Summer In Your Eyes

Summer In Your Eyes
Windy Day


__ADS_3

"Ku pikir kita akan naik pesawat. Kenapa malah aku jadi menyupiri kalian. Sebagai orang kaya baru seharusnya kalian gengsi, bukannya pelit" Pram mengeluh


"Bukannya pelit. Tapi kita banyak sekali membawa barang. Akan repot jika harus naik pesawat" sanggah ku


"Lagi pula perjalanan hanya memakan waktu 7 jam saja. Kalau kau lelah kita juga bisa menggantikan" imbuh Nancy


Kami memesan 1 kamar kos di Denpasar, seharga 1,5 juta sebulan. Sedangkan Pram tidur di rumah kakaknya. Jika di tempat wisata makanan cenderung pricey. Beda dengan di Denpasar yang jarang terdapat wisatawan asing. Denpasar masyarakat nya lebih heterogen. Denpasar tidak berisi orang asli Bali saja. Ada orang Jawa, Sumatra, NTT dan lain sebagainya dari berbagai pulau.


Jika tinggal di Denpasar Timur. Maka pantai yang dekat adalah Sanur. Tidak sampai menempuh 30 menit perjalanan. Jika membawa motor hanya parkir sekitar dua sampai lima ribu saja. Tanpa membayar tiket masuk.


Sanur di penuhi wisatawan domestik dan manca negara. Kita bisa menikmati sunrise disana. Es krim cone beserta lumpia Bali seharga goceng. Banyak orang membawa anjing peliharaannya kesini sambil jogging. Ombak yang tenang. Angin pantai yang menyegarkan. Bali adalah surga.


"Satu. Dua. Tiga.. " Pram memberi aba-aba foto pada kedua perempuan lucknut yang kerap menyusahkan nya.


"Nancy mari kita buat simbol saranghae" ajak ku. Kita berpose dari saranghae kecil hingga saranghae besar.

__ADS_1


"Ayo Pram kau ikut juga! " pinta Nancy. kami berfoto bertiga menggunakan timer.


Dinner hari pertama, kita pergi ke La Favela di Seminyak. Desainnya begitu unik. Banyak pepohonan juga terdapat jembatan seperti di dalam hutan. Di tambah lampu-lampu kuning yang menghiasi. Dekorasi nya begitu artistik. Oh ya sekedar mengingatkan. Selama berlibur di Bali.. sebab mobilitas yang padat. Lebih menyarankan kalian menyewa motor saja jika tidak ingin terjebak macet berjam-jam.


Di meja, sambil menunggu pesanan datang. Seorang bule menghampiri Nancy


"Hey cute girl! Do you wanna be my brand ambassador? " bule itu menawarkan


"You can speak with my manager" Nancy menunjuk ke arah Pram dengan sopan. Akhirnya bule itu berbincang dengan Pram menggunakan bahasa Inggris. Aku terpana dengan aksen Pram yang sempurna. Ku pikir dia hanya videografer yang mandi seminggu sekali.


"Kau menyukai nya? " tanya Nancy. Aku menggeleng kan kepala


Perihal orang yang ku sukai. Aku belum pernah menceritakan nya. Itu berawal dari semester 1. Awal perkuliahan


__ADS_1


Mahasiswi yang lainnya berkumpul di depan kelas. Tidak tahu kenapa.. tidak ada yang berani masuk. Di dalam kelas masih di dominasi oleh laki-laki saja. Asty yang baru saja datang langsung duduk di baris ke dua paling belakang. Mahasiswa laki-laki yang sedari tadi disana menatapnya semua. Setelah Asty masuk. Barulah mahasiswi yang lain berbondong-bondong memasuki kelas.


Tidak lama dosen masuk untuk pembukaan dan melakukan absensi.


"Asty Larasati" dosen itu mengabsen. Semua mata laki-laki tertuju padanya dan juga ketika nama gadis-gadis cantik di panggil tentunya


"Daniel Prayoga"


"Dimas Sakti Ananta"


"Diva Kumalasari Soedibyo"


"Giovanni Yamato"


...

__ADS_1


"Savi Tjahya"


Asti menoleh ketika nama itu disebut. Nama itu tidak asing baginya. Ia berusaha mengingat nya. Dimana ia pernah mengetahui nama itu sebelum nya. Sepulang kuliah ia tercengang. Akhirnya ia tahu pemilik nama itu. Sebelum masuk universitas. Tepatnya dua tahun yang lalu. Ia telah berinteraksi dengan orang itu saat di bangku SMA


__ADS_2