
Vampire.
Apa kata pertama yang terlintas di pikiranmu ?
Bagi Alette, yang muncul adalah ... Killer, Terror, bloodthirsty, immortality…
Alette terus berlari melewati hutan dan perumahan penduduk. Entah sudah berapa banyak wilayah yang dia lewati.
"Kakak ... maafkan aku, aku salah selama ini ... Wuuuu--,mereka ingin membunuhku."
Jerit tangis Alette pecah di keheningan malam itu. Dia menangis cukup keras hingga hati Xavier, Verden, Mayne dan Alex tidak sanggup berkata-kata.
Di kehidupan sebelumnya, Alette menderita karena dikhianati dan mati untuk bertahan hidup. Dalam hidup kedua ini meski telah bangkit menjadi vampire, dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengendalikan nasibnya!
Bahkan langit pun tidak!
Jika langit berani menghancurkannya, dia akan menghancurkan langit!
Mereka berlima pun tidak pernah berpikir bahwa suatu hari mereka akan dapat menerima kelembutan dari Alette dan terikat padanya selamanya. Namun mereka berlima justru menginginkan hal itu dan bersedia menemani Alette dalam keabadian.
Xavier hanya bisa memeluk Alette hingga dia tenang, tanpa bicara sepatah katapun.
"Tenanglah, kami akan pastikan mereka lenyap dari negeri ini untuk selamanya."
__ADS_1
"Bila perlu, sembilan generasi mereka juga lenyap."
"Hey, putri kecil. Jangan menangis lagi, aku akan membuat mereka melakukan komedi untukmu, Hm?."
"Terlalu membuang waktu, ledakkan saja jadi satu dalam sebuah ruangan agar kita semua bisa melihat kembang api tahun baru."
Seketika tangis Alette terhenti, dia mengangkat kepala dan memandang mereka berlima.
"Jujur saja, aku ingin kabur lagi setelah mendengar ucapan kalian."
Kali ini giliran mereka yang terdiam, lalu Xavier yang sedari awal diam, tiba-tiba berteriak, "Alette! Elaine! Scherie!!!."
Alette menjulurkan lidahnya dan menunduk di pelukan Xavier. "Well, I still love you so much".
"Apapun keinginan Alette, aku akan menurutinya."
"Erin is the best, hehehe selalu terbaik."
"Ini tidak baik, kalian berdua berkomplot, kan?."
"Hem, sepertinya benar kata Severin, apapun yang Alette minta adalah perintah mutlak."
"Alex, kamu juga ikut teracuni rupanya."
__ADS_1
Mayne tidak bisa menahan untuk waktu yang lama, dan akhirnya tidak dapat menahannya: "Katakan saja apa yang kamu inginkan!."
GASP!
Verden pun merasa telah kalah oleh Alette. "Lihatlah, lihatlah ... Aku juga menyerah padamu, tuan putri."
Alette tidak bisa menahan tawa.
Ke lima pangeran kemudian perlahan memahami kebenaran, dia menyadari bahwa yang benar-benar menakutkan bukanlah wanita, tetapi hati manusia, mereka benar-benar tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk dekat dengan wanita.
Hanya Alette ... Bayangan yang terpatri di hati mereka selalu tak terhapuskan. Jadi mereka menolak kedekatan semua wanita, menahan semua emosi soal hubungan asmara.
Mereka ingin selalu didekatnya. Ingin melindunginya dengan baik.
Mereka berlima tidak tahu sejak kapan, mereka tidak hanya ingin melindunginya secara menyeluruh, tetapi mereka juga ingin dekat dengannya dan selalu merasa bahwa Alette sangat berbeda, dengan sedikit kelucuan, yang membuatnya bangga dan bahagia.
Mereka pernah berterima kasih pada Alette karena mengizinkan mereka untuk hidup, karena tidak peduli betapa menyakitkan hidup ini, jika seseorang bahkan tidak memiliki keberanian untuk hidup atau dia adalah seorang pengecut.
Sekarang mereka lebih berterima kasih padanya, yang memberinya kehidupan dan sentuhan baru.
Karena sebelum bertemu dengannya, mereka tidak pernah tahu bahwa hatinya yang telah lama mati bisa begitu hangat dan lembut, penuh harapan untuk segala hal di masa depan.
Dengan senyuman Alette dan ke lima pangeran berucap, "Αιώνια Διαθήκη" (Aionia Diathíki, Perjanjian abadi).
__ADS_1
Note : Ini adalah kisah yang saya tulis untuk L3N dan kini Alette kecil berkunjung di sini (^o^)// .... Selamat membaca~✨✨💃💃