Summer In Your Eyes

Summer In Your Eyes
First end (Part 2)


__ADS_3

Liburan di Bali sangat lah menyenangkan. Kita pergi ke uluwatu untuk melihat kecak dan kisah Ramayana. Ke beberapa beach club. Semua begitu estetik. Mengesankan. Tidak di sangka tinggal tersisa beberapa hari saja..


Masalah Nancy belum juga surut. Tetapi ia di minta untuk mendatangi undangan pernikahan saudari Carel di Toya Devasya, Kintamani, Bali. Ini merupakan tempat pemandian air hangat, waterboom dan cafe. Pernikahan di gelar sangat mewah. Tamu undangan kebanyakan warga asing dan selebritas. Nancy meminta ku menemani nya karena pengobatan Carel belum selesai. Ia mengalami depresi berat. Ia juga masih belum ingin bertemu semua orang termasuk ibunya dan Nancy.


Rupanya Clara menyukai purple. Seluruh dekorasi nuansa purple. Toya Devasya pun identik dengan purple. Dresscode undangan juga purple. Kami mengenakan gaun sederhana bewarna purple. Sementara Nancy masih berbincang dengan tamu lainnya. Aku sibuk mencicipi hidangan disana. Pastry almond disajikan hangat-hangat sangat memikat selera. Aku yang hendak mencapit pastry. Disaat yang bersamaan. tidak sengaja seorang videographer menyenggol ku. Rupanya ia sedang meng-shoot tamu-tamu selebriti. Dari punggung nya saja aku bisa mengenalinya.


"Sorry" katanya kepada ku. aku hanya mengangguk. Dia yg tadinya hendak langsung melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba membalikan badan


"Kau.." ia menatap ku sangat lama. Matanya berkaca-kaca. Aku merasa tidak nyaman


"Asty! " untung saja Nancy memanggilku. Aku menoleh

__ADS_1


"Ini August. Katanya ia ingin berkenalan dengan mu"


"Oh Hay! I'm Asty"


"Nice to meet you. You look more pretty than in your photo"


"Owh thankyou. I often hear that" aku tersenyum.


"Do you need some support for your bussiness?"


Sav tampak kembali dengan pekerjaannya dan sesekali Curi-curi pandang. Sesekali mata kita saling bertemu. Apa boleh buat. Kita tidak ditakdirkan bersama. Ada kalanya aku berpikir. Bisa jadi ini memang jalannya.. memang aku ditakdirkan sendiri. Terakhir kali ia menatap ku. Aku tersenyum untuknya..

__ADS_1



Asty lulus kuliah tepat 3,5 tahun tidak cumlaude. IPK 3,+. Itu bukan suatu hal yang bisa dibanggakan atau diremehkan. B life tidak terlalu buruk. Namun yang menyedihkan adalah ia tidak bertemu Sav selama nya. Tapi mungkin akan lebih menyedihkan jika mereka bertemu dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Ia hanya menggambar nya berulang kali setiap harinya. Asty ingat betul seluruh lekuk tubuh nya, wajahnya, senyumnya, lesung pipinya bahkan suaranya yang berat.


Sudah bertahun-tahun ia belum juga melupakan nya. Namun memiliki nya lebih tidak mungkin.


"Aku benar-benar ingin menjadi mermaid" katanya dalam hati.


Ia merasa selama ini air matanya telah terbuang sia-sia. Jika ia berhasil mengumpulkan air matanya. Mungkin ia bisa membeli sebuah pulau. Ia tidak takut akan cinta. Ia takut mencintai sendirian. Orang-orang selalu mengatakan hal bulshit seperti


"Kamu cantik. Kamu bisa mendapatkan yang lebih baik"

__ADS_1


sampai detik ini aku tidak pernah menemukan nya. Walaupun orang itu lebih baik darinya. Bukan berarti ia bisa memenuhi hati. Ibarat kotak persegi. Di isi dengan bola-bola berhamburan. Sampai kapan pun tidak akan menjadi penuh. Akan ada celah di dalamnya.


Cinta itu norak, tapi orang-orang menyukainya, begitu juga dengan Asty. Namun semenjak cinta berubah menjadi luka. Ia tidak menginginkan nya lagi.


__ADS_2