Sunshine For The Vampire

Sunshine For The Vampire
Ch. 11


__ADS_3

Alette tiba-tiba merasakan sakit dan haus yang luar biasa. Secara naluriah Alette berjalan ke arah Severin. Namun tangan Alette tertahan oleh Meyne dan Verden.


Severin yang hendak melangkah maju, ditepuk Xavier dibahunya.


Xavier menggelengkan kepala, "Itu pilihan mereka, biarlah mereka sendiri yang memilih."


"Tapi, apakah tidak akan melukai perasaan Alette?."


Xavier melihat pintu kamar yang tertutup ,"Jika ingin sesuatu maka ada harga yang harus mereka bayar."


Didalam kamar Severin.


Verden dan Mayne berlutut di hadapan Alette , keduanya tiba-tiba melantunkan mantra pengorbanan. Tubuh Alette tidak dapat bergerak dan hanya bisa memandang mereka bedua yang hanyut dalam mantra pengorbanan itu.


"Oh sang penguasa kegelapan yang agung, yang terlahir dari kemulyaan, dengan udara dan bumi, air dan api, jadikan ini sebagai ikatan dengan tiga dan sembilan, terikan pada diri dan kekuatanmu, atas nama bulan dan matahari, sumpah kami akan terwujud, dengan langit dan laut menjadi saksi sumpah pengorbanan ini menyatu, inti menjadi satu, kekuatan terhubung, cahaya terbuka, sekarang aku Crete Vrykola Verdenkas ( Fritz Mayne Dyrk ) tersegel dalam dirimu."


Perlahan sebuah sigil terbentuk di atas mereka bersamaan dengan akhir dari mantra yang terucap. Sigil ikatan roh. Dengan tatapan mata terbuka lebar Alette diam terpaku hingga akhirnya sigil itu menyatu dengan tubuh Alette.


Perlahan rambut Alette menjadi putih, mata merah seperti darah memandang tajam pada Verden dan Mayne, aura teror membuat keduanya sesak nafas dan jatuh berlutut dihadapan Alette.


"Apa kalian berdua sudah gila !!."


"Tidak ... aku melakukannya ... dengan ketulusan ... ." ucap Verden susah payah dibawah tekanan aura Alette.


"Jangan sisihkan kami darimu, kami tidak sekuat Severin, berpengaruh seperti Xavier, tapi kami juga mencintai kamu dengan tulus."


Alette memejamkan matanya. Tampak ada kesedihan disana yang berusaha dia tutupi. Perasaan cinta ini, haruskah dia tanggung ??


Dia merasa telah menjadi tokoh antagonis di depan keduanya.


Severin memang selalu bersamanya dari kecil, sedangkan Xavier ... Alette tidak tahu rasa apa yang ada di hatinya.


Dan kedua orang superstar dihadapannya. Mengapa mereka berbuat sebodoh ini hanya demi bersamanya?


"Apa kalian sadar, akan kehilangan statusmu sebagai manusia? Alette sendiri masih belum menerima keberadaanku, tapi kalian berempat ... sungguh ... ."


"Aku sudah melepas dunia , sebagai penerus clan tentu aku tahu besarnya pengaruh atas keputusanku ini."


"Alette, aku tidak punya siapapun di dunia ini. Aku juga tidak tahu siapa kedua orang tuaku. Hanya ada kamu ... tolong , jangan ambil hak ini dariku."


Aura Alette memudar, dia sungguh tidak tahu harus tertawa atau menangis mendengar hal ini. Untungnya, Severin telah memberikan kejutan ini sehingga reaksinya tidak sekejam penolakan cinta Severin untuknya.


Di barak pasukan serigala hitam.


Severin terdiam dan hanya berjalan di samping Xavier. Dia ragu harus bertanya ataukah diam dan berpura-pura bodoh.

__ADS_1


Xavier melangkah maju, "Hei, ayo kita pergi mengecek kondisi pasukan."


Sepertinya terlalu mencolok untuk pergi keluar dengan tatapan samar seperti ini. Semua pasukan Duke Charles dibuat terkejut oleh kemunculan Xavier dan Severin.


Pangeran Severin, dia ... mengangguk dengan patuh.


Apakah ini kiamat ...


Apakah ada kesalahan Mengapa Pangeran menjadi serigala yang kejam bila menghadapi orang lain namun menghadapi Pangeran Xavier, dia bersikap layaknya bersama Nona Alette dan itu memberi orang rasa pandangan anjing yang patuh?


