Summer In Your Eyes

Summer In Your Eyes
Petani Gadungan


__ADS_3

"Kita lihat saja mereka akan bertahan berapa lama" para petani asli menertawakan tingkah dua gadis muda yang naif.


Nancy berusaha menggali tanah supaya subur. Tapi mengangkat perkakas saja tak sanggup. Belum apa-apa ia sudah beristirahat.


"Oh iya aku melupakan sunscreen ku" ia teringat "Dimana aku bisa mencuci tangan?! " tanyanya


"Kran berada di sebelah kiri di bawah pohon bidara! " Asty berteriak


Ia memutar kran di bagian bawah. Air keluar dari pipa-pipa di atas kebun. Asty basah kuyup karena nya. Nancy panik dan memutar kran itu kuat-kuat ke arah sebaliknya. Tetapi kran malah lepas tidak karuhan. Asty sudah tidak sanggup dengan kekacauan ini.


"Sepertinya Carel harus segera menjemput tuan putri" ucapnya naik darah


"hehehe sorry"


Untung saja teknisi tidak jauh dari rumah nya. Kran berhasil terselamatkan. Namun kebun Asty menjadi becek seperti rawa.


"Baiklah kalau begitu. Apa boleh buat. Mari kita menanam daun serai dan meletakkan sepanjang pinggir rumah" Asty bersemangat lagi


Nancy melubangi tanah dengan skop. Asty menanam bibit serai. Mereka melakukan nya hingga seluruh pinggiran rumah di kelilingi bibit serai.

__ADS_1


"Yeayy! Mision complete" Asty mengacungkan jempol kepada Nancy tapi ia kehabisan tenaga


"Punggung ku terasa sakit" keluhnya.


"Jangan khawatir. Aku akan menghubungi teman ku. Salon fast akan segera tiba"


Usai mandi. Nancy menikmati spa dengan home service yang datang secepat kilat


"Halo perkenalkan. Aku Rose, dari salon fast. Mau treatment yang mana saja kak? Spa? Lulur? Facial? Manicur? Pedicur? Botox? Creambath? Hair treatment? Coloring? Smoothing? Smoothing keratin? Rebonding? "


"Spa aja kak"


"Oke"


Malam harinya, kami pesta barbeque bersama Rose di rooftop. Kami menertawakan segala hal yang terjadi hari ini. Semua nya cukup rumit. Tetapi menjadi cerita lucu setelah melewati nya. Rose tertawa mendengar cerita kami. Kembang api tahun baru bertebaran di langit, menandakan hari sudah larut. Kita berharap semoga semua nya berjalan dengan baik.


.


Keesokan pagi nya. Asty menyalakan kran untuk menghujani kebunnya. Tidak lupa kran yang menyalurkan air melaui pipa, di dinding bawah, di sekeliling rumahnya. Serai nya perlu disiram juga. Kami berdua jogging mengelilingi desa yang asri. Rose sudah pulang ke rumahnya subuh tadi. Menikmati kicauan burung, suara gemericik air sungai. Desa adalah surga dunia. Udaranya begitu sejuk. Tidak ada kemacetan. Klakson mobil yang riuh. Kami duduk di rerumputan pinggir sungai. Melihat hampara hijau dan langit biru yang cerah.

__ADS_1


"Aku akan merindukan suasana ini" ucap Nancy


"Kalah begitu tinggal saja di desa" canda ku. Nancy tertawa


"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu" Asty mengeluarkan sesuatu dari saku nya. Namun Nancy hampir tidak melihat apa-apa.


"Ini adalah mini drown transparan. Harganya senilai dengan dua motor" ia meletakan nya di rumput. "Tolong pegang ini" Asty meminta Nancy memegang ponsel nya.


Lalu ia mengeluarkan remote dari saku kirinya. Ia menerbangkan drownnya ke langit.


"Coba kita lihat pasar" Nancy ingin tahu


Asty mengendalikan drownnya semakin jauh ke arah pasar.


"Lalu apa tujuan mu membeli ini? " Nancy penasaran


"Pengemis ini memiliki motor bagus yang diparkir dekat pasar. Pagi-pagi buta ia berangkat dari rumahnya"


"Jadi kamu membeli ini untuk me-roasting?"

__ADS_1


"Bukan. Agar saat memberi tepat sasaran dan adil. Aku jadi mengetahui banyak hal karena ini. Jika ada kejadian kriminal. Aku bisa segera memberi bantuan"


"Kau sebenarnya bekerja sebagai apa? Ultramen? " kami tertawa bersama


__ADS_2