
Saat ini keduanya tidak bicara.
Mereka belum berjalan terlalu jauh dari pintu masuk ketika Alette dan Severin merasakan suatu sensasi asing menyebar disekitar mereka.
"Gadis kecil, kami mencarimu." Sebuah suara tawa bergaung keras, lalu menghilang.dan muncul lagi menjawab pikiran Alette yang penuh tanda tanya, dia berkata: "Hal-hal ini sendiri sangat aneh, bagaimana mungkin hal itu tidak mungkin terjadi!"
Martin Luther Vujicic.
Senyum pria itu sangat lembut dan menakutkan. Alette merasakan hawa jahatnya tapi tidak bisa menentukan lokasinya.
"Alette...."
Angin bersiul tidak terduga sayup-sayup membisikkan suara tawa yang terkesan seperti orang gila.
Darah Alette terasa membeku saat mendengar namanya di sebut oleh suara misterius itu. Alette merasa bahwa pria ini akan membunuhnya dan kematiannya adalah untuk kebaikannya -- setelah kematian, dia tidak akan lagi takut, tetapi akan tidur dengan damai dan damai selamanya. Damn, bisakah ini hanya mimpi ? Alette merasa hatinya membeku oleh rasa takut.
Kemudian perlahan muncul simbol 'Balam' di udara dan suhu udara di sekitar mereka turun secara drastis. Bellam sendiri adalah tanda kegilaan. Pikiran orang ini benar-benar terdistorsi secara halus, bahkan lebih ajaib daripada seorang penganut ajaran iblis.
Alette meliriknya samar-samar, "Oh, dokter. Melihatmu disini sungguh hal yang ajaib."
Ekspresi mengerikannya yang akan melakukan pembunuhan sedikit membeku, dan otot-ototnya sedikit berkedut di bawah sudut matanya yang sipit. Tubuh Alette menegang. Jantungnya berdegup kencang. Dia ingin berlari namun kedua kakinya lemas.
Alette sedikit menyesal sekarang. Tubuhnya tidak berhenti gemetar, ini bukan karena takut tapi Amarah. Dia sudah hampir melompat untuk menikam Martin kalau saja Severin tidak menghentikannya.
Harusnya Martin ini mati !
Xavier dan yang lainnya mulai berposisi untuk pertarungan di depan Alette dan Severin di belakang Alette untuk mengcovernya. Sayangnya semua persiapan mereka terlambat !
Alette telah ditangkap oleh Martin. Setelah lama terdiam, dia tiba-tiba berkata sambil tertawa, "Kalian mau mati bersama? aku mendengar dari pope bahwa tubuhmu punya rahasia keabadian."
"Alette !!."
Mayne dan Verden sangat marah karena telah lengah mengawal keselamatan Alette.
"Cerry."
"Lepaskan Ella !!."
Alette ragu-ragu sejenak, lalu tersenyum tanpa sadar: "Hal semacam itu tidak akan terjadi. Aku hanya manusia tanpa kekuatan , bagaimana bisa memberi keajaiban?."
Jari-jari yang dingin meraih dagunya meluncur ke pipinya, membelainya dua kali, dan kemudian membungkuk, suaranya yang unik berbisik di telinganya: "Bagaimana bila di test terlebih dahulu?." Suara Martin benar-benar serak. "Hmm?."
Alette sedikit mengernyit, merasa tidak nyaman. Alette hanya bisa berkata pada dirinya sendiri bahwa itu adalah ilusi faktor psikologis.
__ADS_1
Seakan bisa membaca pikiran Alette , pria itu berkata : "Itu tidak akan menyakitimu."
Martin dengan mudah menciptakan perisai pembatas yang memisahkan dia dan Xavier. Martin lalu muncul sekali lagi dari gelapnya bayangan dengan senyum sinis penuh niat membunuh.
"Apakah Anda masih punya tempat untuk memahami tentang ramalan itu?"
"Tentu saja, Anda dokter yang berpengalaman dan terampil." Jawab Alette penuh kebohongan. "Bukankah anda juga bagian dari pengorbanan di masa lalu?."
Setelah jeda, pria itu tertawa. Dia sedikit menyipitkan matanya dan sudut bibirnya melengkung menjadi seringai: "Kamu menerima berita bahwa hari ini, Xavier akan memimpin orang untuk menyelamatkanmu. Gadis polos, orang-orang itu bukan suruhan Xavier namun pelayan pope yang memancingmu keluar untuk dibunuh."
Alette:"...Tidak, tidak ,itu tidak benar, kenapa pope ingin membunuhku?."
Perlahan, sudut matanya tanpa sadar merembes sedikit air mata, dan dia tidak bisa bernapas sama sekali. Dia merasa bahwa dia akan dengan mudah dihancurkan. Ingatan tentang Karina kembali memenuhi kepalanya.