Duke Charles menggelengkan kepalanya: "Ini terlalu diskriminatif."


"Hehehehe, manusia memang menarik."


Alette dan yang lainnya menatap ke arah pemilk suara itu. Sebuah sosok berjubah hitam tampak tertawa saat melihat tingkah Alette dan lainnya.


Bayangan-bayangan pecahan memori muncul di hadapan Alette.


Berbagai simbol kuno menciptakan mantra-mantra yang Alette tidak mengerti. Kisah-kisah masa lalu orang sekitarnya pun semakin jelas hingga dia melihat kedua orang tuanya.


Dan sebuah wajah asing muncul bersama mereka. Pangeran Vampire, Michael Hart Tepes.


Butiran bening menetes di kelopak matanya. Apakah pria itu ada hubungannya dengan kematian kedua orangtuanya ?


Valch, apakah disana ada kunci kebenaran ?


Saat pertama kali Alette menghadapi pembunuh, tubuhnya getar tidak terkendali. Hingga detik ini, penyerangan kesepuluh. Alette mulai memahami kekuatan barunya.


Tersenyum pahit, Alette sedikit bersyukur telah bangkit kembali. Juga Severin, darah severin membantunya merubah fisiknya yang lemah menjadi fisik kuat warewolf.


Knock knock


"Nona Alette, tuan muda dan yang mulia menantikan kedatangan nona."


"Aku mengerti."


Ditemani oleh pelayan, Alette berjalan menuju riang baca Marquis Charles. Xavier, Severin, Mayne dan Verden sudah berada disana.


"Maaf sedikit terlambat, banyak yang terpikirkan olehku malam tadi."


"Selamat datang, apakah makanan pagi ini telah dimakan dan sesuai selera anda, putri."


"Hehe, terima kasih. Menu pagi ini sangat enak, aku menyukainya."


"Penyerang malam tadi telah di bereskan dan semua tidak ada yang melarikan diri."

__ADS_1


Severin membuka percakapan. Terdengar nada keseriusan disana, ada rasa amarah dan keinginan membunuh. Alette mendekatinya dan duduk di sebelahnya. Aura tajam Severin seketika lenyap tidak berbekas.


Mayne dan Verden sangat terkejut.


Severin tertegun oleh telepati Alette. Dia pun menoleh ke arah Alette namun cubitan tangannya mengubah tindakannya.


Alette tersenyum sinis. 'Jangan memberitahu mereka dengan tindakanmu, Severin'


'Tapi Cerry, Valch bukan tempat yang bagus untuk berpergian. Itu tempat berbahaya dimana semua kalangan pasar gelap berada.'


'Tapi aku harus disana saat itu juga'


'Misteri kedua orangtuaku dan semua kejadian ini membuatku lelah'


'Baiklah, aku akan menemanimu'


'Tidak !! Aku memerlukanmu untuk menutupi kepergianku.'


'Aku tidak setuju. Hal itu ...'


'Kita memiliki kontrak, Severin. Apa yang kamu cemaskan?.'


'Beberapa pembunuh adalah hunter. Dan asal mereka dari negara itu, disana juga tempat Noble Vampire. Apakah itu tujuanmu?.'


'Ya.'


Severin menghela nafas panjang. Dia hanya bisa mendukung Alette dan bergantung pada ikatan jiwa mereka.


Berbeda dengan ikatan Verden dan Mayne yang terhubung melalui kontrak sihir, Alette dan Severin bukan terbatas oleh jiwa saja tetapi nyawa, kekuatan, kebebasan.


'Aku percaya padamu. Begitu dalam bahaya, kamu harus memanggilku. Apapun itu jangan pernah bahayakan nyawamu.'


'Erin is the best. Aku memahaminya.'


Alette memeluk Severin dihadapan semua orang yang sedang berdiskusi. Diskusi berhenti tiba-tiba dengan tindakan Alette. Xavier mengepalkan tangannya dibawah meja sedangkan Verden dan Mayne langsung berdiri dari kursinya.


"Severin Lycaon Strigoi !! Kau ... kau benar-benar berani ya."


"Ah ? memangnya apa yang aku lakukan ?."


"Severin, aku akui kamu sahabat Alette tapi bukan berarti kamu bisa menyentuh Alette sesukamu."


"Mananya yang aku sentuh? Jelas-jelas Alette yang memelukku." Senyum kemenangan terlukis diwajah Severin.


Marquis Charles hanya bisa menutupi wajahnya dengan satu tangannya.

__ADS_1



__ADS_2