nancy mengernyitkan dahi, sambil mengingat-ingat. “Oh kamu gadis di event itu yaa”


Kami pun menceritakan pertemuan kita malam itu pada Pram.


Keesokan harinya Pram menjemputku naik motor astrea kebanggaannya. Dari penciuman beserta ingatan visualku yang tajam. Sesuai dugaanku dia belum mandi dari kemarin.

__ADS_1


“Mandi dulu sana!” kataku


“Aduh nggak sempat ty, ini aja udah kesiangan” Pram sangat terburu-buru berusaha mendahului pengendara lain. Sayangnya motor tuanya tidak supportif. Aku harus menahan diri berlama-lama di belakang punggungnya yang bau.


“Nah kita sampai” ucapnya.


Kita berhenti di depan gerbang putih. Selain minimalis rumahnya begitu futuristic. Pram segera mengirimi pesan Nancy. Nancy meminta kita langsung masuk saja. Tidak ada orang tapi gerbang terbuka otomatis. Kami berdua langsung masuk sesuai instruksi nya.


“Oh iya!” seketika Pram teringat sesuatu. Ia lupa membawa lensanya.


“Kamu tunggu disini aja yaa. Nanti aku segera kembali” ia cepat-cepat berlari ke garasi.


Aku melihat dua sepatu pria berserakan di depan rak pintu masuk. Mungkin keluarga atau temannya sedang berkunjung. Tanpa pikir panjang, aku berkeliling. Tidak banyak rumah keren yang aku kunjungi. Terpukau oleh setiap sudut rumahnya. Ini adalah dreamhouse bagi rakyat jelata sepertiku. Desainnya modern dan ramah di mata. Admin ‘biasalah anak muda’ pasti tertarik buat review ni rumah. Hiasan dindingnya kuat dengan gaya Rusia. Pecahan keramik transparan yang disusun begitu cantik. Di sampingnya ada foto pernikahan yang amat besar. Oh rupanya laki-laki minicooper itu adalah suaminya.


Perpustakaan kecilnya tanpa pintu. Aku hendak melihat-lihat koleksi bukunya. Krek.. suara seseorang membuka pintu kamar. Entah kenapa reflek aku menunduk bersembunyi dibalik rak buku. Kupikir itu Nancy. Aku mencoba melihat dari celah. Hari ini aku sangat kecewa denga apa yang aku lihat. Adegan bl tepat berada di depan mataku. Suami Nancy mengangkat seorang laki-laki di atas meja dapur. Mereka berciuman dan lain sebagainya. Mulutku tanpa sadar sudah terbungkam oleh kedua tanganku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tepat di samping kanan ternyata sebuah pintu terbuka menuju taman. Dengan mengendap-endap untungnya aku berhasil keluar. Aku memberi pesan pada Pram untuk tidak masuk rumah dahulu jika sudah sampai.

__ADS_1


“Hey! Kau disini rupanya”


aku menoleh ke belakang. dimana suara itu berasal


__ADS_2