Summer In Your Eyes

Summer In Your Eyes
Cermin


__ADS_3

Tidak yakin dapat membantu Nancy. Aku mencoba mencari solusi lain. Dalam forum anonim/base,


"Bagaimana cara selebritas menghadapi skandalnya? " tanya ku secara anonim


"Biasanya mereka melakukan klarifikasi"


"Ada juga yang tidak menggubris. Ia membiarkan hingga skandalnya lenyap oleh waktu"


Jawab para netijen.


"Di negara berflower tidak ada cancel culture. Yang memiliki skandal malah naik daun"


"Iya seleb problematik biasa diberi panggung. Malah diundang ke podcast² seleb lain. Gak habis fikri"


imbuh salah satu netijen dan disetujui dengan netijen yang lainnya.


"Mereka harusnya belajar dari Kiky Saputri. Karena uang adalah pemenangnya"


"Ia benar. Haters nya keok"


"Para penghujat kalah. Malah pada ngemis-ngemis minta donasi. Lol"

__ADS_1


reply netijen memenuhi kolom komentar terus berlanjut dan bervariasi. Mereka saling memberi argumen. Namun aku belum terinspirasi untuk membuat pemecahan masalah yang tepat.


Sambil melamun seseorang mengagetkan ku,


"Permisi kak. Tolong segera ke etalase lain jika sudah selesai" ucap seorang wanita di supermarket. Karena trolli ku menghalangi nya.


"Maaf kak" aku segera menggeser trolli ku ke arah lain.


Sekilas wanita itu mengingatkan dengan seseorang. Wajahnya tidak asing bagiku. Apa benar dia mirip seorang wanita yang ku kenal? Tunggu.. dia mirip sosok laki-laki. Dimana yaa aku melihat nya? aku berbalik arah mengamatinya untuk memastikan. Dalam sekejap aku terkejut. Yap benar sekali. Dia mirip dengan Carel. Bagai pinang di belah dua. Tapi tidak mungkin Carel melakukan trans secepat itu.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu. Tidak sopan sekali. Apakah kamu kerasukan? " protes wanita itu


"Maaf kamu mengingatkan ku pada seseorang"


"Clara! " seorang laki-laki memanggilnya. Ia bergegas kesana


Clara? namanya pun mirip. Otakku berasumsi macam-macam. Menduga-duga apa yang baru saja aku lihat.


Usai membeli bahan-bahan kue dan belanja bulanan. Aku pergi ke studio Nancy untuk memenuhi janjiku. Yap. Menerima permintaan nya menjual blue moon.


Sesi pemotretan tentu saja dengan fotografer andalan, Pram. Aku sebagai talent dan Nancy penata rias sekaligus busana.

__ADS_1


"Kau tampak cantik" puji Nancy. Aku tersenyum


"Lain kali kalo ke kampus dandan gini. Jangan kayak gembel" celetuk Pram. senyumku berubah menjadi cemberut


"Oh iya tambah kan ini juga" Nancy membawa sepaket parfum dengan aroma dan tampilan yang berbeda-beda.


Sesi pemotretan tidak hanya baju saja. Parfum produk baru Nancy yang menjadi produk bayangan ku juga. Aku berpose layaknya model, dipandu oleh Nancy dan Pram. Ini pengalaman pertama yang menyenangkan. Langit menjadi gelap. Hari sudah larut. Pemotretan selesai. Nancy mengajak ku menginap di rumahnya sebab suaminya dinas ke luar lama akhir-akhir ini.


Aku berganti piama milik Nancy. Kami tidur bersama di kasur princess nya. Kamarnya serba peach.


"Apapun yang terjadi. Jika mempunyai teman. Segalanya tidak terlalu buruk" katanya. Aku berpikir hal yang serupa.


"Kita baru saja mengenal tapi mudah sekali akrab. Apakah kita pernah bertemu dikehidupan sebelumnya? " gurau ku


"Mungkin saja. itu tidak mustahil" ia tertawa


kemudian aku teringat kejadian tadi,


"Mmm.. ngomong-ngomong tadi pagi. Aku bertemu wanita yang menyerupai suami mu di Supermarket"


"Hahh? Benarkah? Jangan-jangan Clara sudah kembali ke Indonesia"

__ADS_1


"Iya seseorang memanggilnya dengan nama itu. Siapa dia? " tanya ku penasaran


"Ia adalah bagian dari keluarga kami. Dia merupakan saudarai kembaran Carel. Orangtua Carel bercerai ketika ia masih kecil. Carel ikut ibu nya dan Clara di bawa ayah nya ke Belanda. Akun hanya tau sebatas itu. Kami terakhir bertemu di hari pernikahan"


__ADS_2