Apakah Pope ini ingin mengulang sejarah ataukah mereka masih ingin memulai hal tabu di kehidupan ini??
"Kamu dan Pope akan bertemu. Xavier akan menemukan tujuannya dan dia akan datang untuk menyelamatkanmu, atau kita akan bertemu lagi, setelahnya?."
Alette : " ... ."
"Xavier juga akan membunuh pope dan orang-orang pope." Napas dan suara seraknya terdengar di telinganya, "Siapa pun yang ingin menyakitimu, Xavier akan membiarkannya mati."
Dia dengan ringan menyentuh pipi Alette dengan bibirnya, dan berkata dengan nada lembut, "Jangan takut pada apa pun, pergi dan lihat saja kakakmu bertarung."
Alette merasa seperti umpan yang memantul, dia membuka jaring dan menunggu ikan mengambil umpan. "Temanku yang berkolusi dengan orang luar dan ingin menyakitiku, kan?."
"Lalu apa bedanya kamu dan Pope? sama-sama psikopat yang tidak terobati" Ujar Alette penuh amarah : berteriak: "Kalian, kalian, ini sama sekali tidak masuk akal!!."
Alette khawatir tidak akan ada pengadilan menanti ketika mereka kembali.
Cukup ! ini sudah keterlaluan!!
Karena itu, tangan besar pria itu diam-diam membelai lehernya, apakah itu kelembutan atau menanti untuk mengambil nyawanya, itu hanya ada di pikiran pria aneh ini. Antara dia dan dia, seseorang akan mati cepat atau lambat!
Alette menekan dahinya, karena sakit kepala. Apakah ada kebenaran di dunia ini?
Yang menyedihkan adalah dia tidak memiliki kekuatan apapun sekarang.
Begitu pikiran itu bergerak, tiba-tiba ada rasa sakit di lubuk hatinya, dan keputusasaan serta kehilangan yang tak terlukiskan mencubit hatinya, membuatnya terengah-engah untuk sementara waktu. Sejak dia hidup kembali, dia selalu merasa bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang sangat penting.
Saat dia ingin menutup hatinya, sesosok bayangan pria tiba-tiba muncul di benaknya.
Xavier.
__ADS_1
Pikirannya bergetar hebat dan pikirannya terjerat oleh pemikiran yang rumit, dia tidak bisa mengerti mengapa ...
Setiap orang memiliki tujuan mereka sendiri, tetapi tidak peduli apa tujuan mereka, Kenali diri Anda dan musuh, dan Anda harus terlebih dahulu mencari tahu alasan masalah tersebut sebelum Anda dapat membuat rencana berikutnya, bukan ?
Alette tersenyum, dia berkata: "Saya berani mengatakan, dokter, Anda akan mengatakan kepada saya bahwa saya adalah orang yang bodoh karena telah membawa Anda ke sini."
Tapi senyumnya memudar menjadi bayangan saat dokter, dengan wajah sangat muram, mendukungnya. Dia dan dokter berbicara untuk beberapa waktu. Tampaknya percakapan yang sungguh-sungguh dan argumentatif.
Martin tersenyum lembut: "Inilah yang ingin saya sampaikan kepada Anda selanjutnya. Kurasa kemampuanmu belum terbangun seluruhnya. Bukankah ini kesempatan bagiku untuk menguasaimu, bukan?."
"Jika anda ingin saya mati maka saat ini saya sudah menjadi jasad beku yang tidak memiliki darah. Yang anda inginkan adalah instrumen suci, itulah satu-satunya benda dalam legenda, mungkin, hanya Protoss atau Mozu yang memilikinya."
"Senang bisa berbicara dengan orang yang pintar."
Senyum lebar terlukis di wajah Martin. Memang benar, yang dia inginkan adalah senjata leluhur milik klan Vampire.
"Oh, sejak kapan kamu ada di sana, Bocah klan warewolf?."
Martin tertawa melihat Severin sudah berada di sisi Alette lagi. Dengan tegas dia menunjuk ke arah diri Severin. "Tidakkah kamu lelah menjadi anjing yang patuh?."
Smirk !
"Satu alasan kamu masih hidup adalah kontrak dengan gadis kecil, jika tidak?."
Krrrr...
"Severin !."
Kraaaaaaaaaaaaaaa - !!
"Kenapa harus Alette, kenapa, kenapa, kenapa !!!!!."
Boom !!
"Kenapa harus Alette yang menjadi target kalian?!."
"Ahahahahah- kenapa kau tanya? jelas karena dia adalah Noblesse !! apa lagi yang kamu ingin aku katakan ?!."
Kraaaaaaaa - !!
"Serigala tidak tahu diri !!."
Martin menggunakan sihir telekinesis-kemampuan untuk menggerakkan benda tanpa menyentuhnya-untuk membalas serangan Severin yang diarahkan padanya. Tubuh severin melesat menghantam perisai.
__ADS_1
"Severin !! Hentikan !!!."